NU: TKI di Negara Non-Muslim Lebih Terhormat
Rabu, 25 April 2012 | 2:15

 Kyai Haji Said Aqil Siroj [google] [JAKARTA]  Nahdlatul Ulama (NU), organisasi 
Islam terbesar di Indonesia, menilai ironis bahwa Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  
yang mayoritas beragama Islam justru mendapat perlakuan lebih terhormat di 
negara non-Muslim, sementara di negara Muslim sering kali mendapat perlakuan 
yang tidak manusiawi.

"Dengan prihatin saya katakan, di negara non-Muslim, misalnya Taiwan dan Hong 
Kong, TKI justru diperlakukan lebih terhormat daripada di negara Muslim, 
seperti Arab Saudi dan Malaysia," kata Ketua Umum Pengurus Besar NU Kiai Haji 
Said Aqil Siroj di Jakarta, Selasa (24/4).

Said Aqil mengemukakan hal itu menanggapi penembakan tiga TKI oleh polisi 
Malaysia bulan lalu, yang kini bahkan beredar rumor terjadi penjualan organ 
tubuh ketiga korban tersebut.

"Penembakan TKI oleh polisi Malaysia sudah berulang kali terjadi. Itu tindakan 
biadab yang tentu kita sayangkan," kata Said Aqil.

Dikatakan Said Aqil, jika ada pelanggaran hukum yang dilakukan TKI, tentu 
penanganannya tidak harus serta-merta dengan penembakan, terlebih penembakan 
yang mematikan.

"Kalau polisinya main tembak, negara apa itu? Kita minta Pemerintah Malaysia 
menindak tegas polisinya yang bertindak main tembak demi martabat bangsa itu 
sendiri," kata Said Aqil.

Kendati demikian, PBNU juga berharap ada upaya yang sungguh-sungguh dari 
pemerintah Indonesia untuk melindungi warga negaranya yang bekerja di luar 
negeri.

Sebab, lanjut Said Aqil, persoalan TKI tidak sekadar persoalan devisa, tetapi 
juga terkait dengan martabat bangsa.

Seperti diberitakan, Polisi Diraja Malaysia memberondong tembakan terhadap tiga 
TKI asal Pancor Kopong, Pringgasela Selatan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 
yang diduga hendak melakukan penyerangan saat akan ditangkap pada tanggal 25 
Maret 2012 di kawasan Port Dickson, Malaysia.

Akibatnya, tiga TKI tersebut, Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), dan Mad 
Nur (28), meninggal dunia secara mengenaskan di tempat kejadian.

Terkait dengan peristiwa itu, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan 
Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyampaikan protes keras. 
[Ant/L-8]
http://www.suarapembaruan.com/nasional/nu-tki-di-negara-non-muslim-lebih-terhormat/19449

Kirim email ke