Tuhan, Jangan Binasakan Negeri Kami! 
Subhan SD | Robert Adhi Ksp 
oleh M Subhan SD


Ya Allah, jangan biarkan bangsa kami menjadi pemarah, sehingga kerap terjadi 
konflik masyarakat di mana-mana. Jangan biarkan bangsa ini termasuk yang 
dibinasakan seperti bangsa Tsamud atau Ad di zaman nabi-nabi. 

Perjalanan umrah ke Tanah Suci tentu bersifat sangat pribadi, ketika kita 
(manusia) berkomunikasi dengan Allah SWT. Dalam perjalanan ibadah itu, selain 
melakukan ritual yang telah ditetapkan sebagaimana rukunnya, tentu saja berdoa 
merupakan cara yang paling gampang. Cuma butuh niat saja untuk memanjatkan doa 
kepada Sang Khalik. 

Berdoa di Baitullah Ka'bah pasti memiliki suasana dan perasaan yang sangat 
lain. Maka, panjatkanlah doa sesuka hati. Mau mengadu, mengeluh, meratap, 
meminta apapun juga tentu terserah saja, karena menjadi urusan pribadi. Hanya 
Tuhan dan mereka yang berdoa yang tahu apa yang didoakan itu. Berdoalah dengan 
bahasa apa saja. 

Semakin kita mengerti doa yang kita panjatkan, Insya Allah semakin khusyuk 
dalam doa kita. Wajah-wajah tengah berdoa itulah yang saya saksikan di depan 
Baitullah di Masjidil Haram Mekkah dalam beberapa hari ini. 

Hal sama bisa disaksikan di Raudah di Masjid Nabawi di Madinah. Berdiri di 
depan Ka'bah, sebagai warga biasa, teringat negeri tercinta Indonesia yang 
selalu dirundung masalah dan duka. Para kiai, ustadz, pembimbing umrah selalu 
menuntun jemaah untuk juga mendoakan negeri dan para pemimpin kita. 

Bukan hanya soal bencana alam yang sering terjadi karena Indonesia berada di 
daerah rawan bencana, tetapi juga bencana lain yang membuat negeri kita seperti 
jalan di tempat. Konflik sosial dan kekerasan massa terus terjadi seakan-akan 
kita bukan bangsa beradab. Ribut-ribut politik selalu bikin panas telinga 
rakyat. 

Bencana yang paling mengerikan adalah korupsi. Banyak politisi, penguasa, 
pengusaha, yang ramai-ramai mengeruk uang rakyat dalam proyek-proyek seperti 
kasus wisma atlet SEA Games, cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur 
Senior BI, suap proyek infrastruktur daerah, calo-calo anggaran, dan lain-lain. 

Tidak sedikit pegawai pemerintah yang harusnya mengurus uang rakyat, justru 
mencurinya, seperti dilakukan sejumlah pegawai pajak. Banyak penegak hukum yang 
harusnya menjadi benteng keadilan, justru mempermainkan hukum. Hukum pun 
diperjualbelikan. 

Ya Allah Ya Tuhan Kami, kembalikanlah negeri kami ke rel yang sebenarnya. 
Mereka yang memiliki amanah haruslah benar-benar mengurus rakyat, tidak malah 
membohongi rakyat. Berikan para pemimpin kami hati yang tulus untuk bekerja dan 
memimpin negeri ini, bukan demi pencitraan, bukan malah berlomba-lomba mencari 
pamrih dan korupsi. 

Tuntunlah pemimpin kami ke jalan yang lurus sehingga bisa memimpin rakyat yang 
jumlahnya lebih 240 juta ini. Jangan butakan hati mereka ketika melihat rakyat 
kesusahan dan kelaparan. Jangan bebankan bangsa Indonesia terus menerus akibat 
kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kenaikan harga lainnya. 

Ya Allah, jangan biarkan bangsa kami menjadi pemarah, sehingga kerap terjadi 
konflik masyarakat di mana-mana. Jangan biarkan bangsa ini termasuk yang 
dibinasakan seperti bangsa Tsamud atau Ad di zaman nabi-nabi. (M Subhan SD 
menulis dari Mekkah, Arab Saudi) 
Visit 
http://jakartametronews.blogspot.com/
http://jakartaonlinenews.blogspot.com/
http://lowongannet.blogspot.com
http://iklanbarisbisnis.blogspot.com/
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
http://export-import-indonesia.blogspot.com/
http://chinese-clubs.blogspot.com
http://batavia-news-networks.blogspot.com/

Kirim email ke