http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=5265
Kamis, 08 Maret 2012 , 09:34:00


KNPB Demo, Lalu Lintas Macet Tiga Jam Lebih


 
Ratusan massa KNPB yang melakukan aksi demo di lapangan Makam Theys, Rabu (7/2) 
kemarin.
SENTANI-Ratusan masa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) kembali melakukan aksi 
demo di lapangan Makam Almarhum Theys Sentani, Rabu (7/3) kemarin. Sebagaimana 
aksi-aksi demo sebelumnya, massa KNPB ini juga menuntut untuk segera dilakukan 
Referendum dan mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengakui keberadaan dari 
Papua Barat serta sekaligus untuk pengumuman hasil peluncuran IPWP 
Australia-Pasifik yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2012.

Meski aksi demo ini dipusatkan di lapangan makam Theys, namun dari pantauan 
Cenderawasih Pos, akibat aksi demo ini juga sempat menyebabkan arus lalu lintas 
di jalan utama Kota Sentani macet sekitar 3 jam lebih. Pasalnya, sebelum ke 
lapangan Makam Theys, massa yang mendapat pengamanan ketat dari aparat ini 
sempat berkumpul di pertigaan Pos Tujuh Sentani sebelum akhirnya bergerak 
dengan berjalan kaki ke makam Theys. 
Selain menyebabkan kemacetan arus lalu lintas, aksi demo KNPB ini juga membuat 
sejumlah pengusaha dan pemilik took di sepanjang jalan yang dilewati masa KNPb 
ini cenderung memilih untuk menutup sementara tokonya. Terkait dengan aksi demo 
ini, sebagian warga yang lain memilih untuk tidak beraktifitas atau melewati 
jalan utama kota Sentani.

Bahkan, wartawan yang hendak meliput kegiatan tersebut sempat diusir dan 
dilarang untuk tidak masuk ke lapangan Makam Theys. Namun, sekitar pukul 17.00 
WIT setelah melakukan kordinasi dengan pihak Panitia penyelenggara akhirnya 
Cenderawasih Pos bisa masuk untuk meliput meski harus melewati pemeriksaan 
pihak keamanan KNPB.
Ketua I KNPB Provinsi Papua, Mako Tabuni saat ditemui mengatakan kegiatan aksi 
demo ini merupakan bentuk aspirasi masyarakat Papua Barat untuk mendukung 
peluncuran IPWP Australia-Pasifik yang diselenggarakan di Canbera Australia, 
dan juga untuk mendesak kepada Pemerintah Indonesia untuk segera dilakukan 
Referendum.

“Aksi demo ini merupakan suatu bentuk kepedulian dari masyarakat Papua Barat 
yang selama ini sudah lama ditindas oleh bangsa Indonesia, dan selain itu kami 
meminta supaya segera di lakukan Referendum serta untuk memberitahukan hasil 
peluncuran IPWP Australia-Pasifik yang sudah dilaksanakan pada tanggal 28 
Februari 2012 kemarin,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos di sela kegiatan demo 
di lapangan Makam Theys, Rabu(7/3).
Menurutnya, dari hasil peluncuran IPWP untuk Australia- Pasifik tersebut sudah 
ada sekitar 4 hal yang telah disepakati yaitu, Pertama, Parlemen Australia akan 
berupaya mendesak Pemerintah Australia menghentikan bantuan militer untuk 
Indonesia, Kedua juga konsen pada pembebasan tahanan politik Papua, Ketiga 
mendesak Pemerintah Pusat di Jakarta agar membuka akses Internasional untuk 
investigasi di Papua, serta keempat Parlemen Australia berupaya membangun 
komunikasi tentang apa yang di inginkan oleh rakyat Papua yaitu Hak Penentuan 
nasib sendiri (Referendum).
“Oleh karena itu kita berharap dengan adanya hasil dari peluncuran IPWP untuk 
Australia-Pasifik ini kami berharap supaya Pemerintah Indonesia mengakui 
keberadaan dari Papua Barat dan segera untuk dilakukan Referendum,”pungkasnya

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke