Romo Magnus Suseno atau saya singkat saja RMS (tanpa asosiasi kemana-mana), 
saya duga keras telah juga membaca "Pleidoi Sudisman". Sudisman dalam 
Pleidoinya telah mengesahkan "keterlibatan sementara Pimpinan PKI dalam G30S" 
dan kemudian disambut dengan tepuk tangan riuh rendah oleh John Roosa dalam 
salah satu bab di bukunya "Dalih Pembunuhan Massal" dalam judul "perencanaan 
Aidit".

Kita tahu belakangan, secara implisit  dan explisit sudah dibantah oleh dokumen 
CIA sendiri dan yang paling belakangan ahir-ahir ini, juga kepala(Chef) Arsip 
Nasional Inggris mempertegas kembali peranan dalang oleh CIA bersama badan 
intelejen mata-mata Inggris(M16) yang meng-scenario G30S. PKI jadi kambing 
hitam yang sekaligus jadi kambing sembelihan suharto(kita tahu sate daging 
kambing hitam jauh lebih enak dari daging domba putih yang sangat dikenal oleh 
RMS).

Jadi apakah kita akan sepenuhnya menyalahkan RMS? yang dalam pada itu sebagian 
dari para kaum Oportunis kanan kiri PKI (Oporkaki PKI) juga percaya bahwa 
Partai mereka terlibat dan dalang G30S? Mereka punya dokumen...Sudisman bilang 
begitu. John Roosa punya dokumen: Sudisman dan Syam 
Kamaruzzzzzzzzzzzzzzzzzzaman bilang begitu! dan juga suharto bilang begitu 
.Sedangkan para pemimpin PKI yang tertuduh sudah tidak bisa bilang apa-apa 
lagi...mereka sudah ditembak mati duluan oleh suharto. Padahal CIA dan M16-nya 
Inggris bilang lain. Tidak percaya sama CIA, itu baik-baik saja. Tapi percaya 
pada suharto? itu fatal. 

Misteri sekitar G30S sesungguhnya sudah terpecahkan. Hanya kepala suharto yang 
tidak sempat dipecahkan. Dia keburu mati meskipun sudah menunggu hingga usia 87 
tahun. PKI adalah korban fitnah suharto dan G30S adalah dibawah scenario CIA 
beserta para sahabat Barat mereka lainnya. Zo simpel is dat! Mengapa SBY 
tiba-tiba punya niat minta maaf? (kalau memang betul begitu). 

Karena dia tahu fitnah tidak akan berumur lama dan bahkan dia tidak terkesan 
sedikitpun meskipun musuh-musuhnya suharto sendiri (Oporkaki PKI) turut 
mengamini fitnah suharto: "PKI dalang G30S". Ah, biarkanlah mereka menyesal 
jadi Komunis dengan dalih Partai Komunis Indonesia dalang G30S. Mungkin semula 
mereka  pernah punya niat untuk menulis buku dengan  judul "Dalih Membuang PKI".

Dan kita tahu sekarang, kerja sama suharto-sudisman telah membikin rumit, luar 
biasa rumitnya mengenai hal yang teramat sederhana: PKI kena fitnah, CIA 
dalang, suharto-sudisman dua mata wayang. Sedangkan Romo Magnus Suseno adalah 
advocaat van de devil
ASAHAN.



----- Original Message ----- 

  
ROMO MAGNIS SAMA SEKALI TIDAK MANIS

Menurut hemat saya, Romo Magnis berusaha mengatakan semua pihak bersalah. Yang 
dulu salah, belakangan diperlakukan kejam, dan yang dulu kejam juga salah. 
Karena itu, mumpung ada tokoh, apalagi Presiden, mengajak kita meminta maaf 
atas semua kesalahan, maka inilah momen manis untuk mencuci nurani dengan 
mengajak mari kita meminta maaf.

Sejauh itu, barangkali tulisan itu masih rada manislah. Tapi lalu apa artinya 
kalau semua itu, yg dulu dan yg belakangan salah berserta kesalahan2nya, apa 
maknanya bagi pengertian sejarah? Mea culpa, alias minta maaf, oK OK saja, tapi 
minta maaf atas realitas yang mana? Realitas yang dulu oleh pihak yang satu, 
atau kekejaman yang belakangan yang dilakukan oleh pihak lain? Terutama, apakah 
sebanding kesalahan cq kekejaman yang lalu dan yang belakangan?

Di situ, tulisan Magnis menjadi mulai tidak manis, sebab dia tidak mengungkap 
realitas baru atau pun menawarkan.analisis atau wawasan (insight) baru. 
Misalnya, dia bergembira bahwa buku John Roosa ditafsirkannya sebagai 
mengatakan G30S didalangi PKI. Serentak Romo menganggap John Roosa "naif" kalau 
menganggap Soeharto (baca: dus, juga ABRI) bertanggungjawab atas pembantaian. 
Sekaligus Romo (Kurang) Ma(g)nis ini mengatakan ABRi terlibat kekejaman. Lalu 
ditulisnya : ".. “Hal yang sepenuhnya jadi tanggung jawab Soeharto adalah 
kebijakan resmi negara sesudah 11 Maret 1966….”" 

Lho, jadi apa peran Soeharto antara 30 Sept 1965 sd 11 Maret 1966 itu? Koq 
mendadak dia 'bersih' dari ulah ABRI yang dinilai Romo sebagai "kejam"? Apa 
pembantaian itu datang dengan sendirinya dari langit, apa ABRI bergerak tanpa 
Soeharto? Apa Romo tidak mahfum adanya peran CIA dengan menyodorkan ribuan nama 
org PKi yg kemudian "dibersihkan"? John Roosa justru memberi judul bukunya 
"Pretext" (Dalih), tapi seolah Romo ini mau membersihkan Soeharto, dgn 
menyalahkan institusi ABRI (pada akhirnya institusi adalah abstrak, bukan 
orang/tokoh kuasa yg konkrit), padahal semua orang tahu pembantaian terjadi 
sejak minggu kedua Oktober 1965 dan represi dan kekejaman dan ketidakadilan 
yang menginjak2 tata hukum itu tidak berhenti sejak 11 Maret 1966. 

Buku John Roosa patut dikaji secara kritis. Begitulah semangat bagus sang Romo, 
tapi mengapa kok tidak dengan menelaah atau menambah data dgn semangat kritis? 
Singkatnya, mengapa Romo Magnis tiba tiba belok, banting stir, membersihkan 
nama Soeharto -- singkatnya menjadi tidak manis?

Ini mengingatkan saya ketika Romo Magnis, dengan semangat yang manis, mengritik 
telaah saya tentang bumi hangus, deportasi dan pendudukan kejam tentara 
Indonesia di Timor Timur. Menurut Romo, tulisan saya telah membongkar 
hipokrisi, tetapi dia menganggapnya "simplistis", lalu mengingatkan bahwa peran 
RI terhadap Timor Leste pasca kemerdekaan Timor Leste sangat terpuji. Saya 
setuju dengan yang terakhir ini, tetapi bagaimana mungkin peran terpuji RI itu 
bisa dianggap menghapus atau memaafkan segala kesalahan dan kekejaman tentara 
kita di bekas jajahan tsb? (Cf. Timor Leste, Indonesia and Moral Complexities, 
http://www.etan.org/et2007/may/05/03tleste.htm; Timor Leste 1999 or, how to 
sell lies, http://www.etan.org/et2007/may/05/01tl1999.htm.)

Tampaknya Romo Magnis berusaha sekuat tenaga untuk apologetik, tidak hanya 
dalam hal kekejamaan kemanusiaan negara kita di Timor Timur, tapi sekarang juga 
memanfaatkan momentum ajakan presiden untuk meminta maaf, dengan cara lagi lagi 
apologetik terhadap Prahara 1965-1966.

Aduuh, sayang sekali, kok Romo Magnis ternyata tidaklah manis sama sekali ...

Salam hormat,

Aboeprijadi Santoso




------------------------------------

Gabung di milis INTI-net, kirim email ke : [email protected]

Kunjungi situs INTI-net    
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://tionghoanets.blogspot.com/

Tulisan ini direlay di beberapa Blog :
http://jakartametronews.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com


*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting 
iklan*Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/inti-net/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/inti-net/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke