Anggota DPR aja diperlakukan seperti ini, apalagi kita masyarakat awam. wah, 
ini Dewan Kehormatan DPR benar2 ndablek kalo Andii taufan malah dihukum. 
Harusnya meminta secara resmi, agar pihak Internal Bea Cukai melakukan audit 
dan memeriksa petugas terkait.
Periksa rekaman CCTVnya pasti ada dan terlihat siapa yang mau memeras siapa dan 
siapa yang mau arogan. 


Jika Terbukti, Andi Taufan Terancam Kena Sanksi BK  
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat, 
Muhammad Prakoso, memastikan akan menyikapi insiden yang melibatkan anggota 
Dewan Andi Taufan Tiro di Terminal Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu, 
22 Februari 2012, sore kemarin. Jika terbukti Andi memang benar melakukan hal 
tersebut, pihaknya akan menjatuhkan sanksi. "Badan Kehormatan sudah pasti akan 
mengambil suatu tindakan terhadap perilaku anggota Dewan yang mencoreng citra 
dan martabat lembaga DPR," katanya, Kamis, 23 Februari 2012.

Sebelumnya anggota Komisi V dari Partai Amanat Nasional itu dikabarkan telah 
menampar seorang pegawai Bea dan Cukai di Terminal Kedatangan Internasional 
Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu sore kemarin. Hal itu dilakukan karena diminta 
antre saat pergantian petugas jaga saat salat magrib. Saat ini BK masih 
melakukan penyelidikan mengenai kebenaran informasi tersebut.

Andi Taufan yang dikonfirmasi mengatakan hanya mendorong dan tidak menampar 
petugas Bea dan Cukai itu. Dia juga mengaku tidak membentak petugas bandara. 
"Saya juga tidak mengaku saya ini anggota DPR," kata Taufan.

Dia berujar, kejadian itu bermula saat ia baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta 
setelah menempuh penerbangan dari Tokyo. Antrean panjang terjadi di pintu 
Imigrasi saat magrib tiba. Dari tiga pintu kedatangan, hanya satu pintu yang 
dibuka petugas. Karena antrean panjang, ia lantas berteriak kepada petugas 
minta dibukakan satu pintu lagi.

Setelah ia berteriak, menurutnya, akhirnya satu lagi pintu dibuka petugas. 
Selanjutnya ia berjalan ke arah pintu yang baru dibuka itu. Namun seorang 
petugas bandara mendatanginya dan menanyakan apakah ada masalah.

Saat ia terlibat percakapan dengan petugas pertama, ternyata ada petugas lain 
yang menghampirinya. Taufan mendorong petugas kedua itu dan mengatakan, »Saya 
hanya mau lewat."

Mendapat jawaban seperti itu, petugas pertama berusaha menghalangi Taufan. 
"'Bapak tidak boleh keluar, harus minta maaf dulu'," kata Taufan, menirukan 
ucapan petugas tadi. Ia mengaku langsung meminta maaf, menunjukkan paspor dan 
berlalu meninggalkan terminal bandara.

RUSMAN PARAQBUEQ


Kirim email ke