KEBOHONGAN SBY & PERTAMINA SOAL BBM DIBONGKAR
HABIS OLEH KWIK KIAN GIE & ANGGITO ABIMANYU
http://wargatumpat.blogspot.com/2012/03/pesisir-kenaikan-bbm-sby-pertamina.html

1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar
liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun.

2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun.

3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun.

4. Pertamina mengeluarkan uang utk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,-=Rp.35,658 
Triliun.

5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun.

6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan ini yang 
di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut SUBSIDI�.

7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran
Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di
Indonesia:

Rp.410,091 T  Rp.283,5 T = Rp.126,591 T

8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan dari Pertamina 
(karena  Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp.224,546 Trilyun.

*Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah 
kepada masyarakat.

9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu
sebesar perolehan hasil penjualan ke Pertamina  kekurangan yang dibayar 
Pemerintah (subsidi)= Rp. 224,546 T  Rp. 126,591 T
= Rp. 97,955 Trilyun

"Artinya, APBN tidak jebol seperti yang selama ini digembar-gemborkan, Justru 
saya jadi bertanya, dimana sisa uang keuntungan SBY menjual BBM sebesar Rp. 
97,955 Trilyun???.."

Kirim email ke