BONE
Mayoritas Warga Kampung Ini Berjari Tiga
Abdul Haq | Kistyarini

KOMPAS.com/ ABDUL HAQ Umumnya jemari tangan warga dusun Ulutaue Desa Mario 
Kecamatan Mare Kabupaten Bone Sulawesi Selatan hanya berjari tiga
 KOMPAS.com/ ABDUL HAQ Salah satu balita berjari tiga warga Dusun Ulutaue, Desa 
Mario, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
 KOMPAS.com/ ABDUL HAQ Umumnya jemari kaki warga dusun Ulutaue Desa Mario 
Kecamatan Mare Kabupaten Bone Sulawesi Selatan hanya berjari tiga
BONE.KOMPAS.com — Sebuah kampung yang kebanyakan warganya cacat ditemukan di 
Dusun Ulutaue, Desa Mario, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Hampir semua penduduknya mengalami kelainan fisik, yakni hanya berjari tiga, 
baik kaki maupun tangan. Kelainan ini dialami warga mulai dari yang berusia 
bayi hingga lanjut usia.

Salah seorang sesepuh kampung yang ditemui Kompas.com, Minggu (11/3/2012), 
mengatakan, kelainan fisik itu sudah terjadi turun-temurun. Mereka bahkan sudah 
pasrah karena meyakini bahwa yang mereka alami itu sudah digariskan oleh nenek 
moyang.

"Ini sudah keturunan, mulai dari nenek kami begini semua. Keturunan kami yang 
lahir pasti begini semua. Walaupun ada yang normal, tetapi kalau ada anaknya, 
begini juga tangannya," kata Umbang, sesepuh kampung tersebut.

Di tengah keterbatasan itu mereka tetap menjalani kegiatan sehari-hari sebagai 
nelayan. Sebagian besar dari mereka hidup miskin. Mereka juga cenderung menutup 
diri dari dunia luar.

Mereka mengaku selama ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat. 
Belum ada layanan kesehatan, apalagi penelitian medis terkait kondisi 
turun-temurun yang mereka alami itu.

Kurangnya perhatian itu dikeluhnya warga. "Kalau memang mau, mestinya 
pemerintah datang menyembuhkan kami. Katanya ini penyakit gen, tetapi mana 
buktinya sampai sekarang mereka tidak datang perhatikan kami," kata Ahmad, 
warga setempat.

Kirim email ke