Refl: Belajar malu ke Europa? Pantas korupsi, catut, tipumuslihat para petinggi NKRI sangat hebat luarbiasa.
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/15/ArticleHtmls/Sembilan-Hari-Belajar-Malu-ke-Eropa-15032012006005.shtml?Mode=0 Sembilan Hari Belajar Malu ke Eropa Komisi Hukum Dewan Per wakilan Rakyat baru saja melakukan kunjungan kerja ke dua negara, Jerman dan Prancis. Mereka berangkat untuk mencari masukan guna merampungkan draf revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi. Ke lembaga mana saja mereka berkunjung? Anggota Komisi Hukum dari Fraksi Hati Nurani Rakyat, Syarifuddin Sudding, mengungkapkan, selama sembilan hari 14 perwakilan Komisi Hukum mengunjungi sejumlah institusi.“Kami mengunjungi lembaga hukum yang terlibat upaya pemberantasan korupsi,”ujar Sudding di gedung DPR kemarin. Menurut Sudding, rombongan berangkat pada 3 Maret 2012 menuju Jerman. Setelah itu, mengunjungi Prancis dan kembali ke Tanah Air pada 12 Maret 2012. Di Jerman, selain menemui Duta Besar RI untuk Republik Federasi Jerman, rombongan berkunjung ke Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Hukum Parlemen Negara Jerman. Di Prancis, rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kedutaan besar RI untuk Prancis, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kehakiman, dan Kementerian Keuangan. Menurut Sudding, di kedua negara itu rombongan mempelajari upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi sehingga indeks korupsi di negara-negara tersebut sangat rendah.“Kami melihat di sana budaya malu untuk korupsi itu sangat tinggi. Ilmu inilah yang ingin kami ambil,”kata Sudding. Di Jerman, dia melanjutkan, pemberantasan tindak pidana korupsi dilakukan dengan penguatan fungsi pengawasan internal di setiap lembaga. Lembaga negara juga secara tegas menolak pemberian dalam bentuk hadiah dan bentuk lain untuk menghindari benturan kepentingan.“Kami juga melihat, di Jerman, komitmen partai politik sangat tinggi untuk memberantas korupsi.“ Sudding mengatakan, dari seminggu lebih perjalanan ke dua negara Eropa itu, Komisi menilai butuh penguatan peran pencegahan oleh Komisi Pemberantas an Korupsi. Menurut dia, KPK juga harus bisa mengembangkan budaya malu korupsi di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Kunjungan ini dipimpin oleh Muhammad Nasir dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dan Aziz Syamsuddin dari Partai Golkar. Selain diikuti Syarifuddin Suding dari Hanura, kunjungan ini diikuti anggota DPR lain, di antaranya Nudirman Munir (Golkar), Eva Kusuma Sundari (PDI Perjuangan), dan Aboe Bakar alHabsy (PKS). ● IRA GUSLINA SUFA [Non-text portions of this message have been removed]
