Refl: Sangat bagus sekali apabila penghuni istana negara juga dilimpahkan 
rejeki, jadi semua mendapat bahagian tanpa kekecualian. Barangkali ini 
yang dikatakan: Tak ada mawar tanpa mempunyi duri sekalipun di pekarangan 
istana raja.

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/17/ArticleHtmls/DISEBUT-TERSANGKA-PENASIHAT-ISTANA-MELENGGANG-17042012001006.shtml?Mode=0



DISEBUT TERSANGKA PENASIHAT ISTANA MELENGGANG
JAKARTA



"Saya tak mau berkomentar apa pun."

Nama anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Siti Fadilah Supari, tertera 
dalam surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang diterbitkan 
Markas Besar Kepolisian RI.
Di situ mantan Menteri Kesehatan ini tertulis sebagai tersangka kasus 
korupsi proyek pengadaan alat kesehatan senilai Rp 15,5 miliar pada 2005.

SPDP tertanggal 28 Maret 2012 itu ditandatangani oleh Direktur III Badan 
Reserse Kriminal Brigadir Jenderal Nur Ali.
Berdasarkan salinan surat yang diperoleh Tempo, di antaranya disebutkan, 
dugaan penyalahgunaan wewenang tindak pidana korupsi terkait dengan 
pengadaan alat kesehatan untuk buffer stock/ kejadian luar biasa dengan 
metode penunjukan langsung.

Siti Fadilah dianggap melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 
2001 tentang Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto 
Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Kejaksaan Agung telah menerima 
SPDP tersebut.
“Betul telah kami terima,“ kata juru bicara Kejaksaan Agung, Adi 
Toegarisman, di kantornya kemarin.

Menurut Adi, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Andhi Nirwanto sudah 
menunjuk tim penuntut untuk kasus ini. Tim itu beranggotakan empat jaksa, 
yang diketuai oleh Wisman Tanu. Jaksa Agung Basrief Arief membenarkan soal 
proses hukum tersebut.

Yang aneh justru kepolisian membantah ihwal pengiriman SPDP, dan 
menyebutkan Siti Fadilah masih berstatus saksi.
“Kami akan naikkan status bila memang memenuhi unsur menjadi tersangka,“ 
kata juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution.

Siti Fadilah tak bersedia menjelaskan kasusnya kepada Tempo.
“Saya tak mau berkomentar apa pun,“ ujarnya saat ditemui di rumahnya di 
bilangan Kalimalang, Jakarta Timur, pada Kamis malam pekan.

INDRA W | FRANSISCO R | SYAILENDRA P | JOBPIE S


TOP

Powered by Pressmart Media Ltd


--
I am using the free version of SPAMfighter.
We are a community of 7 million users fighting spam.
SPAMfighter has removed 111 of my spam emails to date.
Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len

The Professional version does not have this message

Kirim email ke