Ref: Jumlah uang korupsi dikurangi denda masih banyak sisanya. Di penjara 
3 tiga tahun, patut dianggap sebagai istiharat untuk kelak menikmati 
simpanan hasil panen korupsi. Itulah berkat bagi yang berkedudukan 
petinggi dan panen korupsinya bukan dalam bentuk uang recehan.

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/19/ArticleHtmls/Pejabat-Kementerian-Pendidikan-Nasional-Dibui-Tiga-Tahun-19042012007014.shtml?Mode=0


Pejabat Kementerian Pendidikan Nasional Dibui Tiga Tahun
JAKARTA


Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman 
tiga tahun bui kepada Togar Sitompul, Kepala Sub-Direktorat Jenderal 
Pendidikan Formal dan Informal Kementerian Pendidikan. Togar terbukti 
melakukan korupsi pengadaan buku paket senilai Rp 2,99 miliar.

“Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sesuai 
dengan Pasal 3 ayat 1 UndangUndang Tindak Pidana Korupsi,”kata Sudjatmiko, 
ketua majelis hakim, saat membacakan putusan kemarin.

Selain penjara, Togar dikenai denda Rp 100 juta subsider dua bulan dan 
uang pengganti Rp 744 juta.“Bila tak mampu melunasi, hartanya disita atau 
menjalani hukuman satu tahun,”kata Sudjatmiko.

Mendengar putusan hakim, Togar hanya menunduk dan
terisak. Pria berkumis lebat ini kemudian menghapus air matanya dengan 
telapak tangan. “Saya pikir-pikir, Yang Mulia,” katanya. Kemudian, sambil 
terus menangis, ia berpelukan dengan kerabatnya.

Sementara itu, jaksa penuntut umum Lisbeth H.

langsung menyatakan banding karena menilai putusan hakim jauh lebih rendah 
dari tuntutan jaksa. “Tuntutan kami 6 tahun, tapi putusan hanya 
separuh,”ucapnya.

Korupsi itu sendiri terjadi saat Togar memimpin tim pelelangan pengadaan 
Buku Keterampilan Fungsional dan Kepribadian Profesional Paket B pada 
2007. Kepada panitia lelang, Togar memperkenalkan dua perusahaan, yakni PT 
Cita Cakra Aksara dan PT Tirta Buana Sakti, yang langsung menang tender. 
Belakangan, perusahaan yang dipimpin Ulitihar Manurung itu diduga
berstatus pinjaman, bahkan sama sekali tak berpengalaman dalam pengadaan 
buku.

Togar diduga menerima duit Rp 900 juta atas jasanya menunjuk langsung 
perusahaan tersebut. Ia pun ditangkap Kepolisian Daerah Metro Jaya di 
Hotel Sahid Kusuma, Solo, Jawa Tengah, pada 3 Juli 2011.

Pada awal 2012, Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis hasil 
penelitiannya yang menyimpulkan bahwa anggaran pendidikan Indonesia paling 
banyak dikorupsi. Dari 436 kasus yang ditindak oleh penegak hukum, 12 
persen atau sebanyak 54 kasus terjadi di sektor pendidikan.

ICW menilai, ini terjadi karena naiknya dana pendidikan yang sangat 
signifikan. Dari Rp 33,4 triliun pada 2005, anggaran pendidikan naik pesat 
menjadi Rp 248 triliun pada 2011. ● TRI SUHARMAN | DIMAS SIREGAR


TOP

Powered by Pressmart Media Ltd


--
I am using the free version of SPAMfighter.
We are a community of 7 million users fighting spam.
SPAMfighter has removed 214 of my spam emails to date.
Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len

The Professional version does not have this message

Kirim email ke