Amankan APBN
Jero: Pemerintah dan Rakyat Berkorban
Ester Meryana | Erlangga Djumena | Rabu, 29 Februari 2012 | 09:30 WIB 
 KOMPAS/ALIF ICHWAN Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik 
(kanan) didampingi Wakil Menteri Widjajono Partowidagdo mengadakan jumpa pers 
di Kantor ESDM, Jakarta, Senin (20/2/2012). 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, 
mengatakan pemerintah dan rakyat sama-sama berkorban dalam mengamankan Anggaran 
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, sejumlah asumsi yang dipatok 
dalam anggaran itu sudah melenceng seiring dengan perubahan kondisi ekonomi 
global. 

"Arahan Pak Presiden yang perlu saya sampaikan juga, kalau kantong kita kempes 
maka jangan rakyat saja disuruh berkorban. Pemerintah harus juga berkorban," 
ujar Jero, usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, di DPR, Selasa 
(28/2/2012) malam. 

Ia menyebutkan, pengorbanan pemerintah yakni dengan mengurangi APBN di 
kementerian. Maksudnya, pemerintah dapat menunda proyek yang belum mendesak 
untuk dikerjakan. Penundaan proyek-proyek pemerintah ini ditujukan untuk 
menyelamatkan APBN. "Proyek-proyek atau pembangunan gedung yang bisa ditunda ke 
tahun 2013, tundalah," tambah dia. 

Pengetatan anggaran ini tidak lain sebagai upaya menyesuaikan APBN karena 
perubahan ekonomi global. Jero menyebutkan, sejumlah asumsi dalam APBN 2012 
sudah melenceng jauh. Salah satunya adalah asumsi harga rata-rata minyak mentah 
Indonesia (ICP) yang dipatok 90 dollar AS per barrel. Padahal ICP per Januari 
2012 saja sudah mencapai angka 115 dollar AS per barrel. 

Sekalipun berusaha irit, tapi pemerintah tetap berjanji untuk melindungi 
masyarakat miskin. Akan ada kompensasi yang diberikan oleh pemerintah. 
Kompensasi itu direncanakan meliputi pangan, pendidikan, hingga transportasi. 
"APBN ini perlu diselamatkan karena ini masa depan negara kita," tegasnya. 

Oleh karena itu, pemerintah sekarang ini sedang berusaha menyesuaikan APBN 
dengan melakukan perubahan terhadap sejumlah asumsinya. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke