http://www.suarapembaruan.com/nasional/sejumlah-guru-di-flores-dapat-uang-kaget/17438

Sejumlah Guru di Flores Dapat ‘Uang Kaget’
Kamis, 23 Februari 2012 | 8:51

 Ilustrasi dapat uang kaget. [google] KUPANG] Sejumlah guru di Kabupaten Ende, 
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kaget menerima uang dalam jumlah banyak. 
Lebih kaget lagi, mereka tidak tahu dari mana asal uang itu.   

Dalam beberapa hari terakhir ini, para guru itu ramai-ramai mendatangi Bank 
Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ende, untuk mengecek apakah nama mereka termasuk 
dalam terdaftar menerima uang, yang katanya dari Menteri Pendidikan dan 
Kebudayaan Nasional (Mendiknas) RI.   

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ende, Drs. Yeremias Bore kepada SP di Ende, 
Kamis (23/2) mengatakan,  pihaknya tidak mengetahui dari mana sumber dana yang 
diterima para guru tersebut.  "Kami akan cek ke BRI mengenai kebenaran dana 
tersebut," ungkap Yeremias Bore.   

Sejumlah guru dari SMAK Frateran Ndao, Kepala SMPN II Ende, David Rani, serta 
sejumlah guru lainnya membenarkan informasi guru menerima dana dari pusat 
tersebut. Guru-guru mendatangi BRI Cabang Ende menyusul adanya informasi dari 
bank setempat bahwa ada pembayaran tunjangan dengan membawa identitas asli 
seperti Kartu tanda penduduk (KTP) dan Nomor Induk Pegawai (NIP).   

"Di kantor BRI, ada guru-guru yang namanya terdaftar untuk menerima dana 
tersebut, ada juga yang tidak," ungkap Bala.   Namun, keduanya terus 
bertanya-tanya dana tersebut untuk apa dan sumbernya dari mana. Informasi yang 
diperoleh keduanya, dana itu diperuntukan tenaga pendidik (guru) dan tenaga 
kependidikan (pegawai).   Kepala SMPN II Ende, David Rani, juga tidak 
mengetahui dana tersebut dari mana. Rani mengakui,  sejumlah guru di sekolahnya 
telah mengecek ke BRI, memang ada yang namanya tercantum dalam data penerima. 
Rani mengaku dirinya telah mengimbau kepada guru-guru agar jangan termakan isu 
dan meninggalkan tugas untuk ke BRI. 

"Dana seperti ini yang kami guru-guru tahu hanya sertifikasi, tetapi langsung 
ke rekening. Tetapi ini pegawai juga dapat," ungkap Rani.   

Kepala BRI Cabang Ende, Tri Handoko, yang sampai dengan berita ini diturunkan 
belum bisa dikonfirmasi, karena masih bertugas keluar daerah. Sedangkan pejabat 
lainnya enggan  memberikan keterangan terkait sumber dana tersebut.   

Menurut Sekretaris Dinas PPO Provinsi NTT, Yohanes Mau kepada SP di Kupang, 
Kamis (23/2) mengatakan, Kami juga baru mengetahui tentang adanya dana siluman 
tersebut di media cetak. 

Namun kami akan cek kembali sebab ada empat jenis tunjangan guru dari 
pemerintah pusat, tetapi semuanya dengan mekanisme yang jelas seperti tunjangan 
profesi, tunjangan daerah khusus, tunjangan dan tunjangan kualifikasi. Semua 
jenis tunjangan tersebut harus ada surat keputusan dari Menteri Pendidikan, 
kata Yohanes Mau. [YOS/L-8]  


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke