Refl: Kalau didoakan dan menteri cepat sembuh, maka pemeriksaan kasus korupsi akan diteruskan. Tetapi kalau terus “sakit”, maka ada kemungkinan besar tidak bisa dilanjutkan pemeriksaan 4 kasus korupsi.
Salah satu kasus korupsi yang dibebaskan dari interegosasi jaksa gara-gara kesehatan ialah alm. mantan presiden NKRI bernama Muhammad Soeharto (Jenderal TNI), yang dikenal umum sebagai Pak Harto atau juga Bapak Pembangunan. Pak Harto ini waktu mau diperiksa jaksa, karena ada tuduhan korupsi, beliau menolak untuk berbicara bahasa Indonesia, tetapi mau ditanya dalam bahasa Jawa. Menginat kedudukannya maka tentu para jaksa harus bisa berbahasa Jawa Kromo Inggil. Alasan yang dikemukakan oleh pengacara Pak Harto, ialah kalau ditanya dalam bahasa Indonesia, akan mempengaruhi kesehatan beliau yaitu tekanan darahnya meningkat drastis, dan ini berbahaya, bisa menyebabkan apa yang dikatakan orang luarnegeri :”sudden death”. Sampai Pak Harto mampus tidak ada pemeriksaan lanjut, artinya bebas dari segala tuntutan hukum. Apakah Menkes akan memakai taktik pembelaan Pak Harto, hanya waktu akan menceritakan. Oh, ada juga koruptor dibebaskan gara-gara pergi naik haji, tetapi mungkin taktik ini tidak dipakai oleh Menkes, karena kesehatannya. http://us.news.detik.com/read/2012/03/29/134905/1880016/10/mantan-menkes-siti-fadilah-supari-diperiksa-untuk-4-kasus Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Diperiksa untuk 4 Kasus Fajar Pratama - detikNews Kamis, 29/03/2012 13:49 WIB Jakarta Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Siti, dirinya harus harus bolak-balik karena memberikan keterangan empat kasus yang menjerat anak buahnya, Ratna Dewi Umar. "Saya memberikan keterangan tentang kasusnya anak buah saya, yang sebelumnya sudah menjadi tersangka tiba-tiba pertengahan 2010," kata Siti usai menjalani pemeriksaan KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (29/3/2012). Siti yang diperiksa sekitar dua jam ini mengatakan, Ratna menjadi tersangka kasus korupsi dalam kasus pengadaan alat kesehatan untuk penganan wabah flu burung di Departemen Kesehatan (sekarang Kementerian Kesehatan). Ratna, lanjut Siti, juga tersangkut dalam kasus alat kesehatan tahun 2006 dan 2007. Ada juga kasus terkait pembelian zat-zat kimia "Sejak itu kan saya memberikan keterangan jadi berbeda- beda (kasus) memberikan keterangan setiap masalah ada empat masalah beliau, dimana saya harus memberikan keterangan," ujarnya. Siti hari ini dipanggil sebagai saksi untuk penyidikan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan, yakni Reagen dan Consumable untuk penanganan wabah flu burung tahun 2007 dengan tersangka Ratna Dewi Umar. Dalam kasus ini, Ratna menjabat sebagai Direktur Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI Tahun 2007 ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan alat kesehatan flu burung. KPK menduga telah terjadi penggelembungan harga sehingga merugikan keuangan negara mencapai Rp 52 miliar. ++++ http://us.news.detik.com/read/2012/04/17/160207/1894500/10/menkes-dirawat-di-rscm-minta-didoakan-semoga-cepat-sehat Menkes Dirawat di RSCM, Minta Didoakan Semoga Cepat Sehat Rachmadin Ismail - detikNews Selasa, 17/04/2012 16:02 WIB Jakarta Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih saat ini dirawat di RSCM. Belum dipastikan apa penyakit yang diderita Endang, namun sejumlah pejabat sudah mendengar kabar tersebut. "Saya sudah dengar beliau sakit, tapi belum dapat laporan sakit apa," kata Menko Kesra Agung Laksono saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (17/4/2012). Agung mengaku belum bertemu Endang sejak beberapa hari belakangan karena memang tidak ada agenda rapat menteri. Namun dia meminta agar seluruh masyarakat mendoakan kesehatan wanita berambut pendek tersebut. "Kita doakan aja semoga sehat," terang Agung. Sumber detikcom di lingkungan istana juga membenarkan kabar ini. Menurut dia, Endang saat ini dirawat di RSCM. "Bukan di RSPAD, tapi di RSCM," imbuh sang sumber. Sebelumnya, seorang sumber mengatakan, Endang sudah 2 pekan di RSCM. Dia dikabarkan menjalani perawatan penyakit kanker yang diderita sejak tahun 2010 lalu. Menkes pertama kali diketahui menderita kanker pada 16 Januari 2011 yang diumumkan oleh Staf Khusus Menkes Bidang Politik dan Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo. Sakit yang diderita Menkes diketahui setelah check up klinis sekitar Oktober 2010. Menurut Bambang, selama ini tidak ada gejala apa pun yang muncul. Karena itu ketika Menkes dinyatakan terkena kanker paru, kabar itu sangat mengagetkan. Menkes juga akhirnya mengakui bahwa dirinya kena kanker paru tapi tetap optimistis. Menurut Menkes, kanker jika dilihat secara proporsional sebenarnya tidak berbeda dengan penyakit lainnya. Sama-sama bisa dicegah dan bisa diobati hingga sembuh asalkan terdeteksi sejak dini. "Kalau saya diberi kanker, why not? Ini salah satu anugerah yang lain dari Allah," ungkap Menkes dalam aksi jalan kaki 12 jam "Kami Bertindak!" menyambut ulang tahun ke-34 Yayasan Kanker Indonesia di Lapangan Blok-S, Kebayoran Baru, pada 9 April 2011. Sikap optimistis Menkes dalam menghadapi vonis kanker paru-paru tidak berlebihan, karena jika disikapi dengan negatif maka kanker biasanya malah memburuk. Pasalnya, stres termasuk faktor yang mempersulit penyembuhan dan bahkan bisa memicu kekambuhan kanker. Menkes diketahui berobat kanker yang dideritanya hingga ke negeri China. -- I am using the free version of SPAMfighter. We are a community of 7 million users fighting spam. SPAMfighter has removed 115 of my spam emails to date. Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len The Professional version does not have this message
