http://www.suarapembaruan.com/home/syarat-capres-tidak-perlu-diturunkan/19798

Syarat Capres Tidak Perlu Diturunkan
Jumat, 4 Mei 2012 | 7:14

 Nurul Arifin [Antara] [JAKARTA] Wakil Sekjen Partai Golkar Nurul Arifin 
mengemukakan, angka 20 persen sudah cukup ideal untuk syarat pencalonan 
presiden. 

Jika diturunkan akan menambah banyak jumlah calon presiden (capres). Idealnya 
harus dinaikkan supaya capres tidak terlalu banyak. 

"Jika ingin lebih sederhana dalam jumlah kandidat capres, logikanya 
persentasinya ditingkatkan. Toh kenyataannya tetap saja yang mencapai 20 persen 
pun tidak berani untuk mencalonkan sendiri tanpa berkoalisi dengan partai 
lain," kata Nurul di Jakarta, Kamis (3/5) malam. 

Ia menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang 
mengusulkan angka 15 persen perolehan kursi parlemen bagi parpol untuk bisa 
mengusung capres-cawapres. 

Pertimbangan, angka 20 persen dalam Pilpres 2009 terlalu tinggi sehingga ketika 
itu hanya Partai Demokrat yang bisa mengusung capres-cawapres tanpa harus 
berkoalisi dengan  parpol lain. 

Nurul menjelaskan dengan syarat 20 persen pada pemilu 2009 lalu, jumlah capres 
mencapai 4 sampai 5 pasangan. Kondisi itu menyebabkan pemilihan presiden 
(pilpres) terjadinya dua putaran. 

Maka jika ingin sederhana cukup dua atau tiga kandidat saja. Atau lebih ekstrem 
hanya dua pasangan calon. Jadi tidak perlu ada dua putaran. Caranya dengan 
menaikkan syarat pengajuan capres. 

Sekjen PPP M Romahurmuziy tidak sependapat dengan Nurul. Menurutnya, setiap 
partai yang lolos ambang batas masuk parlemen atau yang biasa disebut 
parliamentary threshold (PT) berhak mengajukan capres. 

"Mengacu pada terpilihnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2004 lalu, di 
mana ambang batas pencalonan presiden hanya 5 persen maka kemudian waktu itu, 
SBY muncul sebagai alternatif. Sebaiknya rakyat diberi pilihan yang sama 
leluasanya. Yang paling tepat adalah seluruh parpol yang lolos PT atau beberapa 
partai politik (parpol) dengan total 3,5 persen dapat mengusulkan capres," ujar 
Rommy. 

Ia menegaskan usulannya itu lebih memungkinkan munculnya capres alternatif. 
Alasannya, parpol dengan elektabilitas rendah akan cenderung memberi ruang 
lebih besar kepada kandidat yang potensial, tetapi tidak mendapat ruang di 
parpol dengan elektabilitas tinggi.

Sementara Ketua Fraksi PKB Marfan Jafar mengemukakan sebagai wacana awal, apa 
yang disampaikan Anas boleh saja disampaikan. Namun wacana itu perlu kajian dan 
pembahasan yang matang. Wacana itu juga harus mendapat tanggapan dari seluruh 
lapisan masyarakat.

"Disimulasi dulu. Menetapkan angka kan tidak asal bicara. Ini perlu diskusi dan 
perlu masukan-masukan dari berbagai pihak," ujarnya. 

Ia menegaskan sebagai wacana PKB mengusulkan syarat paling rendah 15 persen dan 
paling tinggi 25 persen. [R-14]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke