Berharap Esemka Jadi Mobil Nasional 
http://www.gatra.com/teknologi/41-ilmu-dan-teknologi/9261-berharap-esemka-jadi-mobil-nasional
Sunday, 26 February 2012 12:00 

 
Jokowi & Esemka SUV (GATRA/Edward Luhukay)
Jakarta - Mobil Esemka Rajawali akhirnya tiba di Jakarta pada sabtu 
(25/2/2012). Hasil karya siswa-siswa SMK di Solo itu diberangkatkan dari Solo 
Techno Park (STP) pada Jum`at (24/2/2012) menuju Jakarta melalui jalan darat. 
Misinya adalah untuk menjalani uji jalan dan tes emisi Euro 2 di Balai 
Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Serpong, Tangerang, Jawa Barat, pada 
Senin (27/2/2012).

Keberangkatan mobil Esemka dilepas dengan tarian 45 buto (raksasa) dalam 
kemasan fragmen cerita rakyat. Barisan raksasa ini sebagai lambang tingginya 
semangat Esemka melaju sebagai mobil nasional.

Mobil Esemka Rajawali dikemudikan oleh Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo 
didampingi anggota DPR RI Roy Suryo, dan dilepas oleh Wali Kota Surakarta Joko 
Widodo (Jokowi), dari STP. Jokowi tak menemani wakilnya itu lantaran harus 
"jaga kandang", setelah Solo dilanda banjir pada pertengahan pekan lalu. 
"Suasana di bagian hulu sungai Bengawan Solo masih diselimuti mendung terus. 
Kalau hujan, banjir lagi, kasihan rakyat. Maka saya putuska n tidak ikut," 
katanya, seperti dilansir Antara.



Rombongan kendaraan mobil Esemka di tiba di Monumen Proklamasi, Jakarta, pada 
Sabtu pukul 03.30 WIB. Daya tahan stabilitas mesin mobil terbukti tokcer. Roy, 
yang mengemudikan mobil tersebut dari Boyolali hingga Kendal, Jawa Tengah, 
mengaku bahwa Esemka tetap stabil dikemudikan dengan kecepatan tinggi.

"Di jalan tol Jantingaleh, Semarang, sempat saya kemudikan dengan kecepatan 120 
kilometer per jam. Tapi tetap stabil dan tidak ada getaran," kata politisi asal 
Partai Demokrat ini.

Keesokan harinya di Jakarta, Jokowi mempromosikan mobil hasil karya bengkel 
sekolahan itu ke kantor Perum LKBN Antara, di Wisma Antara, Jakarta. Kepala 
daerah kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961 ini datang berkendara mobil Kiat 
Esemka Rajawali jenis SUV karya siswa-siswa SMK Negeri 2 Solo, dengan nomor 
polisi AD 1 A. Jokowi datang didampingi Kepala SMK 2 Surakarta, Sunanta.

Kepada sejumlah wartawan Jokowo menyatakan optimis, mobil berkapasitas 1.500 cc 
itu akan lolos uji emisi, karena telah berkali-kali diuji coba. "Saya 
optimistis mobil ini bisa lolos uji emisi karena nyatanya dalam perjalanan dari 
Solo sampai Jakarta mobil baik-baik saja dan tidak ada kendala teknis," kata 
insinyur lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada ini.

Jokowi --yang berada di Jakarta untuk "mengawal" mobil Esemka yang untuk kali 
pertama melakukan uji-jalan jarak jauh dan akan melakukian uji emisi itu-- 
yakin, mobil Esemka akan mampu berkompetisi di pasar mobil nasional.

Secara gamblang Jokowi menyatakan, harga dan kualitasnya bisa bersaing dengan 
mobil-mobil merk lainnya. "Sekali lagi, Esemka bukan rancangan kemarin sore, 
tim Esemka di Solo Technopark sangat profesional, mereka telah berkali-kali 
melakukan riset dan uji coba," ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut Jokowi juga sempat menanggapi pemberitaan negatif 
mengenai buruknya kualitas mobil Esemka, Ditegaskannya, Esemka merupakan produk 
yang teruji kualitasnya. "Mobil Esemka bukan odong-odong, rancangannya telah 
dipikirkan baik-baik sejak lima tahun yang lalu," ujarnya, seraya menantang 
mobil produksi lain berharga sama untuk adu kualitas.

"Dengan harga Rp 95 juta, coba Esemka dijejerkan dengan mobil merk lain, pasti 
kualitas mobil Esemka lebih baik," katanya. 

Meski demikian, pengusaha eksportir mebel dan kerajinan kayu ini mengaku untuk 
tahap awal, Esemka tidak akan diproduksi secara besar-besaran. "Target produksi 
hanya 200 hingga 300 per bulan, dan baru akan tersedia di Solo Raya dengan satu 
atau dua dealer, kalau sudah mapan baru akan dijual secara nasional. Kami tidak 
ingin kemrungsung (tergesa-gesa)," demikian Jokowi. [EL]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke