BANYAKNYA ANOMALY (keanehan) DINEGRI INI ( termasuk tindak-tanduk para
Pejabatnya) ..memberi
inspirasi kepada kita untuk menamakan negri ini sbg " THE WONDER LAND "..
atau mungkin juga sbg
" THE  NIGHTMARE  COUNTRY " .... 
=============================================================================
======================================================
* Hampir semua penduduknya mengalami kelainan fisik, yakni hanya berjari
tiga, baik kaki maupun tangan. Kelainan ini dialami warga mulai dari yang
berusia
   bayi hingga lanjut usia. 


* "Ini sudah keturunan, mulai dari nenek kami begini semua. Keturunan kami
yang lahir pasti begini semua.
   KAKI 2 AYAM           ......                        
 

Silahkan berkonsultasi dengan : ICAL ( BAKRI) GROUP dan J. KALLA  APA YANG
MEREKA BISA LAKUKAN ... SELAIN MEMIKIRKAN DIRINYA MASING2... ?? 
 


 
-------Original Message-------
 
From: [email protected]
Date: 13.3.2012 17:03:25
To: [email protected]
Subject: [inti-net] Mayoritas Warga Kampung Ini Berjari Tiga
 
  
BONE
Mayoritas Warga Kampung Ini Berjari Tiga
Abdul Haq | Kistyarini 

KOMPAS.com/ ABDUL HAQ Umumnya jemari tangan warga dusun Ulutaue Desa Mario
Kecamatan Mare Kabupaten Bone Sulawesi Selatan hanya berjari tiga 
KOMPAS.com/ ABDUL HAQ Salah satu balita berjari tiga warga Dusun Ulutaue,
Desa Mario, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. 
KOMPAS.com/ ABDUL HAQ Umumnya jemari kaki warga dusun Ulutaue Desa Mario
Kecamatan Mare Kabupaten Bone Sulawesi Selatan hanya berjari tiga 
BONE.KOMPAS.com — Sebuah kampung yang kebanyakan warganya cacat ditemukan di
Dusun Ulutaue, Desa Mario, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.


Hampir semua penduduknya mengalami kelainan fisik, yakni hanya berjari tiga,
baik kaki maupun tangan. Kelainan ini dialami warga mulai dari yang berusia
bayi hingga lanjut usia. 

Salah seorang sesepuh kampung yang ditemui Kompas.com, Minggu (11/3/2012),
mengatakan, kelainan fisik itu sudah terjadi turun-temurun. Mereka bahkan
sudah pasrah karena meyakini bahwa yang mereka alami itu sudah digariskan
oleh nenek moyang. 

"Ini sudah keturunan, mulai dari nenek kami begini semua. Keturunan kami
yang lahir pasti begini semua. Walaupun ada yang normal, tetapi kalau ada
anaknya, begini juga tangannya," kata Umbang, sesepuh kampung tersebut. 

Di tengah keterbatasan itu mereka tetap menjalani kegiatan sehari-hari
sebagai nelayan. Sebagian besar dari mereka hidup miskin. Mereka juga
cenderung menutup diri dari dunia luar. 

Mereka mengaku selama ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat.
Belum ada layanan kesehatan, apalagi penelitian medis terkait kondisi
turun-temurun yang mereka alami itu. 

Kurangnya perhatian itu dikeluhnya warga. "Kalau memang mau, mestinya
pemerintah datang menyembuhkan kami. Katanya ini penyakit gen, tetapi mana
buktinya sampai sekarang mereka tidak datang perhatikan kami," kata Ahmad,
warga setempat. 


 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke