http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=37477
MINGGU, 17 Maret 2012 | 364 Hits Tembakan Dikeluarkan, Mahasiswa Dilabrak Demo Rusuh, Kapolres Dikeroyok Mahasiswa AMBON,AE.- Aksi demo yang dilakukan ratusan mahasiswa yang menentang rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Jumat (16/3) berakhir ricuh. Polisi dan mahasiswa baku hantam, Kapolres AKBP Siharwiyono pun dikeroyok mahasiswa, di Jalan Sultan Hairun depan Kantor Gubernur Maluku. Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Suharwiyono yang berusaha membubarkan para pendemo harus kena bogem menta dari para pengunjuk rasa. Tidak diketahui pasti alasan pemukulan yang dilakukan oleh mahasiswa kepada perwira menengah ini. Akibat pemukulan itu, tongkat komando dan baret serta kacamata milik orang nomor satu di jajaran Polres Ambon itu harus jatuh. Melihat komandannya dipukul, puluhan aparat kepolisian yang ditugaskan untuk mengamankan jalannya aksi demo mengamuk. Mereka mengejar para mahasiswa. Satu per satu mahasiswa dipukuli aparat kepolisan. Melihat kondisi yang terjepit, mahasiswa akhirnya melarikan diri ke arah Pengadilan Negeri Ambon. Sebagian lagi tetap bertahan di depan pintu kantor Gubernur. Ada juga yang berusaha melarikan diri ke dalam areal parkir kantor Wali Kota Ambon untuk menyelamatkan diri dari kejaran polisi. Ratusan mahasiswa ini sempat membela diri dengan melemparkan puluhan batu kearah aparat kepolisian di depan pintu kantor gubernur. Lemparan batu ini membuat sejumlah intel yang memantau aksi demo mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Tiga kali tembakan peringatan dikeluarkan untuk membubarkan para mahasiswa. Data yang diperoleh koran ini, mahasiswa yang terluka akibat terlibat baku hantam dengan aparat kepolisian masing-masing, Alimuddin Kolatlena, Amir Kelutur, Yaklim, Rustam Fakaubun, dan Rusdi Payapo. Satu mahasiswa Jalin Letsoin harus dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Hidup untuk mendapat pertolongan akibat dipukul oleh aparat keamanan. Sebelumnya, Letsoin diberikan pertolongan oleh petugas di pos penjagaan kantor gubernur, karena pingsan akibat dipukul aparat keamanan. Sementara di pihak kepolisian hingga berita ini diturunkan belum di peroleh informasi berapa yang mengalami luka-luka. Pantauan koran ini, sebelum insiden tersebut terjadi, ratusan mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAN) Ambon itu melakukan orasi di perempatan Jln AY Patty Ambon. Aksi ini untuk menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM. Ratusan mahasiswa ini kesal atas kebijakan pemerintah yang akan menaikan BBM. Mereka kemudian membakar ban bekas di perempatan Jln AY Patty Ambon. Tak puas berorasi, ratusan mahasiswa melakukan aksi demo dengan mengusung keranda jenasah menuju kantor Gubernur Maluku. Mereka awalnya hendak masuk ke halaman kantor gubernur melalui pintu yang berada disamping Jln Pattimura. Karena ketatnya penjagaan aparat kepolisian dan Satpol Pp, para pendemo kemudian balik arah menuju pintu belakang kantor gubernur. Disini mahasiswa mulai anarkis. Mereka merobohkan pintu pagar kantor gubernur yang terbuat dari besi, karena tidak diijinkan masuk pelataran kantor. Mereka kemudian menuju pintu sebelah kiri depan kantor gubernur. Bukan hanya melakukan aksi demo, mahasiswa juga menghadang jalur kendaraan yang melawati ruas jalan tersebut. Akibatnya kemacetan yang cukup panjang terjadi. Karena terbakar emosi, mahasiswa kemudian bergandengan tangan untuk menerobos pintu kantor gubernur. Berkali-kali berusaha, tetapi tidak bisa dilakukan karena ketatnya penjagaan aparat kepolisian. Kapolres Ambon AKBP Suharwiyono yang berusaha hadir di tengah-tengah mahasiswa untuk menenangkan mereka harus menerima pukulan dari mahasiswa. Aksi ini memicu aparat kepolisian bertindak tegas dengan memukul dan berusaha membubarkan mahasiswa. Suharwiyono mengatakan, insiden itu terjadi karena mahsiswa kesal pintu kantor gubernur ditutup. “Jadi masalah itu berkaitan dengan ditutupnya pagar kantor gubernur. Selain itu, pihak yang akan menerima yakni Kesbanglinmas sedang ke Masjid,” ungkapnya. Pihaknya berupaya untuk memberikan penjelasan kepada para pendemo agar rencana untuk bertemu dengan pejabat di Pemprov Maluku diundur hingga selesai Sholat Jumat. Perwira dengan dua melati dipundak ini mengaku, akan mengkaji masalah tersebut. “Kita akan mengkaji persoalannya. Saat ini kita sudah amankan 1 orang,”tegasnya. Mantan Kapolres SBB ini berjanji, akan mengawal penyampaian aspirasi mahasiswa sampai tuntas. Ini merupakan hak mahasiswa namun ada masyarakat. ‘’Ada hal lain juga yang sangat saya sesalkan terkait insiden tadi. Nanti kita mengobrol dengan kepala dingin untuk mencairkan persoalannya. Saya tidak ingin insiden ini terulang kembali,” tegasnya. Sementara itu, koordinator aksi demo Abdul Azis Yanlua mengatakan keluarga besar IAIN Ambon meminta agar Susilo Bambang Yudoyono harus turun dari jabatannya sebagai Presiden RI sebagai bentuk konsekuensi kebijakan pemerintah menaikan harga BBM. Soal insiden bentrokan, Yanlua menilai ada sebagian oknum polisi yang tidak dewasa. “Korban dari pihak kita akan kita lakukan visum dan kemudian kita laporkan. Sikap dari kepolisian tentu sangan brutal karena kita dari tadi sudah memberi info kalau tujuan kita untuk menyampaikan aspirasi. Dalam kondisi seperti ini khan polisi juga harus memahami psikologi para pendemo. Tapi yang terjadi malah direspon dengan cara yang negatif,” kesalnya. Sembari mengaku ada sepuluh orang mahasiswa yang diamankan oleh aparat kepolisian Polres Ambon dan Pp Lease. [Non-text portions of this message have been removed]
