Bahan Bakar Minyak
Jatah BBM Bersubsidi Akan Habis Oktober
Evy Rachmawati | Nasru Alam Aziz | Selasa, 17 April 2012 | 19:17 WIB
 KOMPAS/PRIYOMBODO Petugas mengisi bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium 
ke mobil pelanggan di SPBU di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (12/4/2012).


JAKARTA, KOMPAS.com  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan, 
jatah bahan bakar minyak bersubsidi akan habis pada Oktober 2012. Pembengkakan 
konsumsi BBM bersubsidi itu akan terjadi jika tidak ada upaya apa pun untuk 
mengendalikan volume BBM bersubsidi.

"Jika tidak dilakukan penghematan, kuota BBM bersubsidi dalam APBN Perubahan 
2012 yang sebesar 40 juta kiloliter diperkirakan akan habis pada Oktober 
nanti," kata Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo, Selasa (17/4/2012), di 
Jakarta.

Dalam APBN Perubahan 2012, volume BBM bersubsidi ditetapkan 40 juta kiloliter. 
Dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, pemerintah memperkirakan 
realisasi konsumsi BBM bersubsidi tahun ini bisa mencapai 47 juta kiloliter. 
Untuk itu, Widjajono menyatakan, penghematan energi harus dilakukan.

"Agar tidak membengkak dari 40 juta kiloliter menjadi 47 juta kiloliter, 
sekarang kami usahakan agar 7 juta kiloliter tidak disubsidi. Caranya, bisa 
saja pengguna mobil pelat hitam diminta beralih ke Pertamax, bisa juga pindah 
ke gas, dapat juga diusahakan untuk mentransfer ke transportasi umum dan 
memakai alat penghemat BBM. Tujuannya, agar pemakaian BBM bersubsidi 
berkurang," paparnya.

Kirim email ke