Refl: Bagaimana perekonomian bisa mandek, kalau menurut dr SBY kenaikan harga 
BBM untuk menyelamatkan ekonomi?


http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/18/ArticleHtmls/RENCANA-KENAIKAN-HARGA-BAHAN-BAKAR-MINYAK-Perekonomian-Ditaksir-18032012004010.shtml?Mode=0

RENCANA KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK


 Perekonomian Ditaksir Mandek Enam Bulan 
JAKARTA ­ 
Namun inflasi tak akan berpengaruh besar.

Kepala Ekonom Danareksa Institute Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, enam 
bulan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak, pertumbuhan ekonomi akan 
stagnan. “Ini melihat pengalaman sebelumnya ketika harga BBM juga sempat naik 
pada sekitar Mei 2005 dan Oktober 2008,” katanya kepada Tempo kemarin. 
Stagnasi ekonomi itu terjadi karena berkurangnya daya beli masyarakat akibat 
lonjakan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok. Sebab lain adalah sikap 
pengusaha yang menunda ekspansi bisnis karena takut merugi. Untuk 
mengantisipasi hal itu, Purbaya menyarankan agar pemerintah dan Bank Indonesia 
mampu mengambil kebijakan yang tepat. 

“Bila tidak, ekonomi akan mengalami kemunduran dan pertumbuhan melambat di 
bawah 6 persen.” Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang 
Kebijakan Publik, Fiskal, dan Moneter, Hariyadi Sukamdani, tidak sependapat 
dengan analisis tersebut. Ia memperkirakan perlambatan ekonomi hanya 
berlangsung tiga bulan saja. “Sebab, dalam rentang waktu itu, industri masih 
menyesuaikan dengan penurunan daya beli masyarakat,”kata dia. 

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance, Aviliani, juga 
menilai langkah pemerintah menaikkan harga BBM tak akan membebani pertumbuhan 
ekonomi. Syaratnya, proyek infrastruktur bisa berjalan baik. Dia yakin konsumsi 
masyarakat kelas menengah sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi tidak 
akan terpengaruh kenaikan harga BBM. 
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ikhsan Modjo menilai munculnya 
inflasi akibat kenaikan harga BBM tidak bisa dihindari. Namun ia yakin inflasi 
itu tidak akan mempengaruhi ekonomi Indonesia. 

“Sebab, per Februari lalu, laju inflasi Indonesia sangat rendah,”katanya. 

Sementara itu, politikus dari PDI Perjuangan, Arief Budimanta, mengimbau 
pemerintah memperbaiki sistem pendistribusian BBM di berbagai daerah agar 
kelangkaan dan lonjakan harga BBM tidak lagi terjadi. Dia menengarai maraknya 
penimbunan BBM menjelang kenaikan harga sudah sering terjadi, tapi tidak pernah 
diantisipasi pemerintah. Pengamat perminyakan dari Center for Petroleum 
Economic Studies, Kurtubi, menilai keraguan pemerintah dalam mengambil 
keputusan memicu spekulasi dan berujung pada penimbunan BBM. 
Belum lama ini Tim Koordinasi Pengendalian BBM Bersubsidi berhasil mencegah 
penyelewengan 100 ribu 

liter solar di Long Bangun, Kalimantan Timur. Kapal berjenis landing craft tank 
yang diduga mengangkut solar bersubsidi ini telah ditahan pada 7 Maret lalu. 
Nakhoda kapal tak bisa menunjukkan surat pengantar dan delivery order yang 
jelas. 
Di Kalimantan Timur, jumlah kasus penimbunan dan penyelewengan BBM bersubsidi 
meningkat pesat pada kuartal pertama tahun ini dibanding periode serupa tahun 
lalu. Sejauh ini sudah terungkap 54 kasus dengan 60 orang ditetapkan sebagai 
tersangka. Polisi juga menyita barang bukti berupa 147 ribu liter solar, 24.812 
liter Premium, dan 600 liter minyak tanah. 

     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke