Sungguh tak terduga dan mengejutkan. Turut berduka cita atas meninggalnya bung 
Supardi, seorang teman sama-sama pernah belajar di Universitas Lumumba Moskow. 
Setiap kami bertemu pada pertemuan-pertemuan di Belanda bung Supardi selalu 
memberi salam terlebih dahulu sebagai pernyataan persahabatan yang hangat. 
Mengharap keluarga yang ditinggalkan mempunyai ketabahan besar  atas kepergian 
bung Supardi yang begitu mendadak.
asahan.

  ----- Original Message -----
  From: MiRa

  terimakasih Sukmadarah...

  salam,

   Turut berduka,saya ketemu mas pardi beberapa tahun yang lalu.

   Salam

   Sent from my BlackBerry®
   powered by Sinyal Kuat INDOSAT

   -----Original Message-----
   From: MiRa <la_luta@...

   Selamat jalan Om Supardi...Semoga beliau mendapat tempat Damai 
disisiNYA.Aamiin. Juga, diberi ketabahan dan kekuatan lahir-Bathin bagi 
anggauta keluarga yang ditinggalkan.


   Turut berduka .....
   MiRa - Amsterdam

http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/10/54464/Sang-Korektor-Itu-Telah-Pergi...-


   AHMAD SUPARDI ADIWIJAYA
   Sang Korektor Itu Telah Pergi...
   Jum'at, 10 Februari 2012 , 23:42:00 WIB

   Laporan: Ninding Julius Permana

   AHMAD SUPARDI ADIWIJAYA


   RMOL. Setelah berjuang hampir satu minggu melawan penyakitnya, akhirnya 
redaktur senior Rakyat Merdeka, Ahmad Supardi Adiwijaya menghembuskan nafas 
terakhirnya, Jumat (10/2) waktu Belanda.

   "Om Supardi, kontributor RM (Rakyat Merdeka) di Belanda telah wafat," kata 
mantan Staf Megawati Soekarnoputri, Ari Junaidi.

   Informasi itu diperkuat dengan pernyataan Duta Besar RI untuk Kerajaan 
Belanda, Retno Marsudi. Ia turut berbelasungkawa atas kepergian Pak Pardi, 
panggilan hangat Ahmad Supardi Adiwijaya.

   Sebelumnya, tidak ada tanda-tanda Pak Pardi akan meninggal dunia. Betapa 
tidak, meski usianya sudah kepala tujuh, Pak Pardi yang dikenal dengan 
koreksi-koreksi tajam, masih enerjik.

   Namun, hari itu, Minggu (5/2), takdir berkata lain. Di lapangan bulu tangkis 
di Belanda, ketika Pak Pardi memacu staminanya di lapangan badminton tiba-tiba 
jantungnya berhenti berdenyut.

   "Pertolongan pertama yang diberikan oleh rekan-rekan sesama pemain badminton 
tidak berhasil," ujar putrinya, Agustina Supardi, mengabarkan dari Belanda, 
beberapa saat lalu. Kata teman-temannya yang jadi lawan main, jantung Pak Pardi 
sempat berhenti beberapa menit.

   Pada Selasa (7/2), redaksi mendapat kabar dari rekan Beliau sesama jurnalis 
dari Radio Nederland, Bari Muchtar, yang menyatakan, kondisi Pak Pardi tidak 
mengalami perkembangan berarti.

   "Dia masih koma. Mari doakan yang terbaik untuk Beliau," demikian Bari.

   Agustina menceritakan, sepuluh menit setelah serangan jantung di lapangan 
badminton, ambulan tiba. Pak Pardi segera diberikan pertolongan dengan 
Cardioversi (shock listrik) hingga 9 kali, barulah jantung Bapak Supardi mulai 
berdenyut kembali. Dalam keadaan koma, segera dilarikan ke UGD Rumah Sakit VU 
Amsterdam.

   Pertolongan yang cepat dari tim medis menganalisa bahwa telah terjadi 
penyumbatan pembuluh darah di jantung Pak Pardi. Segera dilakukan dotter dan 
pemasangan stent pada dua tempat di pembuluh darah jantung yang tersumbat 
tersebut. Badan pria kelahiran Jakarta tahun 1941 itu didinginkan selama 24 jam 
untuk mengurangi kerusakan pada organ tubuh. Setelah itu segera dipindahkan ke 
Unit Intensive Care di Zaans Medical Center, Zaandam, dimana pria necis yang 
sejak 1962 meninggalkan Indonesia itu berdomisili.

   Tiga hari dalam perawatan intensif, Pak Pardi masih tetap dalam keadaan 
koma. Rabu pagi tanggal 8 Februari (waktu setempat) dilakukan dua kali 
pemeriksaan reflex system urat syaraf, ternyata tetap tidak ada reaksi apa-apa. 
Para dokter di Zaans Medical Centrum berpendapat telah terjadi apa yang 
dinamakan â?ohersen doodâ? (kematian otak). Dengan demikian tidak ada 
kemungkinan pemulihan fungsi sistem urat syaraf kembali, meskipun perawatan 
dilanjutkan. Maka perawatan akan dihentikan setelah tanggal 9 Februari setelah 
Hani, anak bungsu dari "orang tua kami" itu tiba dari Indonesia.

   Informasi yang diperoleh, kini jenazah almarhum telah dibawa ke kamar 
jenazah di Zaans Medical Center. Belum ada kepastian kapan dan dimana Pak Pardi 
akan dimakamkan. Namun, informasi yang diperoleh, Pak Pardi pernah berwasiat 
agar disembahyangkan dan dimakamkan secara Islam. [arp]

Kirim email ke