Ref: Mungkin JK nabur duit untuk disokong, tidak seberapa banyak dan oleh 
karena soalnya tak akan dibahas. Pada muktamar yang lalu JK habiskan dua juta 
dollar agar supaya bisa menjadi ketua Golkar, tetapi rupanya ada yang 
menaburkan lebih banyak lagi, maka JK tidak dipilih.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/12/05/05/m3k057-soal-jk-tak-akan-dibahas-dalam-rapimnas-golkar

Soal JK tak akan Dibahas dalam Rapimnas Golkar
Sabtu, 05 Mei 2012, 21:27 WIB
   
 
Jusuf Kalla
REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA --  Rapat Pimpinan Nasional II Partai Golkar yang akan 
digelar dalam waktu dekat ini tidak membahas masalah wacana Jusuf Kalla (JK) 
sebagai calon presiden oleh Partai Demokrat. Penegasan ini diungkapkan Ketua 
Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. "Tidak ada pembahasan itu. Kami hanya 
membicarakan hasil rapat sebelumnya," kata politisi yang akrab dipanggil Ical 
ini, di di Gedung 45 Surabaya, Sabtu (5/5).

Ical mengatakan jika memang ada partai lain yang melamar kader Partai Golkar 
sebagai capres berarti membuktikan bahwa Partai Golkar selama ini sebagai 
gudangnya pemimpin. "Apalagi kalau seluruh partai banyak yang melamar berarti 
Golkar memilki kader berkualitas," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Umar Arsal mengatakan tidak menutup 
kemungkinan partainya mengusung JK sebagai calon presiden. Namun secara 
mekanisme, semuanya diserahkan kepada majelis tinggi partai.

Demokrat akan terbuka untuk figur-figur yang ada, termasuk JK. Menurutnya figur 
seperti JK bisa masuk tapi memang diprioritaskan kader namun tidak menutup 
kemungkinakan di luar kader.

Adanya kabar yang menyatakan bahwa elektabilitas JK mendominasi di Sulawesi 
Selatan, Umar mengatakan hal itu harus dibuktikan. Jika polling JK memang 
bagus, bukan tidak mungkin Demokrat mengusungnya.

Tapi itu dikembalikan kepada aspirasi internal partai mulai dari DPC, DPD 
sampai DPP dan kemudian diputuskan oleh Majelis Tinggi. Namun Umar mengaku 
hingga saat ini belum diputuskan mekanisme apa yang akan diambil, apakah 
berbentuk konvensi atau survei.
Redaktur: M Irwan Ariefyanto

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke