http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/10/ArticleHtmls/Kolektor-Wine-Indonesia-Ditangkap-di-Amerika-Serikat-10032012004012.shtml?Mode=0
Kolektor Wine Indonesia Ditangkap di Amerika Serikat
NEW YORK
Ia dituduh memalsukan anggur.
Warga negara Indonesia yang berdiam di California, Amerika Serikat, yang
dikenal sebagai kolektor dan dealer wine, dituduh menjual wine palsu senilai
lebih dari US$ 1,3 juta.Tuduhan itu diungkapkan seorang jaksa federal pada
Kamis lalu di Pengadilan Federal Manhattan, New York.
Rudy Kurniawan, 35 tahun, ditangkap pada Kamis lalu di rumahnya di Arcadia,
California, oleh agen FBI. Dia dituntut dengan tiga kasus pemalsuan wine dan
dua pemalsuan surat. Jika terbukti bersalah dalam semua kasusnya, dia terancam
hukuman maksimal 20 tahun di penjara federal.
FBI menggelar investigasi terhadap Kurniawan sejak tiga tahun lalu. Beberapa
pencinta anggur pa pan atas mengungkapkan kecurigaan terhadap rekomendasi
anggur asli dari Kurniawan. Rudy, yang sering hadir dalam acara-acara lelang
anggur di kawasan elite Beverly Hills dan Sotheby’s di New York, dikenal
sebagai pesohor dunia wine.
Setiap rekomendasinya dinanti dan pasti melambungkan harga wine.
Pada 2007, sebuah rumah lelang menarik anggur rekomendasi Rudy yang ternyata
palsu. Pengusaha dan investor wine serta miliarder kapal pesiar bernama William
Koch juga pernah menuntut Kurniawan pada 2009. Pasalnya, sejumlah botol wine
yang dibeli dari dia adalah abalabal.
Jaksa federal di New York menuduh Kurniawan terlibat dalam “beberapa skema
penipuan” berkaitan
dengan usahanya di bidang minuman anggur tersebut. Ia, misalnya, pernah mencoba
menjual 84 botol anggur palsu Domaine Ponsot pada lelang 2008 dan 78 botol
bajakan wine Burgundy dari Domaine dela Romanee-Conti pada lelang Februari
lalu.
Jaksa mengatakan Kurniawan, yang pernah memiliki sebuah butik wine mewah di Los
Angeles, juga mencurangi jutaan dolar dalam bentuk pinjaman untuk membiayai
gaya hidup playboy-nya.“Hari-hari wine dan kemakmuran Kurniawan sudah
berakhir,” kata jaksa Manhattan, Preet Bharar, dalam sebuah pernyataan kemarin.
Salah seorang pengacara Kurniawan, Henry Weissmann, tak menjawab telepon dan
pertanyaan yang diajukan AP.
Dalam sebuah profil di harian Los Angeles Times pada 2006, Kurniawan membual
telah membeli hampir US$ 35 juta wine pada tahun itu. Ia juga mengaku punya
keterampilan mengendus pemalsuan wine.
Para penyidik menyebutkan Kurniawan ternyata melakukan beberapa kesalahan
sederhana dalam pemalsuannya. Salah satunya dia menyebut botol-botol wine
produksi Domaine Ponsot yang dijual pada lelang 2008 dibikin pada 1929. Padahal
pembuat anggur itu baru mulai memproduksi botol anggur pada 1934. Dia juga
pernah mengaku anggurnya diambil dari kebun khusus antara 1945 dan 1971.
Padahal Domaine Ponsot baru membuka kebun anggur itu pada 1982.
Jaksa menyatakan telah menyita merek-merek palsu anggur rekomendasi Kurniawan.
Anggur yang disita itu bisa laku hingga US$ 600 ribu. Ketika Domaine Ponsot
menyelidiki, kata jaksa, Kurniawan mengaku membeli botol-botol itu dari
seseorang di Asia. Namun beberapa nomor telepon yang diberikan juga palsu. Satu
di antaranya ternyata nomor telepon sebuah mal.
Tuduhan penipuan Kurniawan lain terkait dengan pinjaman US$ 3 juta yang
diterimanya dari sebuah perusahaan yang tak disebutkan dalam dokumen
pengadilan. Kini dia ditahan menunggu proses sidang digelar.
[Non-text portions of this message have been removed]