http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=5479


Kamis, 19 April 2012 , 17:54:00

Penembakan Dilakukan Dengan Jarak 3-4 Meter




Tim Labfor dalam olah TKP yang dilakukan Rabu (18/4) kemarin, di Puncak 
Jaya terkait kasus penembakan Pesawat Trigana di Puncak Jaya belum lama 
ini.
Dari Hasil Olah TKP Tim Investigasi Mabes Polri di Puncak Jaya
  JAYAPURA- Setelah satu minggu tertahan di Jayapra, akhirya Tim 
investigasi dari Mabes Polri hari ini baru bisa masuk ke wilayah Puncak 
Jaya, Papua, Rabu (18/4). Tim yang berjumlah sembilan orang itu rencananya 
akan berada di Puncak Jaya sekitar 3-4 hari.
  Juru bicara Polda Papua AKBP Drs. Johannes Nugroho Wicaksono ketika di 
konfirmasi Cenderawasih Pos mengatakan bahwa Tim Investigasi penembakan 
pesawat Trigana di Puncak Jaya telah berangkat ke Puncak Jaya.
  “Tim yang dipimpin oleh Wakapolda telah beragkat dengan pesawat Skytruck 
milik Polri yang selama ini di oprasikan oleh Up4B.  Sebab pesawat sipil 
belum ada yang mau naik ke Puncak Jaya. Padahal kurang lebih saminggu Tim 
Labfor disini. Hingga akhirnya tim menggunakan pesawat polisi,” ungkapnya, 
Rabu (18/4).
  Johannes menambahkan soal jaminan keamanan di Puncak Jaya, aparat 
gabungan TNI/Polri hingga saat ini sudah memberikan jaminan keamanan. 
Apalagi saat ini lebih dari 30 aparat gabungan TNI/Polri sudah 
memaksimalkan penjagaan di Lapangan Udara Mulia.
  Pihaknya menganggap wajar bahwa sejumlah penerbangan belum berani 
melakukan penerbangan ke Mulia, Puncak Jaya karena masih trauma. Sementara 
saat ini pesawat Trigana Air Service yang ditembaki sekelompok  orang tak 
dikenal saat hendak mendarat di Lapangan Udara Mulia pada 8 April lalu 
belum dapat dievakuasi.
  Sementara itu Wakapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw melalui 
telepon celuelernya mengungkapkan Pesawat Trigana Air Service ditembaki 
kelompok orang tak dikenal 5-6 kali, yang saat itu pesawat sudah mendarat 
di Lapangan Terbang Mulia, Puncak Jaya Papua.
  Wakapolda Papua Paulus Waterpauw mengatakan dalam olah tempat kejadian 
perkara yang dilakukan hari ini oleh tim investigasi dan tim labfor dari 
Mabes Polri di Puncak Jaya juga terdapat bekas tembakan di sebelah kanan 
tempat duduk pilot dan sebagian di jendela penumpang sebelah kanan.
   “Intinya dari hasil olah TKP, diduga memang pesawat itu sudah mendarat 
dan ditembak dari jarak kurang lebih 3,5-4 meter sekitar lapangan terbang 
itu. Terus serpihannya ditemukan namun masih dalam uji di laboratorium 
dulu. Kemudian ditemukan juga 5-6 tembakan yang masuk. Dan peembakan bukan 
ditembak dari udara. Akan tetapi penembakan ketika pesawat sudah mendarat, 
dan itu hasil uji TKP,” tuturnya.
  Wakapolda menambahkan dalam olah TKP hari ini juga ditemukan proyektil 
disekitar lokasi penembakan di Lapangan Terbang Mulia. Namun pihaknya 
belum dapat menjelaskan jenis senjata yang digunakan oleh pelaku sebab 
masih harus diuji di Laboratorium Makassar.
  Sebatas di ketahui pesawat Trigana Air Service ditembaki sekelompok 
orang tak dikenal pada 8 April lalu. Satu orang tewas tertembak dan 4 
lainnya luka-luka kena serpihan senjata api.
  Sementara baru hari ini Tim investigasi Mabes Polri bisa tembus ke 
Puncak Jaya Papua dengan pesawat Skytruck, setelah sempat tertahan satu 
minggu di Jayapura karena tak ada pesawat yang berani masuk ke rute Mulia, 
Puncak Jaya. (ro/nan)


Related news
Diduga Bunuh Anggota TNI, Pemuda Tewas Tertembak
Di Abepantai, Mobil Kuda Diberondong Peluru
Dua Anggota TNI Masih Kritis



--
I am using the free version of SPAMfighter.
We are a community of 7 million users fighting spam.
SPAMfighter has removed 237 of my spam emails to date.
Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len

The Professional version does not have this message


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke