Dahlan lakukan penghematan di Kementerian BUMN 
Kamis, 10 Mei 2012 19:25 WIB | 1611 Views

 
Menteri BUMN Dahlan Iskan (FOTO ANTARA)


Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN Dahlan Iskan menginstruksikan kepada 
seluruh pejabat dan pegawai yang berkantor di gedung Kementerian BUMN 
menggunakan listrik seperlunya. 

Lampu penerang, pendingin ruangan (AC) dan lift dihidupkan setiap hari mulai 
pukul 06.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB, kata Dahlan di Jakarta, Kamis.

Instruksi ini dikeluarkan dalam Surat Edaran Nomor: SE-01/S.MBU.3/2012. 
Penghematan listrik sehubungan dengan kebijakan program penghematan energi yang 
diinstruksikan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2011.

"Kami memohon kepada seluruh pejabat dan pegawai yang berkantor di Kementerian 
BUMN untuk berpartisipasi aktif dalam penghematan energi, dengan mematikan 
aliran listrik untuk lampu penerangan ruangan, komputer/monitor, televisi, AC, 
peralatan yang menggunakan listrik, serta mematikan keran air bila selesai 
digunakan," kata Dahlan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN.

Ia menyarankan bagi pegawai yang bekerja lembur di luar pukul 06.00-18.00 WIB 
atau di hari libur agar memberitahukan kepada bagian Perlengkapan dan Rumah 
Tangga Kementerian BUMN.

Pengawasan akan dilakukan oleh PT PP Dirganeka, selaku pengelola gedung 
Kementerian BUMN. Berdasarkan pengamatan ANTARA, ada beberapa instansi yang 
berkantor di gedung Kementerian BUMN, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi 
(KPK), Kementerian Perekonomian, serta Kementerian Lingkungan Hidup. 

Akan menyusul PT Perusahaan Pengelola Aset Persero dan PT Perusahaan Gas Negara 
Tbk.

Dahlan juga mengharapkan BUMN dapat menghemat penggunaan listrik demi 
mengurangi konsumsi BBM. Saat ini, pihaknya tengah meminta perusahaan pelat 
merah untuk melaporkan tagihan listrik.

Menurut Dahlan, permintaan tagihan listrik ini bertujuan untuk mengetahui 
seberapa besar pemakaian listrik oleh BUMN. Bila penggunaannya besar, maka BUMN 
diminta untuk melakukan penghematan serta menetapkan berapa anggaran BUMN untuk 
membayar listrik.

Mantan direktur utama PLN Persero ini juga mengakui penghematan listrik 
terbesar terjadi pada pukul 16.00-22.00 WIB. 
(T.KR-SSB/S004)  
Editor: Ruslan Burhani

Kirim email ke