Politisi 'Moncong Putih': Pemerintah Cari-Cari Alasan Naikkan Harga BBM  
Rista Rama Dhany - detikFinance 
 
Foto: dok.detikFinance Jakarta - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR dari 
Fraksi PDI-P Dolfi OFP mengatakan pemerintah hanya mencari-cari alasan untuk 
menaikkan harga BBM subsidi dengan berkedok defisit anggaran 3,6%.

"Dari mana dasarnya kalau kita tidak naikkan harga BBM defisit anggaran bisa 
mencapai di atas 3% yakni 3,6%," kata Dolfi, dalam rapat dengan Badan Anggaran 
(Banggar) DPR dengan Menteri Keuangan dan Menteri ESDM di Gedung DPR, Senayan, 
Jakarta, Sabtu (24/3/2012).

Menurut Dolfi, alasan pemerintah, saat ini defisit sudah mencapai 2,6% untuk 
APBN belum lagi ditambah defisit anggaran 0,6% dari APBD, maka defisit anggaran 
bisa mencapai 3,2% akibat kenaikan harga minyak dunia.

"Dasarnya itu apa, pasalnya dalam undang-undang defisit APBN maksimal 3%, 
defisit APBD 3%, tidak bisa digabung dan menentukan bahwa defisit APBN kita di 
atas 3%," ujarnya.

Menurut Dolfi, pemerintah hanya mencari-cari alasan untuk menaikkan harga BBM 
subsidi, apalagi dalam penyajian dari Menteri keuangan Agus Martowardojo dalam 
rapat tersebut.

"Ada 25.000 rumah tangga miskin dan sangat miskin memiliki mobil, masa orang 
miskin punya mobil," herannya.

"Apalagi pemerintah tidak menampilkan data berapa pendapatan per hari 
masyarakat miskin, hampir miskin, karena harus jelas, jangan ini dijadikan 
alasan kita harus menaikkan harga BBM," imbuhnya.

Apalagi yang dikatakan Menteri Keuangan kalau harga BBM subsidi tidak 
dinaikkan, maka BBM subsidi yang ditetapkan dalam APBN 2012 yakni 40 juta 
kiloliter (KL) bisa over kuota bisa mencapai 47 juta KL.

"Angkanya fantastis sekali, dari mana dasarnya, padahal waktu merancang APBN 
2012 pada Oktober 2011 Fraksi PDI-P mengusulkan 43 jt KL, sementara pemerintah 
sangat yakin kuotanya hanya 40 jt KL, tapi ini di awal-awal sudah koar-koar 
kuota bisa over 47 jt KL, fantastis sekali, ini apakah pemerintah tidak 
sensitif dalam penyusunan APBN," tandasnya.

Saat ini pemerintah dan DPR terus melakukan rapat penentuan kenaikan harga BBM 
subsidi Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter yang rencananya akan dilakukan 1 
April 2012. Apakah rencana ini jadi?
JAKARTA METRO NEWS
http://jakartametronews.blogspot.com/

Kirim email ke