Refl:  Kalau pada kongress partai dibagi-bagikan duit oleh yang mau dapat 
kedudukan, maka pertanyaannya ialah : “Apakah ada anggota PD yang tidak 
bermasalah?”

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/09/ArticleHtmls/Yudhoyono-Perintahkan-Gusur-Kader-Bermasalah-09022012006014.shtml?Mode=0


Yudhoyono Perintahkan Gusur Kader Bermasalah 
JAKARTA



                 
            "Kader jangan ngumpulin duit yang tak keruan."

            Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan 
memerintahkan para pendiri dan deklarator partai menggusur para kader yang 
bermasalah. 
            “Kami diminta bersih-bersih.
            Saya, kalau terkena korupsi, secara gentleman saya akan 
mengundurkan diri,“ kata Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pendiri dan 
Deklarator Demokrat, Sutan Bhatoegana, di gedung DPR, Jakarta, kemarin.

            Menurut Sutan, perintah itu disampaikan dalam pertemuan Yudhoyono 
dengan sembilan pendiri dan deklarator selama satu jam di kediaman Puri Cikeas 
pada Ahad, 5 Februari lalu.
            Dalam pertemuan sejak pukul 15.00 WIB itu, Yudhoyono juga meminta 
Forum Komunikasi mengumpulkan para pendiri yang bertebaran di daerah, khususnya 
yang pernah menjadi pengurus provinsi di Jawa.
            “Ini untuk mengembalikan tulang-tulang yang berserakan,“ ujarnya, 
menirukan Yudhoyono.

            Itu sebabnya, Forum Komunikasi akan menggelar pertemuan dengan para 
mantan ketua dan sekretaris pengurus provinsi dari 31 provinsi pada akhir 
Februari dan Maret 2012. 

            Pertemuan Yudhoyono dengan sembilan pendiri terjadi menjelang 
Yudhoyono menyampaikan keterangan pers menanggapi penetapan Angelina Sondakh, 
Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat, sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan 
Korupsi dalam kasus suap proyek Wisma Atlet. Mereka adalah Ventje Rumangkang, 
Sutan Bathoegana, Irzan Tandjung, Tata Mustaqim, Denny Sultani, Rizald Max 
Rompas, Marcus Silano, Husen Abdul Azis, serta Reza Ali. 

            Sumber Tempo di Demokrat menuturkan, bisa saja pertemuan 

            itu mengeluarkan rekomendasi untuk mengadakan kongres luar biasa 
guna menggusur Ketua Umum Anas Urbaningrum. Anas dinilai sebagai biang keladi 
kemerosotan citra partai selama delapan bulan hingga setahun belakangan ini 
lantaran dia diduga terlibat kasus suap proyek Wisma Atlet dan Stadion 
Hambalang. 
            Kekhawatiran para pendiri semakin membuncah ketika Angelina menjadi 
tersangka. 

            Ketua Forum Komunikasi, Ventje Rumangkang, menampik pertemuan itu 
untuk menggilas Anas. “Ini bukan untuk menurunkan Anas, tapi membantu partai 
dan pemerintah,“ujarnya setelah menemui Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat 
Marzuki Alie di gedung DPR, Jakarta, Selasa lalu. Marzuki juga menjabat Ketua 
DPR. 

            Anggota Dewan Kehormatan, Jero Wacik, mengatakan persoalan di 
partainya terjadi setelah Yudhoyono terpilih menjadi presiden pada 2004, lalu 
Demokrat menang Pemilihan Umum 2009.“Kader jangan ngumpulin duit yang tak 
keruan,“ ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini di kantor Presiden, 
Jakarta, kemarin. FEBRIYAN | ARYANI K | ROFIUDDIN | ISA AJ | JOBPIE S 
           
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke