Refl: Hebat sekali idenya, apakah waktu disatukan juga mendorong pendirian pendirian sesuai kenyataan? Masalah perbedaan waktu tidak mempunyai signifikan dalam mengurangi birokrasi maupun meningkatkan ekonomi. Masalah utama dalam kedua hal ini terletak pada pendidikan bermutu terdisiplin menuju sasaran dan lokasi sektor ekonomi yang merata di semua wilayah, ibarat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, maju sama langkah. Jadi bukan terkonsentrasi di suatu wilayah atau satu daerah atau pulau tertentu saja dan region diluar wilayah tsb dijadikan pasar konsumsi dan penyetor bahan mentah seperti zaman kolonial abad lalu, dimana jajahan menjadi pasar konsumsi dan supply bahan mentah ke negara induk yaitu negeri penjajah untuk dijadikan final produk (barang jadi ) yang diexport ke negeri jajahan!
http://www.antaranews.com/berita/300769/zona-waktu-indonesia-akan-disatukan Zona waktu Indonesia akan disatukan Sabtu, 10 Maret 2012 17:56 WIB | 8298 Views Bogor (ANTARA News) - Pemerintah berencana menyatukan tiga zona waktu Indonesia yang terdiri atas Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT) melalui program GMT+8 sehingga daya saing ekonomi meningkat dan tercipta efisiensi birokrasi. "WIB, WITA, dan WIT akan disatukan. Rencananya WITA atau GMT+8 yang akan dijadikan patokan waktu," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Edib Muslim dalam lokakarya bertema "Internalisasi MP3EI kepada Insan Pers" di Hotel Santika Bogor di Bogor, Sabtu. Ia menjelaskan, penyatuan waktu tersebut untuk meningkatkan produktivitas nasional yang semula hanya terdapat 190 juta penduduk dalam zona WIB, bisa menjadi 240 juta jika waktunya disamakan. "Selisih satu jam di antara tiga zona waktu di Indonesia ini tidak efektif. Contohnya, dalam waktu dagang antara dunia usaha di zona WIB dan WIT. Kalau transaksi perdagangan di Jakarta dimulai jam 09.00 WIB dan berakhir pada jam 17.00 WIB, berarti waktu yang efektif untuk aktivitas perdagangan antara dunia usaha di zona WIB dan WIT cuma empat jam," katanya. Edib menyatakan, penyatuan waktu semata-mata untuk meningkatkan kinerja birokrasi mulai dari Sabang hingga Merauke. "Selain itu, penyatuan waktu ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam bidang ekonomi, sosial politik, bahkan ekologi," katanya. Melalui GMT+8, katanya, masyarakat yang tinggal di kawasan Indonesia timur dan tengah akan memiliki waktu transaksi yang lebih banyak dengan masyarakat yang tinggal di kawasan Indonesia barat. "Kami memilih GMT+8 karena berada di tengah-tengah antara WIB dan WIT. Kami masih akan membahas hal ini lebih lanjut," katanya. Program GMT+8 yang sedang digalakkan oleh tim KP3EI tersebut, katanya, bertujuan menyatukan tiga zona waktu Indonesia menjadi satu waktu. (T.R027/M029) [Non-text portions of this message have been removed]
