Rupiah Kamis Pagi Belum Bergerak Nilainya
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di 
Jakarta Kamis pagi belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp8.870 per 
dolar AS.
Analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis mengatakan, 
pelaku pasar uang tengah menunggu hasil kesepakatan antara Yunani dengan 
parlemen terutama dengan partai oposisi terkait persetujuan pengetatan 
finansial sebagai kompensasi pinjaman.

"Seperti lazimnya negara `pasien` IMF (dana moneter internasional), pada 
akhirnya sulit untuk tidak menyetujui kondisi ketat sebagai kompensasi pinjaman 
(dana talangan), begitupun Yunani," kata dia.

Ia menambahkan, Perdana Menteri Yunani tampaknya akan menyetujui letter of 
intent (LoI) IMF dengan memangkas pengeluaran secara permanen, menurunkan 
besaran pensiun, dan menurunkan upah minimum 20 persen.

"Dipastikan ekonomi akan semakin kontraksi sebesar minus 4-5 persen untuk tahun 
ini. Namun PM Yunani masih juga belum bertemu dengan parlemen terutama dengan 
partai oposisi," kata dia.

Kemungkinan, lanjut dia, persetujuan pemerintah itu akan mendapat penolakan, 
dan Yunani akan menghadapi krisis politik berikutnya. Namun investor merespon 
positif perkembangan di Yunani ini.

Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada menambahkan, 
kesepakatan antara yunani dengan Troika (Uni Eropa, Dana Moneter 
Internasional/IMF, Bank Sentral Eropa/ECB) terhadap penanganan utang Yunani 
dapat memicu mata uang resiko termasuk rupiah menguat hari ini.

Ia mengatakan, optimisme pelaku pasar uang terhadap Yunani dalam mendapatkan 
paket dana talangan (bailout) mendorong optimisme pelaku pasar.

"Pelaku pasar kembali optimis terhadap penanganan utang Yunani, kondisi itu 
memicu pelaku pasar yakin krisis utang di Yunani akan terselesaikan," kata dia.

Ia menambahkan, optimisme itu akan memberi sentimen positif bagi nilai tukar 
rupiah, penyaluran paket "bailout" kedua, juga turut mendorong permintaan untuk 
aset ber-"yield" lebih tinggi. (RR)
Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! 
 
http://export-import-indonesia.blogspot.com/   http://jakartapost.blogspot.com/
http://indonesiaupdates.blogspot.com/            
http://www.pulsagram.com/?id=CN121810  
http://www.asetBCA.com/?id=bimagroup       
http://adv.justbeenpaid.com/?r=kQSQqbUGUh&p=jsstripler5

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke