Refl: Kalau begitu jangan lagi  kirim TKI/TKW ke Timur Tengah  dan segera 
dipanggil pulang mereka yang ada disana.

http://nasional.kompas.com/read/2012/02/23/04283412/Islam.di.Indonesia.Jadi.Harapan.Dunia.


Islam di Indonesia Jadi Harapan Dunia
| Tri Wahono | Kamis, 23 Februari 2012 | 04:28 WIB 

Share:
Edityawarman/Presidensby.infoPresiden SBY saat menerima Imam Masjid Islamic 
Center New York Shamsi Ali, asal Bulukumba, Sumsel, yang kondang di AS, di 
Hotel Ritz Carlton, New York, Sabtu (15/11/2008). 
JAKARTA, KOMPAS.com — Delegasi lintas agama yang terdiri atas pemuka 
agama-agama di AS menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, 
Jakarta, Rabu (22/2/2012). Rombongan yang terdiri atas 13 pemuka agama yang 
mewakili tiga elemen komunitas Yahudi, Kristen (Katolik dan Protestan), dan 
Islam di AS itu menemui Presiden untuk menyampaikan misi perdamaian guna 
mengubah paradigma dunia terhadap peran agama.

"Saat ini agama dianggap sebagai sumber konflik, semua perpecahan yang terjadi 
dipicu oleh sentimen keagamaan," kata Imam Masjid Pusat Kegiatan Islam (Islamic 
Center) New York, Shamsi Ali, salah satu wakil dari komunitas Islam.

Shamsi mengatakan, adanya pandangan negatif tidak bisa dielakkan karena banyak 
pihak yang memang mengatasnamakan agama dalam tindakannya. "Harus diakui bahwa 
konflik yang terjadi entah itu di Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, 
bahkan di Indonesia dipandang sebagai masalah keagamaan," katanya.

Ia menambahkan, delegasi tersebut ingin membawa nuansa baru tentang peranan 
agama yang sesungguhnya, yakni sebagai sumber harmoni dan perdamaian bagi umat 
manusia. Selain itu, delegasi antarumat beragama itu juga membawa misi khusus 
untuk mengatasi konflik di Timur Tengah antara Palestina dan Israel.

Harapan dunia

"Kami ingin menyampaikan kepada Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim 
terbesar di dunia agar tidak lagi pasif atau berada di belakang layar, tetapi 
harus berada di garis depan untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah," kata 
Shamsi.

Imam Masjid Islamic Centre New York kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, itu 
juga mengatakan, secara pribadi ia membawa misi untuk merombak pola pikir 
masyarakat internasional bahwa Islam selalu identik dengan Timur Tengah. 
"Meskipun Islam memang lahir di Timur Tengah, tetapi bukan berarti selalu 
identik dengan kawasan itu. Islam itu universal," katanya.

Shamsi mengatakan, ia ingin mengenalkan Islam yang lebih ramah dan humanistis, 
salah satunya dengan menunjukkan Islam tidak bertentangan dengan demokrasi. 
Islam di Indonesia, menurutnya, menjadi harapan saat ini.

"Indonesia merupakan negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia, negara 
demokrasi terbesar setelah AS dan China, kita harus menunjukkan Islam di 
Indonesia dan dunia tidak bertentangan dengan demokrasi, begitu pun 
sebaliknya," ujarnya.

Dia menambahkan, umat Muslim di Indonesia seharusnya menunjukkan sikap bahwa 
Islam sejalan dengan modernitas, termasuk di dalamnya adalah persamaan dan 
pemberdayaan semua umat tanpa ada bias gender. "Kita harus memperkenalkan Islam 
Indonesia yang demokratis, modern, lebih bersahabat, dan sejuk," kata Shamsi.

Delegasi tersebut tiba di Jakarta pada Selasa (21/2/2011) dan telah mengunjungi 
Pesantren Darun Najah di Jakarta Pusat. Setelah mengunjungi Jakarta, delegasi 
tersebut akan melanjutkan membawa misinya ke Jordania untuk menemui Raja 
Abdullah II serta ke Jerusalem untuk menemui Presiden Palestina Mahmoud Abbas 
dan Presiden Israel Simon Perez. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke