Lebih mencengangkan adalah pesawat ini bisa terbang Joy Flight tanpa melalui 
proses uji kelaikan terbang oleh instansi terkait. Padahal, mobil Nasional yg 
diproduksi di Solo aja harus melalui proses tsb dan sempat dinyatakan tidak 
lolos sehingga harus disempurnakan. Apalagi ini pesawat Russia, apa tidak 
melalui proses penyesuaian dengan alam Indonesia dan apa layak terbang di 
wilayah Indonesia ? Siapapun yang terlibat harus diusut karena sudah 45 nyawa 
yang jadi korban.
Aneh, Sukhoi tidak Memancarkan Sinyal Ketika Alami GangguanRepublika – Kam, 10 
Mei 2012


        * Lihat Foto
Sukhoi Superjet 100
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Badan SAR Nasional (Basarnas) mempertanyakan pesawat 
Sukhoi Superjet 100 yang sinyalnya tidak dapat terdeteksi. Juru bicara 
Basarnas, Gagah Prakoso, mengungkapkan seharusnya, setiap pesawat komersial 
seperti Sukhoi memancarkan Emergency Locater Transmitter jika terjadi 
kecelakaan.
 
"Sukhoi tidak memancarkan sinyal mengapa? di era teknologi serba cepat dan 
canggih seperti ini," ungkap Gagah di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (9/5).
Bahkan, ungkap Gagah, dua satelit di Singapura dan Australia sebagai back up 
untuk mendeteksi sinyal pesawat jatuh tidak berhasil mendeteksi Sukhoi Superjet 
100 tersebut.
 
Menurutnya, Emergency Locater Transmitter seharusnya bekerja jika terkena 
gangguan dan terjadi kontaminasi air. Akan tetapi, tutur Gagah, hal tersebut 
tidak terjadi dengan Sukhoi yang digembar-gemborkan memilki teknologi canggih 
setara F-16.
 
Meski demikian, Gagah mengungkapkan ada kemungkinan kalau Sukhoi bukannya tidak 
memilki pemancar sinyal. Pasalnya, tutur Gagah, pemancar tersebut bisa jadi 
rusak berat akibat dampak pesawat yang menabrak tebing.
"Bisa jadi terkena dampak itu. Karena pesawat menabrak tebing gunung salak 
dengan kecepatan 800 km per jam," ujarnya.
http://adv.justbeenpaid.com/?r=kQSQqbUGUh&p=jsstripler5
http://tinyurl.com/bimagroup  


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke