Franz Magnis: Demokrasi Indonesia Seperti Toko Swalayan

 Franz Magnis Suseno [google] [JAKARTA] Pakar filsafat politik Franz Magnis 
Suseno mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia bisa dianalogikan seperti toko 
swalayan, yang hanya melayani orang yang mempunyai uang. 

"Di swalayan, kalau Anda tidak punya uang, maka pelayan toko tidak akan 
mendengarkan apapun permintaan Anda. Demikian pula demokrasi kita, hanya mereka 
yang punya modal materi lebih yang bisa berkuasa di negeri ini," kata Franz 
dalam seminar "Sarasehan Kebangsaan" di Jakarta, Selasa (14/2). 

Franz menjelaskan bahwa dalam logika swalayan, pembeli adalah raja yang 
dilayani oleh penjual. Penjual dalam konteks demokrasi Indonesia menurut Franz 
adalah rakyat Indonesia, merekalah yang akan melayani kebutuhan politisi yang 
membeli suara masyarakat.

"Padahal ide utama demokrasi adalah keterwakilan. Politisi adalah wakil yang 
seharusnya melayani kebutuhan orang yang diwakilinya, bukan sebaliknya," kata 
pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Diyarkara tersebut. 

Dalam seminar yang diadakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tersebut, 
Franz mengatakan bahwa demokrasi toko swalayan telah menyebabkan adanya 
ketidaktenangan di masyarakat. 

"Memang ekonomi kita bagus, pertumbuhan maju terus, kemiskinan juga tidak 
terlalu ekstrem. Namun konflik sosial di daerah soal tanah seperti di Mesuji 
dan Bima menunjukkan bahwa masyarakat tidak tenang dan puas dengan kondisi 
ini," kata Franz. 

Dia kemudian mengatakan bahwa ketidaktenangan masyarakat itu disebabkan oleh 
demokrasi yang dikorupsi, yaitu demokrasi yang menempatkan uang sebagai prinsip 
dasar interaksi politik. [Ant/L-8]
http://www.suarapembaruan.com/home/franz-magnis-demokrasi-indonesia-seperti-toko-swalayan/17105
Blog Indonesia Updates
http://indonesiaupdates.blogspot.com
Blog JakartaPost
http://jakartapost.blogspot.com
Blog LowonganNet : Pusat Informasi Lowongan Terlengkap
http://lowonganNet.blogspot.com
http://adv.justbeenpaid.com/?r=kQSQqbUGUh

Kirim email ke