Bung Asahan ,
Jika Anda ingin lebih banyak mengetahui Riwayat (hubungan ) antara Frida
Khalo (istri dri Diego Rivera Dan Trotský - Lihatnya riwat hidup Percintaan
antara Trostký Dan Frida Khalo dalam film yang berjudul "FRIDA " ( dari nama
Frida Khalo) - saya rasa Film tsb bisa juga didapat/dieli dlm bentuk VC
(Video Cassete ) atau CD -
(CD Rom) .
PERLU DIKETAHUI FILM " FRIDA " Pernah memenangkan HADIAH UTAMA " GOLDN PALM"
di FESTIVAL FILM INTERNATIONAL (jika Tak salah di VENESIA - PD TAHUN 2002).
** SAYA SEMPAT MELIHAT FILM TSB TSB DI PRAGUE - tahun 2005 . BAGUS SEKALI !
** Agar Anda Dan Kawan2 lainnya bisa juga mengikuti dengan lebih mendetail ,
maka saya kirimkan pada Anda sekalian sbb:
1) LINK dari Dan tentang Film FRIDA tsb. : http://www.fridakahlofans
com/filmsenglish.html
2) Link khusu : tentang Frida Khalo Dan Riwayat
hidupnya : http://en.wikipedia.org/wiki/Frida_Kahlo
SELAMAT MENIKMATI
Marc.-
-------Original Message-------
From: ASAHAN
Date: 25.3.2012 19:36:09
To: [email protected]; SANTRI KIRI; Salim Said;
[email protected]; [email protected];
[email protected]; Group Diskusi Kita;
[email protected]; AKSARA SASTRA
Subject: [mimbar-bebas] Fw: #sastra-pembebasan# Kembalinya Trotskisme
----- Original Message -----
From: ASAHAN
To: SASTRA PEMBEBASAN
Sent: Saturday, March 24, 2012 12:35 AM
Subject: Fw: #sastra-pembebasan# Kembalinya Trotskisme
Saya jadi ingin mengetahui lebih banyak tentang hubungan Trotsky dengan
Diego Rivera. Yang saya tahu Diego Rivera adalah seorang pelukis terkenal
dan sangat produktif dan dia adalah juga suami dari seorang pelukis wanita
Frida Kahlo yang bahkan lebih terkenal dari Rivera sendiri. Frida Kahlo
pernah mengadakan hubungan cinta dan menjadi kekasih Trotsky dan gilanya
lagi Frida Kahlo adalah seorang pengagum Stalin yang juga melukis Stalin dan
gambar-gambar Palu arit. Yang menarik bagi saya bagaimana Trotsky dan Frida
Kahlo bisa bercintaan yang dalam pada itu Frida adalah seorang pengagum
Stalin sedangkan Trotsky sendiri adalah musuh bebuyutan Stalin. Dan juga
bagaimana Diego Rivera pernah berhubungan akrab dengan Trotsky. Frida Kahlo
adalah istri Diego Rivera, tapi memang Frida Kahlo adalah tukang pacaran dan
juga cantik meskipun sebagian besar dari hidupnya dia habiskan di tempat
tidur karena menderita fisik akibat kecelakaan lalu lintas yang lalu
mengalami operasi puluhan kali banyaknya. Sebagai pelukis yang menikmati
kemashuran dunia, Frida Kahlo sendiri jauh lebih terkenal daripada suaminya
yang Diego Rivera itu. Barangkali ada teman yang bisa mengetahui lebih
banyak tentang hubungan Diego Rivera- Frida Kahlo- LeonTrotsky yang luar
biasa uniknya ini.
Saya sering-sering sangat sukar untuk mengerti terjemahan tulisan tentang
Trotsky di bawah ini padahal ini sebuah tulisan yang sangat penting dan
berharga dan bernilai sejarah yang cukup tinggi.
Salam,
ASAHAN.
----- Original Message -----
From: ASAHAN
To: ASAHAN
Sent: Thursday, March 22, 2012 6:07 PM
Subject: Fw: #sastra-pembebasan# Kembalinya Trotskisme
----- Original Message -----
From: luoming1945
To: [email protected]
Sent: Thursday, March 22, 2012 5:16 PM
Subject: #sastra-pembebasan# Kembalinya Trotskisme
Kembalinya Trotskisme
I. Trotsky dan FBI
Pemuda Merah
Sebuah artikel muncul dalam The Independent pada 25/11/1993 yang memberikan
rincian sahabat hidup Leon Trotsky di Meksiko, Diego Rivera, yang memberikan
informasi kepada FBI pada siapa pun bahwa ia dicurigai sebagai agen GPU
(Badan Intelijen Soviet). Tuduhannya itu ditujukan terhadap siapa saja yang
bekerja di bawah organisasi seperti Partai Komunis Meksiko (PKM) sampai
kepada Serikat Buruh Meksiko. Hal ini sendiri adalah menarik karena secara
resmi Rivera dan Trotsky memutuskan hubungan pribadi pada tanggal 31 Mei
1940. Trotsky menulis dalam sebuah surat kepada kepala Distrik Federal di
Meksiko, "Saya tidak memiliki kesamaan kegiatan politik dengan Diego Rivera.
Kami memutuskan hubungan pribadi lima belas bulan lalu." (Arsip Nasional
Amerika Serikat ; Arsip Trotsky )
Tapi banyak orang yang berteman yang sama dengan kedua orang tersebut,
keduanya bekerja dibawah organisasi yang sama seperti American Committee for
the Defence of Leon Trotsky (ACDLT) (Komite Amerika untuk Pertahankan Leon
Trotsky). Charles Curtiss adalah seperti seorang teman yang mengirim untuk
Trotsky beberapa laporan pertemuannya dengan Rivera: "Selama kunjungan saya
di Meksiko, dari 4 Juli 1938 kira-kira sampai 15 Juli 1939, saya berhubungan
erat dengan Diego Rivera dan Leon Trotsky.... Saya melayani mereka sebagai
perantara antara mereka, " (Tulisan-tulisan Leon Trotsky, 1939-1940).
Trotsky tentu mengetahui hal ini, sehingga membantu Rivera dalam memasok
informasi kepada FBI.
Kembali ke artikel yang dimuat oleh The independen, seorang Profesor William
Chase dari Universitas Pittsburgh dikutip pada akhir artikel menyatakan
bahwa ia mempunyai 'informasi yang kongkret' untuk membuktikan bahwa Trotsky
adalah seorang informan FBI. Pemuda Merah (Red Youth) kemudian memperoleh
informasi ini (sumber relevan yang berhubungan dengan pembukaan rahasia
tertentu Arsip Nasional AS - RG 84 atau dari Prof Chase-nya sendiri. Setiap
bukti lain akan disebut setelah kutipan).
Menurut Profesor William Chase, informasi yang diberikan Trotsky kepada FBI
sebagai sarana untuk memperoleh visa AS. Tetapi sebagai Profesor hal yang
penting dikatakannya, "Dengan memberikan informasi tentang musuh bersama
kepada Konsulat AS, baik itu komunis Meksiko atau Amerika atau agen Soviet,
Trotsky berharap untuk membuktikan kebenaran atau kevalidan informasinya
kepada pemerintah AS yang tidak punya keinginan untuk memberinya visa. "
Tuduhan histeris Trotsky itu ditujukan terhadap siapa saja yang mungkin
berbagi simpati dengan Uni Soviet di bawah Stalin. Di Amerika, American
Committee for the Defence of Leon Trotsky (ACDLT) berkampanye untuk suaka
Trotsky di AS. Pada saat Kongres Dunia Menentang Perang dan Fasisme serta
Kongres Buruh Amerika Latin, Trotsky meminta pendukungnya untuk "kirimkan
surat sesegera mungkin nama-nama yang dikenal dari delegasi kongres sebagai
agen GPU (Badan Intelijen Uni Soviet"). Prof Chase mengakui sendiri sifat
konyol atas tuduhan yang menyebabkan orang berpikir tentang jumlah kaum
proletar yang jujur dan demokratis, yang namanya dipasok ke FBI, "Tuduhan
Trotsky bahwa kaum liberal dan radikal yang tidak berbagi terhadap pandangan
Trotsky tentang isu-isu tertentu adalah Stalinis atau agen GPU dukungan
selanjutnya di Amerika Serikat. "
Tapi ada lagi. Dengan memamerkan tinggi-tinggi tuduhan ini, Trotsky menerima
undangan untuk tampil di depan ' Dies Committee '. Komite ini dikenal
sebagai US Congress House Un-American Activities Committee. Hal itu untuk
menghubungkan dengan terang-terangan tokoh fasis, anti-demokrasi dengan
mencemarkan nama orang lain (witch-hunt; penyelidikan yang dilakukan
seolah-olah untuk mengungkap kegiatan subversif namun sebenarnya digunakan
untuk mengganggu dan merusak mereka dengan pandangan yang berbeda) dan
memainkan peran utama dalam melewati banyak hukum anti-buruh. Begitulah
sikap anti-fasis dan proletar dari pendirian Trotsky (untungnya, Trotsky
tidak pernah muncul di komite ini karena dia tidak pernah mendapatkan visa,
tetapi seperti yang akan kita lihat ia menyampaikan informasi kepada
pemerintah AS dengan cara lain). Sekarang kita sampai pada hal terpenting
laporan eksklusif Red Youth ini: hubungan asmara antara Trotsky dengan FBI:
"Pada bulan Juni [1940], Robert McGregor dari Konsulat AS bertemu dengan
Trotsky di rumahnya ... dia bertemu lagi dengan Trotsky pada 13 Juli ...
Trotsky mengatakan kepada McGregor secara mendetail tuduhan dan bukti yang
telah dikumpulkannya ... Dia memberikan kepada McGregor nama-nama para
pemimpin politik, tenaga kerja, dan pejabat pemerintah Meksiko yang diduga
terkait dengan Partai Komunis Meksiko [Meksiko dan Uni Soviet, hanya dua
negara inilah yang mendukung secara materi untuk melawan Fasisme Franco
dalam Perang Sipil Spanyol 1936 - 39]. Trotsky menuduh bahwa salah satu
Komintern [Internasionale Komunis] adalah agen terkemuka, Carlos Contreras
bertugas di Komite Sentral Partai Komunis Meksiko. Trotsky juga membahas
upaya dugaan Narciso Bassols, Mantan Duta Besar Meksiko untuk Prancis, yang
diklaim Trotsky adalah seorang agen Soviet, untuk menangkap Narciso Bassols
dengan mendeportasinya dari Meksiko. "
"Setelah diterima, Departemen Luar Negeri mengirim langsung memo McGregor ke
FBI.
'... Informasi tersebut, walaupun tidak baru, ditanggapinya dengan serius. "
Nah, dari hal tersebut Anda mengetahui. Lapisan luar anti-komunis dan
anti-demokratis AS dibagi bersama dengan Trotsky.
Sementara seluruh dunia sedang menghadapi serangan gencar dari pasukan fasis
ketika Uni Soviet dengan bimbingan dari Partai Komunis dan kawan Joseph
Stalin menghadapi serangan ini sendirian atas nama seluruh umat manusia yang
progresif, ketika koloni-koloni imperialisme berjuang untuk pembebasan
nasional, Trotsky dan organisasi organisasi busuknya membantu setiap reaksi
dimana-mana dan masih memainkan bagian penting sampai hari ini. Sementara
Red Youth mencetak bukti baru ini, hal itu adalah tidak mengejutkan untuk
kami atau siapa pun yang sudah berkenalan dengan peran Trotskyisme, dimana
Trotskyisme benar-benar agen dari klas yang berkuasa dalam pikiran barisan
klas pekerja dan digunakan untuk kepentingan musuh kita sampai hari ini
sebanyak di masa lalu. 'Semalaman banyak dari anti-Bolshevik tua mantan
tentara salib mereka meninggalkan garis pro-Tsar dan secara terbuka dalam
garis kontra-revolusioner, dan mengadopsi hal yang baru, mempersingkat
trotskis dalam rencana menyerang Revolusi Rusia `dari kiri'. Dalam
tahun-tahun berikutnya menjadi hal yang diterima oleh Lord Rothermere atau
William Randolph Hearst dengan menuduh Josef Stalin 'mengkhianati revolusi'
[kita masih bisa melihat ini seperti kita di ajarkan bahwa hal itu jelas
bahwa Trotsky adalah penerus alami untuk Lenin dalam sekolah-sekolah kita
dan harus membaca buku-buku informan negara lainnya dan Trotskyis - George
Orwell ]....
" Adolf Hitler membaca segera Otobiografi Trotsky setelah diterbitkan buku
tersebut. Penulis biografi Hitler, Konrad Heiden, mengatakan dalam `Der
Fuehrer' bagaimana pemimpin Nazi tersebut sangat terkejut dihadapan
lingkaran teman-temannya pada tahun 1930 serta memberikan pujian
sebesar-besarnya atas buku Otobiografi Trotsky tersebut (Konspirasi Besar
Melawan Rusia, ditulis oleh Kahn dan Sayers).
Tetapi untuk adilnya, Trotsky harus dibiarkan berbicara bagi dirinya sendiri
"Para petengkar yang malang secara sistematis diprovokasi oleh Lenin, bahwa
tangan lama dalam permainan, secara profesional mengeksploitasi semua yang
terbelakang dalam gerakan buruh Rusia, tampaknya seperti obsesi yang tidak
masuk akal.... Seluruh bangunan Leninisme dibangun di atas kebohongan dan
pemalsuan dan para beruang di dalam dirinya terdapat unsur-unsur beracun
dari pembusukannya sendiri. '(Surat kepada Chkeidze 1913)
"Brilliant!" Hitler menangis, melambaikan Trotsky's 'My Life' at his
followers. Saya telah belajar banyak dan Anda juga bisa! " ('Konspirasi
Besar').
Lalkar, Maret-April 1997.
II. Tentang Penggunaan Trotskyis sebagai Agen Mata-mata Jepang di Tiongkok
Mao Zedong
Mao Zedong, Sekretaris Partai Komunis Tiongkok, menyatakan tentang kerjasama
antara Jepang dengan Trotskyis: "hanya beberapa saat yang lalu di salah satu
divisi dari Tentara Rakyat Revolusioner Rute Kedelapan", seorang pria dengan
nama Yu Shih terekspos sebagai seorang anggota organisasi Trotskis Shanghai.
Jepang telah mengirim Yu Shih di sana dari Shanghai sehingga dia bisa
melakukan pekerjaan spionase di Tentara Rute Kedelapan dan melaksanakan
pekerjaan sabotase.
"Di wilayah tengah Hebei kaum Trotskyis menyelenggarakan 'Partisan-Kompi'
dalam instruksi langsung dari markas Jepang dan menyebutnya 'Bagian Kedua
dari Tentara Kedelapan'. Pada bulan Maret dua batalyon kompi ini
mengorganisir sebuah pemberontakan tapi bandit-bandit ini menyerah oleh
Tentara Kedelapan dan melucuti senjata mereka. Di Wilayah Perbatasan,
beberapa orang seperti yang ditangkap oleh unit-unit pertahanan diri kaum
tani yang melakukan perjuangan sengit melawan pengkhianat dan mata-mata.
Agen-agen Trotskyis sedang dikirim ke Daerah Perbatasan di mana mereka
secara sistematis menerapkan semua metode dalam pekerjaan mereka melawan
sabotase kerjasama Kuomintang dan Partai Komunis. Mereka mencoba untuk
menghancurkan moral para prajurit Tentara Rute Kedelapan, mahasiswa dan
Rakyat di Daerah Perbatasan. Mereka mencoba untuk menghasut Rakyat Tiongkok
melawan Front Persatuan, melawan Pemerintah Pusat, melawan perang
kemerdekaan, melawan Marsekal Chiang Kaishek. '
Dalam sebuah wawancara dengan wartawan Soviet, R. Carmen yang saat ini di
Tiongkok, Mao, yang diakui oleh Jepang sebagai ahli strategi terbaik
Tiongkok, menyatakan bahwa upaya-upaya reaksioner Inggris dan politisi
lainnya untuk meyakinkan Tiongkok melepaskan rencananya diperuntukkan untuk
dihancurkan. "Tiongkok tidak hanya menentukkan dalam mengalahkan Jepang,
tapi juga untuk memperkuat Front Persatuan Nasional dan untuk
memperpanjangnya. Hanya sangat sedikit orang yang ingin memiliki pemahaman
dengan Jepang dan melawan Pemerintah Pusat Anti-Jepang dan Front Persatuan .
. Jika kita tidak menghancurkan orang-orang ini maka akan sulit untuk menang
melawan Jepang. Tapi Rakyat Tiongkok - dan dengan mereka kaum Komunis,
unsur-unsur progresif dalam Kuomintang dan pihak lain bertekad dalam
perjuangannya untuk mencapai tujuan kemenangan.
Diterjemahkan dari bahasa Jerman oleh V.P. Sharma.
Rundschau (Basel), No 41, 3 Agustus 1939, hal 1169.
Diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Dzokovick Sabranglor.
Keterangan tambahan:
Kelompok Trotskyis di Indonesia juga digunakan oleh badan intelijen Angkatan
Laut Jepang (Kaigun) dalam rangka menggagalkan kekuatan anti fasis dan
menghancurkan kekuatan PKI. Berdasar atas sumber intelijen RI pada saat
pengusutan kasus Peristiwa 3 Juli 1946, ditemukan sebuah informasi bahwa
perubahan nama menjadi Proletaris Aslia Republik Internasional merupakan
penyesuaian dengan semboyan Jepang menciptakan apa yang disebut dengan
Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, dengan sedikit varian tambahan Ustralia
di samping Asia. Perubahan nama itu sejalan dengan masuknya Tan Malaka ke
dalam gerakan di bawah tanah Jepang `Naga Hitam'.
Gerakan itu diorganisasi oleh badan intelijen Angkatan Laut Jepang (Kaigun).
Petugas-petugas intelijen RI pada era awal kemerdekaan telah mendapatkan
sumber informasi mengenai masuknya Tan Malaka ke Indonesia di daerah Banten
dengan bantuan Kaigun. Ia menyamar melalui romusha dengan memakai nama depan
aslinya Ibrahim. Nama asli lengkapnya adalah Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan
Malaka. Maka tidak mengherankan jika kemudian Tan Malaka muncul di daerah
Banten, bekerja di perusahaan Jepang Bayah Kozan. Organisasi intelijen
Kaigun memang merekrut kader-kader berkebangsaan Indonesia. Di antara mereka
adalah Zulkifli Lubis. Tidak jelas bagaimana hubungannya dengan Tan Malaka.
Namun, terutama pada masa organisasi rahasia Lubis masih bernama BRANI
(Badan Rahasia Negara Indonesia), oleh Lubis dan inti pimpinan organisasinya
ditampung elemen-elemen pengikut Tan Malaka dari kalangan Partai Murba dan
Laskar Rakyat Jawa Barat, di samping elemen-elemen lain termasuk yang dari
kalangan militer dan polisi. Seperti misalnya wakil Lubis, mayor Mohammad
(nama lengkapnya dengan tambahan sendiri adalah Mohammad Ahmad Sakyamuni),
seorang jebolan Sekolah Tinggi Kehakiman, bukan berasal dari kalangan Kaigun
tapi bekas aktivis GPII.
Tan Malaka ada yang mengkategorikan sebagai Trotskyis, terutama karena telah
meninggalkan PKI dan dilihat dari ulah kekiri-kiriannya. Namun Komite
Internasional dari Internasionale ke-Empat (ICFI) menolak penyamaan
politiknya dengan politik Tan Malaka. Di Srilangka, Partai Langka Samasamaja
(LSSP) yang pernah terkenal sebagai partai Trotskyis, oleh ICFI
dikategorikan sebagai partai burjuis. Di sini tidak berarti membenarkan
garis politik ICFI. Penolakan ICFI terhadap politik Tan Malaka dan politik
Partai Langka Samasamaja adalah untuk menutupi belangnya sebagai organisasi
pseudo revolusioner. Sebabnya bekas pengikut-pengikutnya banyak yang
memanifestasikan diri di dalam politik yang tidak ada ubahnya seperti
politik burjuasi.
Adapun Tan Malaka dilahirkan di Pandan Gadang Sumatera Barat. Ia dikatakan
mati ditembak oleh tentara Republik Indonesia pada tanggal 19 februari 1949.
Mengenai kematian Tan Malaka, sumber-sumber beritanya bersifat kontroversial
Tidak seperti yang pada umumnya dikemukakan selama ini tentang bagaimana
Tan Malaka mati, ada sumber keterangan dari pemuda-pemuda pejuang gerilya
dari daerah Blitar pada akhir tahun 1949, yang menyatakan bahwa Tan Malaka
dibunuh oleh orang yang pernah mengagumi dirinya, yaitu mayor Sabaruddin,
salah seorang komandan batalyon Divisi IV TNI Jawa Timur. Tan Malaka
dianggap tidak konsekwen dengan ucapan-ucapannya yang selalu menyengat.
Selama berada di daerah gerilya ia hanya bersembunyi.
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.5.455 / Virus Database: 271.1.1/4283 - Release Date: 03/20/12
19:34:00
[Non-text portions of this message have been removed]