Waspada Gula Jawa Berbahaya 
http://berita.liputan6.com/read/388352/waspada-gula-jawa-berbahaya 

Tim Sigi SCTV 
 
15/04/2012 00:51
Liputan6.com, Sumatra: Tempat-tempat jajanan umum bertebaran hampir di setiap 
sudut, terutama di berbagai kota di Tanah Air. Kuliner yang tersedia pun 
beragam. Soal bersih dan kandungan gizi bagi sebagian orang jadi nomor 
kesekian. Jika perut sudah lapar, dimanapun dan apapun hidangannya pasti 
dilahap. 

Ketoprak atau rujak, misalnya, kerap ditemukan di tempat-tempat makan umum. Dua 
kuliner ini merupakan sedikit contoh makanan yang memakai gula merah atau gula 
jawa sebagai bahan-bahannya. Gula jawa ditumbuk dengan bahan lainnya, seperti 
kacang dan cabai, menjadikannya campuran bumbu yang lezat untuk rujak. 

Namun, di balik kelezatan serta kesegarannya, beredar kabar ada segelintir 
pedagang nakal yang meramu gula jawa dengan zat tertentu sehingga bisa 
berdampak tidak baik untuk kesehatan. Tim Sigi SCTV mencoba menelusuri 
kebenaran kabar itu. Seorang pembuat gula di sebuah kota di Sumatra yang 
menjadi salah satu pemasok Tim Sigi datangi. 

Untuk membuat gula jawa, pagi-pagi sang pembuat sudah harus menyambangi kebun 
kelapa miliknya. Dengan cekatan, ia memanjat berpuluh-puluh pohon kepala cepat. 
Berliter-liter nira kelapa diambil setiap hari untuk diolah menjadi gula jawa. 

Tungku pun disiapkan. Nira langsung dimasak. Benar-benar masih diproses secara 
tradisional. Cukup lama waktu memasaknya, butuh tiga sampai empat jam memasak 
nira sampai kehitaman hingga berubah menjadi gula jawa. 

Kalau tak terlalu dicermati, kita akan segera meyakini cara memasak seperti ini 
adalah cara alami membuat gula jawa. Namun, kesabaran berbuah hasil. Tim Sigi 
melihat ada keganjilan, yakni ada serbuk yang dicampurkan ke adonan nira. Rasa 
penasaran pun menyeruak tentang kegunaan dan pengaruh obat gula ini. Sementara 
proses mematangkan gula jawa yang dioplos serbuk kimia tadi sudah hampir 
selesai dan artinya gula jawa siap dicetak. 

Hasil gula jawa cetakan diteliti baik baik. Sekilas tak nampak ada perbedaan 
signifikan yang mencurigakan, selain warnanya lebih cerah dan bersih. Rahasia 
adonan gula jawa yang dicampur dengan obat kimia ternyata sudah diketahui si 
pembuat sejak lama. Obat kimia yang tak jelas dari sisi keamanannya untuk 
makanan ini mudah didapati dan dijual bebas. 

Informasi dari pembuat gula jawa ini lalu Tim Sigi tindak lanjuti dengan 
mendatangi agen penjual obat gula itu. Bau kimia yang amat menusuk menyambut 
kedatangan Tim Sigi saat mendatangi sebuah rumah yang diduga tempat penjualan 
obat gula. Info sang pembuat gula jawa cukup akurat. Rumah itu merupakan gudang 
tempat obat kimia yang biasa digunakan pembuat gula jawa. Berkarung-karung obat 
gula terhamparsiap dijual. 

Obat kimia ini ternyata tak pandang bulu. Sang penjual yang semestinya terbiasa 
dengan aroma menusuk dari obat kimia tidak tahan juga dengan baunya. Dari salah 
satu karung obat kimia kami mendapati tulisan sodium meta bisulfit, yakni unsur 
kimia bersifat korosif dan mengandung asam yang cukup tinggi. Bisa jadi, nama 
unsur kimia yang cukup berbahaya bila dosisnya berlebih ini sengaja 
dirahasiakan oleh si penjual kepada para pembuat gula jawa. 

Tim Sigi tak membuat asumsi sendiri karena kerasnya unsur kimia juga diakui si 
penjual. Tak hanya merusak tubuh, benda-benda lain di sekitar gudang juga ikut 
rusak karena sifat unsur kimia dari obat gula jawa itu. 

Rupanya, sang pemilik gudang sekaligus penjual kimia sulfit ini tidak pernah 
membuka nama unsur kimia yang dijualnya. Hal ini sebenarnya sempat membuat 
curiga pekerjanya. 

Cuma menduga-duga dan tak tahun pasti. Sampel gula jawa lalu Tim Sigi ujicoba 
di laboratorium terpecaya. Hasilnya tak berbeda jauh dari pengamatan Tim Sigi. 

Sodium Meta Bisulfit sebenarnya masih bisa digunakan pada produk pangan sebagai 
pengawet, namun dalam takaran tertentu. Sementara dari sampel gula jawa yang 
diuji jauh melebihi ambang batang penggunaan pada makanan sehingga berbahaya. 

Untuk itu, konsumen lebih disarankan memilih gula jawa berwarna lebih gelap 
karena relatif aman dari bahan kimia. Atau setidaknya mengandung sulfit dalam 
batas yang wajar.(BOG)



Kirim email ke