Raih 30% Suara, Golkar Ingin Cetak Sejarah Baru
Rabu, 15 Februari 2012 | 22:05

 Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie [JAKARTA] Ketua Umum Dewan Pimpinan 
Pusat Partai Golkar (PG)  Aburizal Bakrie mengemukakan bahwa  partainya 
berjuang untuk mencetak sejarah baru pascareformasi dengan meraih suara lebih 
dari 30 persen pada Pemilu 2014

Ia yakin target itu tercapai, karena Golkar pernah menang pada Pemilu 2004 lalu 
dengan perolehan suara 20 persen. Pengalaman itu bisa membangkitkan Golkar 
untuk naik menjadi 30 persen. 

"Saya yakin dengan kerja keras dan soliditas seluruh kader Partai Golkar, 
termasuk di wilayah Jawa I, target politik, mencetak sejarah baru 30 persen 
tersebut dapat kita raih," kata Aburizal saat membuka rapat koordinasi teknis 
bidang pemenangan pemilu wilayah Jawa 1 (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten) 
di Slipi, Jakarta, Rabu (15/2). 

Rakornas PG Jawa 1 berlangsung 15-16 Februari 2012 dan diikuti oleh 600 orang, 
terdiri atas ketua dan sekretaris Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan ketua 
pemenangan pemilu.  Selain itu, acara tersebut dihadiri juga oleh  anggota DPR 
Jabar, DKI, dan Banten serta anggota DPRD kota dan kabupaten di seluruh wilayah 
Jawa I.   

Ical, sapaan Aburizal, menjelaskan, hasil survei terakhir menyatakan jika 
pemilu digelar hari ini, maka Partai Golkar akan memenangkan pemilu dengan 
suara sebesar 18,9 persen mengungguli partai-partai lainnya.   Angka itu 
melampaui level aman pertama, yaitu melewati perolehan suara Partai Golkar pada 
Pemilu 2009 sebesar 14,5 persen. 

"Kami sedang berusaha mencapai level aman kedua, yaitu melampaui perolehan 
suara Partai Golkar pada Pemilu 2004 sebesar 21 persen, dan berjuang 
sekeras-kerasnya untuk mencetak sejarah baru pascareformasi dengan berupaya 
meraih suara lebih dari 30 persen pada Pemilu 2014 yang akan datang," ujarnya. 

Ical menegaskan bahwa wilayah Jawa I, yakni Banten, Jabar, dan DKI Jakarta 
sebagai wilayah prestisius, yang menjadi barometer nasional, dan menjadi 
penentu menang atau tidaknya Partai Golkar secara nasional karena itu harus 
direbut kembali. 

Untuk itu semua kader harus berjuang sekuat tenaga untuk 'menguningkan' ke tiga 
provinsi tersebut pada Pemilu 2014. [R-14]
http://www.suarapembaruan.com/home/raih-30-suara-golkar-ingin-cetak-sejarah-baru/17148
 
Akbar: Kalau Elektabilitas Ical Rendah, Konvensi Capres Solusinya 
Elvan Dany Sutriso - detikNews
Kamis, 16/02/2012 08:20 WIB 
 foto: detikcom 
Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung merespon 
rendahnya elektabilitas Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) di survei 
terakhir. Jika elektabilitas Ical tak juga naik, menurut Akbar, perlu dilakukan 
konvensi capres Golkar.

"Ya jadi apa yang dihasilkan oleh beberapa lembaga survei itu bisa dijadikan 
masukan bagi partai Golkar. Partai Golkar juga bisa melakukan evaluasi apakah 
melanjutkan rencana pencapresan Ical atau tidak tergantung elektabilitas capres 
dari Partai Golkar tersebut,"kata Akbar kepada detikcom, Kamis (16/2/2012).

Akbar sendiri menghormati hasil survei Centre for Strategic and International 
Studies (CSIS) yang menempatkan Jusuf Kalla lebih populer ketimbang Ical. Bagi 
Akbar, capres Golkar memang belum diputuskan secara resmi sampai saat ini.

"Kalau lihat saat ini elektabilitas Aburizal memang di bawah Pak Jusuf Kalla. 
Tapi terlalu pagi untuk menempuh satu prosedur yang baru, tapi kita ikuti 
sajalah. Menurut kesepakatan di internal Partai Golkar penyampaikan ke publik 
itu akan ditentukan dua momen, pertama rapimnas Oktober 2012 atau rapimnas 
khusus yang akan diadakan untuk itu,"kata Akbar.

Namun demikian, menurut Akbar, kalau elektabilitas Ical masih saja lemah akan 
dicari solusi lain. Seperti menggelar konvensi untuk capres Golkar.

"Kalau Oktober masih di bawah, bisa saja dicari solusi atau rencana baru. Bisa 
saja nanti konvensi atau melibatkan pengurus daerah tingat dua untuk memilih 
siapa capres yang akan diusung Golkar," tandasnya.

Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan hasil 
mengejutkan. Salah satunya, Aburizal Bakrie yang selama ini digadang-gadang 
Golkar maju di pemilu 2014 justru 'dikalahkan' mantan Ketua Umum Golkar, Jusuf 
Kalla (JK).

Ical, demikian sapaan akrab Aburizal Bakrie, kalah dalam hal dukungan dan 
popularitas terhadap JK berdasarkan survei CSIS pada 2.117 responden selama 
16-24 Januari 2012. Menggunakan metode kuesioner dengan 288 variabel 
pertanyaan, didapatkan dari 2.117 responden, yang mendukung JK 5,6 persen, 
sementara yang mendukung Ical 'hanya' 5,2 persen.

Selain itu dalam hal popularitas, responden ternyata lebih mengenal JK 
dibanding Ical. Perbedaan cukup signifikan terlihat dari hasil survei. 84,6 
Persen responden mengenal JK. Sedangkan 61,4 persen mengenal Aburizal Bakrie.

Survei ini dilakukan 16-24 Januari 2012 dengan 2.117 responden di 23 provinsi 
di Indonesia. Ada 10 yang tidak diikutsertakan karena alasan populasinya yang 
kecil, pertimbangan medan, serta biaya. 10 Provinsi itu yaitu Papua, Papua 
Barat, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, 
Bangka-Belitung, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.

(van/fiq) 
tags : golkar, partai golkar, golongan karya

Kirim email ke