Bung Asahan ini Link Tambahan (Susulan) http://id.wikipedia.org/wiki/Frida_Kahlo ( Wikipedia dalam bhs Indonesia )
http://www.fridakahlofans.com/mainmenu.html -------Original Message------- From: Marco Date: 25.3.2012 23:17:25 To: [email protected]; Group-santrikiri; Salim Said; [email protected]; Mimbar Bebas Milist; [email protected]; [email protected]; [email protected]; AKSARA SASTRA; ASAHAN Subject: Re: [mimbar-bebas] Fw: #sastra-pembebasan# Kembalinya Trotskisme Bung Asahan , Jika Anda ingin lebih banyak mengetahui Riwayat (hubungan ) antara Frida Khalo (istri dri Diego Rivera Dan Trotský - Lihatnya riwat hidup Percintaan antara Trostký Dan Frida Khalo dalam film yang berjudul "FRIDA " ( dari nama Frida Khalo) - saya rasa Film tsb bisa juga didapat/dieli dlm bentuk VC (Video Cassete ) atau CD - (CD Rom) . PERLU DIKETAHUI FILM " FRIDA " Pernah memenangkan HADIAH UTAMA " GOLDN PALM" di FESTIVAL FILM INTERNATIONAL (jika Tak salah di VENESIA - PD TAHUN 2002). ** SAYA SEMPAT MELIHAT FILM TSB TSB DI PRAGUE - tahun 2005 . BAGUS SEKALI ! ** Agar Anda Dan Kawan2 lainnya bisa juga mengikuti dengan lebih mendetail , maka saya kirimkan pada Anda sekalian sbb: 1) LINK dari Dan tentang Film FRIDA tsb. : http://www.fridakahlofans com/filmsenglish.html 2) Link khusu : tentang Frida Khalo Dan Riwayat hidupnya : http://en.wikipedia.org/wiki/Frida_Kahlo SELAMAT MENIKMATI Marc.- -------Original Message------- From: ASAHAN Date: 25.3.2012 19:36:09 To: [email protected]; SANTRI KIRI; Salim Said; [email protected]; [email protected]; [email protected]; Group Diskusi Kita; [email protected]; AKSARA SASTRA Subject: [mimbar-bebas] Fw: #sastra-pembebasan# Kembalinya Trotskisme ----- Original Message ----- From: ASAHAN To: SASTRA PEMBEBASAN Sent: Saturday, March 24, 2012 12:35 AM Subject: Fw: #sastra-pembebasan# Kembalinya Trotskisme Saya jadi ingin mengetahui lebih banyak tentang hubungan Trotsky dengan Diego Rivera. Yang saya tahu Diego Rivera adalah seorang pelukis terkenal dan sangat produktif dan dia adalah juga suami dari seorang pelukis wanita Frida Kahlo yang bahkan lebih terkenal dari Rivera sendiri. Frida Kahlo pernah mengadakan hubungan cinta dan menjadi kekasih Trotsky dan gilanya lagi Frida Kahlo adalah seorang pengagum Stalin yang juga melukis Stalin dan gambar-gambar Palu arit. Yang menarik bagi saya bagaimana Trotsky dan Frida Kahlo bisa bercintaan yang dalam pada itu Frida adalah seorang pengagum Stalin sedangkan Trotsky sendiri adalah musuh bebuyutan Stalin. Dan juga bagaimana Diego Rivera pernah berhubungan akrab dengan Trotsky. Frida Kahlo adalah istri Diego Rivera, tapi memang Frida Kahlo adalah tukang pacaran dan juga cantik meskipun sebagian besar dari hidupnya dia habiskan di tempat tidur karena menderita fisik akibat kecelakaan lalu lintas yang lalu mengalami operasi puluhan kali banyaknya. Sebagai pelukis yang menikmati kemashuran dunia, Frida Kahlo sendiri jauh lebih terkenal daripada suaminya yang Diego Rivera itu. Barangkali ada teman yang bisa mengetahui lebih banyak tentang hubungan Diego Rivera- Frida Kahlo- LeonTrotsky yang luar biasa uniknya ini. Saya sering-sering sangat sukar untuk mengerti terjemahan tulisan tentang Trotsky di bawah ini padahal ini sebuah tulisan yang sangat penting dan berharga dan bernilai sejarah yang cukup tinggi. Salam, ASAHAN. ----- Original Message ----- From: ASAHAN To: ASAHAN Sent: Thursday, March 22, 2012 6:07 PM Subject: Fw: #sastra-pembebasan# Kembalinya Trotskisme ----- Original Message ----- From: luoming1945 To: [email protected] Sent: Thursday, March 22, 2012 5:16 PM Subject: #sastra-pembebasan# Kembalinya Trotskisme Kembalinya Trotskisme I. Trotsky dan FBI Pemuda Merah Sebuah artikel muncul dalam The Independent pada 25/11/1993 yang memberikan rincian sahabat hidup Leon Trotsky di Meksiko, Diego Rivera, yang memberikan informasi kepada FBI pada siapa pun bahwa ia dicurigai sebagai agen GPU (Badan Intelijen Soviet). Tuduhannya itu ditujukan terhadap siapa saja yang bekerja di bawah organisasi seperti Partai Komunis Meksiko (PKM) sampai kepada Serikat Buruh Meksiko. Hal ini sendiri adalah menarik karena secara resmi Rivera dan Trotsky memutuskan hubungan pribadi pada tanggal 31 Mei 1940. Trotsky menulis dalam sebuah surat kepada kepala Distrik Federal di Meksiko, "Saya tidak memiliki kesamaan kegiatan politik dengan Diego Rivera. Kami memutuskan hubungan pribadi lima belas bulan lalu." (Arsip Nasional Amerika Serikat ; Arsip Trotsky ) Tapi banyak orang yang berteman yang sama dengan kedua orang tersebut, keduanya bekerja dibawah organisasi yang sama seperti American Committee for the Defence of Leon Trotsky (ACDLT) (Komite Amerika untuk Pertahankan Leon Trotsky). Charles Curtiss adalah seperti seorang teman yang mengirim untuk Trotsky beberapa laporan pertemuannya dengan Rivera: "Selama kunjungan saya di Meksiko, dari 4 Juli 1938 kira-kira sampai 15 Juli 1939, saya berhubungan erat dengan Diego Rivera dan Leon Trotsky.... Saya melayani mereka sebagai perantara antara mereka, " (Tulisan-tulisan Leon Trotsky, 1939-1940). Trotsky tentu mengetahui hal ini, sehingga membantu Rivera dalam memasok informasi kepada FBI. Kembali ke artikel yang dimuat oleh The independen, seorang Profesor William Chase dari Universitas Pittsburgh dikutip pada akhir artikel menyatakan bahwa ia mempunyai 'informasi yang kongkret' untuk membuktikan bahwa Trotsky adalah seorang informan FBI. Pemuda Merah (Red Youth) kemudian memperoleh informasi ini (sumber relevan yang berhubungan dengan pembukaan rahasia tertentu Arsip Nasional AS - RG 84 atau dari Prof Chase-nya sendiri. Setiap bukti lain akan disebut setelah kutipan). Menurut Profesor William Chase, informasi yang diberikan Trotsky kepada FBI sebagai sarana untuk memperoleh visa AS. Tetapi sebagai Profesor hal yang penting dikatakannya, "Dengan memberikan informasi tentang musuh bersama kepada Konsulat AS, baik itu komunis Meksiko atau Amerika atau agen Soviet, Trotsky berharap untuk membuktikan kebenaran atau kevalidan informasinya kepada pemerintah AS yang tidak punya keinginan untuk memberinya visa. " Tuduhan histeris Trotsky itu ditujukan terhadap siapa saja yang mungkin berbagi simpati dengan Uni Soviet di bawah Stalin. Di Amerika, American Committee for the Defence of Leon Trotsky (ACDLT) berkampanye untuk suaka Trotsky di AS. Pada saat Kongres Dunia Menentang Perang dan Fasisme serta Kongres Buruh Amerika Latin, Trotsky meminta pendukungnya untuk "kirimkan surat sesegera mungkin nama-nama yang dikenal dari delegasi kongres sebagai agen GPU (Badan Intelijen Uni Soviet"). Prof Chase mengakui sendiri sifat konyol atas tuduhan yang menyebabkan orang berpikir tentang jumlah kaum proletar yang jujur dan demokratis, yang namanya dipasok ke FBI, "Tuduhan Trotsky bahwa kaum liberal dan radikal yang tidak berbagi terhadap pandangan Trotsky tentang isu-isu tertentu adalah Stalinis atau agen GPU dukungan selanjutnya di Amerika Serikat. " Tapi ada lagi. Dengan memamerkan tinggi-tinggi tuduhan ini, Trotsky menerima undangan untuk tampil di depan ' Dies Committee '. Komite ini dikenal sebagai US Congress House Un-American Activities Committee. Hal itu untuk menghubungkan dengan terang-terangan tokoh fasis, anti-demokrasi dengan mencemarkan nama orang lain (witch-hunt; penyelidikan yang dilakukan seolah-olah untuk mengungkap kegiatan subversif namun sebenarnya digunakan untuk mengganggu dan merusak mereka dengan pandangan yang berbeda) dan memainkan peran utama dalam melewati banyak hukum anti-buruh. Begitulah sikap anti-fasis dan proletar dari pendirian Trotsky (untungnya, Trotsky tidak pernah muncul di komite ini karena dia tidak pernah mendapatkan visa, tetapi seperti yang akan kita lihat ia menyampaikan informasi kepada pemerintah AS dengan cara lain). Sekarang kita sampai pada hal terpenting laporan eksklusif Red Youth ini: hubungan asmara antara Trotsky dengan FBI: "Pada bulan Juni [1940], Robert McGregor dari Konsulat AS bertemu dengan Trotsky di rumahnya ... dia bertemu lagi dengan Trotsky pada 13 Juli ... Trotsky mengatakan kepada McGregor secara mendetail tuduhan dan bukti yang telah dikumpulkannya ... Dia memberikan kepada McGregor nama-nama para pemimpin politik, tenaga kerja, dan pejabat pemerintah Meksiko yang diduga terkait dengan Partai Komunis Meksiko [Meksiko dan Uni Soviet, hanya dua negara inilah yang mendukung secara materi untuk melawan Fasisme Franco dalam Perang Sipil Spanyol 1936 - 39]. Trotsky menuduh bahwa salah satu Komintern [Internasionale Komunis] adalah agen terkemuka, Carlos Contreras bertugas di Komite Sentral Partai Komunis Meksiko. Trotsky juga membahas upaya dugaan Narciso Bassols, Mantan Duta Besar Meksiko untuk Prancis, yang diklaim Trotsky adalah seorang agen Soviet, untuk menangkap Narciso Bassols dengan mendeportasinya dari Meksiko. " "Setelah diterima, Departemen Luar Negeri mengirim langsung memo McGregor ke FBI. '... Informasi tersebut, walaupun tidak baru, ditanggapinya dengan serius. " Nah, dari hal tersebut Anda mengetahui. Lapisan luar anti-komunis dan anti-demokratis AS dibagi bersama dengan Trotsky. Sementara seluruh dunia sedang menghadapi serangan gencar dari pasukan fasis ketika Uni Soviet dengan bimbingan dari Partai Komunis dan kawan Joseph Stalin menghadapi serangan ini sendirian atas nama seluruh umat manusia yang progresif, ketika koloni-koloni imperialisme berjuang untuk pembebasan nasional, Trotsky dan organisasi organisasi busuknya membantu setiap reaksi dimana-mana dan masih memainkan bagian penting sampai hari ini. Sementara Red Youth mencetak bukti baru ini, hal itu adalah tidak mengejutkan untuk kami atau siapa pun yang sudah berkenalan dengan peran Trotskyisme, dimana Trotskyisme benar-benar agen dari klas yang berkuasa dalam pikiran barisan klas pekerja dan digunakan untuk kepentingan musuh kita sampai hari ini sebanyak di masa lalu. 'Semalaman banyak dari anti-Bolshevik tua mantan tentara salib mereka meninggalkan garis pro-Tsar dan secara terbuka dalam garis kontra-revolusioner, dan mengadopsi hal yang baru, mempersingkat trotskis dalam rencana menyerang Revolusi Rusia `dari kiri'. Dalam tahun-tahun berikutnya menjadi hal yang diterima oleh Lord Rothermere atau William Randolph Hearst dengan menuduh Josef Stalin 'mengkhianati revolusi' [kita masih bisa melihat ini seperti kita di ajarkan bahwa hal itu jelas bahwa Trotsky adalah penerus alami untuk Lenin dalam sekolah-sekolah kita dan harus membaca buku-buku informan negara lainnya dan Trotskyis - George Orwell ].... " Adolf Hitler membaca segera Otobiografi Trotsky setelah diterbitkan buku tersebut. Penulis biografi Hitler, Konrad Heiden, mengatakan dalam `Der Fuehrer' bagaimana pemimpin Nazi tersebut sangat terkejut dihadapan lingkaran teman-temannya pada tahun 1930 serta memberikan pujian sebesar-besarnya atas buku Otobiografi Trotsky tersebut (Konspirasi Besar Melawan Rusia, ditulis oleh Kahn dan Sayers). Tetapi untuk adilnya, Trotsky harus dibiarkan berbicara bagi dirinya sendiri "Para petengkar yang malang secara sistematis diprovokasi oleh Lenin, bahwa tangan lama dalam permainan, secara profesional mengeksploitasi semua yang terbelakang dalam gerakan buruh Rusia, tampaknya seperti obsesi yang tidak masuk akal.... Seluruh bangunan Leninisme dibangun di atas kebohongan dan pemalsuan dan para beruang di dalam dirinya terdapat unsur-unsur beracun dari pembusukannya sendiri. '(Surat kepada Chkeidze 1913) "Brilliant!" Hitler menangis, melambaikan Trotsky's 'My Life' at his followers. Saya telah belajar banyak dan Anda juga bisa! " ('Konspirasi Besar'). Lalkar, Maret-April 1997. II. Tentang Penggunaan Trotskyis sebagai Agen Mata-mata Jepang di Tiongkok Mao Zedong Mao Zedong, Sekretaris Partai Komunis Tiongkok, menyatakan tentang kerjasama antara Jepang dengan Trotskyis: "hanya beberapa saat yang lalu di salah satu divisi dari Tentara Rakyat Revolusioner Rute Kedelapan", seorang pria dengan nama Yu Shih terekspos sebagai seorang anggota organisasi Trotskis Shanghai. Jepang telah mengirim Yu Shih di sana dari Shanghai sehingga dia bisa melakukan pekerjaan spionase di Tentara Rute Kedelapan dan melaksanakan pekerjaan sabotase. "Di wilayah tengah Hebei kaum Trotskyis menyelenggarakan 'Partisan-Kompi' dalam instruksi langsung dari markas Jepang dan menyebutnya 'Bagian Kedua dari Tentara Kedelapan'. Pada bulan Maret dua batalyon kompi ini mengorganisir sebuah pemberontakan tapi bandit-bandit ini menyerah oleh Tentara Kedelapan dan melucuti senjata mereka. Di Wilayah Perbatasan, beberapa orang seperti yang ditangkap oleh unit-unit pertahanan diri kaum tani yang melakukan perjuangan sengit melawan pengkhianat dan mata-mata. Agen-agen Trotskyis sedang dikirim ke Daerah Perbatasan di mana mereka secara sistematis menerapkan semua metode dalam pekerjaan mereka melawan sabotase kerjasama Kuomintang dan Partai Komunis. Mereka mencoba untuk menghancurkan moral para prajurit Tentara Rute Kedelapan, mahasiswa dan Rakyat di Daerah Perbatasan. Mereka mencoba untuk menghasut Rakyat Tiongkok melawan Front Persatuan, melawan Pemerintah Pusat, melawan perang kemerdekaan, melawan Marsekal Chiang Kaishek. ' Dalam sebuah wawancara dengan wartawan Soviet, R. Carmen yang saat ini di Tiongkok, Mao, yang diakui oleh Jepang sebagai ahli strategi terbaik Tiongkok, menyatakan bahwa upaya-upaya reaksioner Inggris dan politisi lainnya untuk meyakinkan Tiongkok melepaskan rencananya diperuntukkan untuk dihancurkan. "Tiongkok tidak hanya menentukkan dalam mengalahkan Jepang, tapi juga untuk memperkuat Front Persatuan Nasional dan untuk memperpanjangnya. Hanya sangat sedikit orang yang ingin memiliki pemahaman dengan Jepang dan melawan Pemerintah Pusat Anti-Jepang dan Front Persatuan . . Jika kita tidak menghancurkan orang-orang ini maka akan sulit untuk menang melawan Jepang. Tapi Rakyat Tiongkok - dan dengan mereka kaum Komunis, unsur-unsur progresif dalam Kuomintang dan pihak lain bertekad dalam perjuangannya untuk mencapai tujuan kemenangan. Diterjemahkan dari bahasa Jerman oleh V.P. Sharma. Rundschau (Basel), No 41, 3 Agustus 1939, hal 1169. Diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Dzokovick Sabranglor. Keterangan tambahan: Kelompok Trotskyis di Indonesia juga digunakan oleh badan intelijen Angkatan Laut Jepang (Kaigun) dalam rangka menggagalkan kekuatan anti fasis dan menghancurkan kekuatan PKI. Berdasar atas sumber intelijen RI pada saat pengusutan kasus Peristiwa 3 Juli 1946, ditemukan sebuah informasi bahwa perubahan nama menjadi Proletaris Aslia Republik Internasional merupakan penyesuaian dengan semboyan Jepang menciptakan apa yang disebut dengan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, dengan sedikit varian tambahan Ustralia di samping Asia. Perubahan nama itu sejalan dengan masuknya Tan Malaka ke dalam gerakan di bawah tanah Jepang `Naga Hitam'. Gerakan itu diorganisasi oleh badan intelijen Angkatan Laut Jepang (Kaigun). Petugas-petugas intelijen RI pada era awal kemerdekaan telah mendapatkan sumber informasi mengenai masuknya Tan Malaka ke Indonesia di daerah Banten dengan bantuan Kaigun. Ia menyamar melalui romusha dengan memakai nama depan aslinya Ibrahim. Nama asli lengkapnya adalah Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka. Maka tidak mengherankan jika kemudian Tan Malaka muncul di daerah Banten, bekerja di perusahaan Jepang Bayah Kozan. Organisasi intelijen Kaigun memang merekrut kader-kader berkebangsaan Indonesia. Di antara mereka adalah Zulkifli Lubis. Tidak jelas bagaimana hubungannya dengan Tan Malaka. Namun, terutama pada masa organisasi rahasia Lubis masih bernama BRANI (Badan Rahasia Negara Indonesia), oleh Lubis dan inti pimpinan organisasinya ditampung elemen-elemen pengikut Tan Malaka dari kalangan Partai Murba dan Laskar Rakyat Jawa Barat, di samping elemen-elemen lain termasuk yang dari kalangan militer dan polisi. Seperti misalnya wakil Lubis, mayor Mohammad (nama lengkapnya dengan tambahan sendiri adalah Mohammad Ahmad Sakyamuni), seorang jebolan Sekolah Tinggi Kehakiman, bukan berasal dari kalangan Kaigun tapi bekas aktivis GPII. Tan Malaka ada yang mengkategorikan sebagai Trotskyis, terutama karena telah meninggalkan PKI dan dilihat dari ulah kekiri-kiriannya. Namun Komite Internasional dari Internasionale ke-Empat (ICFI) menolak penyamaan politiknya dengan politik Tan Malaka. Di Srilangka, Partai Langka Samasamaja (LSSP) yang pernah terkenal sebagai partai Trotskyis, oleh ICFI dikategorikan sebagai partai burjuis. Di sini tidak berarti membenarkan garis politik ICFI. Penolakan ICFI terhadap politik Tan Malaka dan politik Partai Langka Samasamaja adalah untuk menutupi belangnya sebagai organisasi pseudo revolusioner. Sebabnya bekas pengikut-pengikutnya banyak yang memanifestasikan diri di dalam politik yang tidak ada ubahnya seperti politik burjuasi. Adapun Tan Malaka dilahirkan di Pandan Gadang Sumatera Barat. Ia dikatakan mati ditembak oleh tentara Republik Indonesia pada tanggal 19 februari 1949. Mengenai kematian Tan Malaka, sumber-sumber beritanya bersifat kontroversial Tidak seperti yang pada umumnya dikemukakan selama ini tentang bagaimana Tan Malaka mati, ada sumber keterangan dari pemuda-pemuda pejuang gerilya dari daerah Blitar pada akhir tahun 1949, yang menyatakan bahwa Tan Malaka dibunuh oleh orang yang pernah mengagumi dirinya, yaitu mayor Sabaruddin, salah seorang komandan batalyon Divisi IV TNI Jawa Timur. Tan Malaka dianggap tidak konsekwen dengan ucapan-ucapannya yang selalu menyengat. Selama berada di daerah gerilya ia hanya bersembunyi. No virus found in this incoming message. Checked by AVG - www.avg.com Version: 8.5.455 / Virus Database: 271.1.1/4283 - Release Date: 03/20/12 19:34:00 [Non-text portions of this message have been removed]
