http://www.mediaindonesia.com/read/2012/05/14/319676/126/101/Tujuh-Perempuan-Asal-NTT-Korban-Perdagangan-Manusia

Sumatera

Tujuh Perempuan Asal NTT Korban Perdagangan Manusia 
Senin, 14 Mei 2012 20:37 WIB     

MEDAN--MICOM: Yayasan Pusaka Indonesia memberikan pendampingan dan advokasi 
kepada tujuh perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban 
perdagangan manusia oleh sebuah perusahaan di Medan. 

"Mereka dijanjikan kerja dengan iming-iming gaji besar dan fasilitas mewah. 
Tetapi mereka akan dijual ke luar negeri," kata Koordinator Divisi Anak dan 
Perempuan Yayasan Pusaka Indonesia Elisabet di Medan, Sumatra Utara, Senin 
(14/5). 

Menurutnya, tujuh perempuan itu adalah Di, 26, At, 16, An, 18, Ye, 20, Na, 25, 
Ad, 23, dan Al, 21. Mereja adalah penduduk Desa Paku Baun dan Desa Pathau, 
Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. 

Ketujuh perempuan tersebut dibawa oleh seseorang berinisial AS yang mengaku 
sebagai pencari tenaga kerja untuk dijadikan pembantu rumah tangga di Medan. 
Ketujuh orang korban bersedia dipekerjakan karena dijanjikan akan mendapatkan 
gaji yang besar melalui jasa perusahaan yang berkantor di Jalan Gatot Subroto, 
Medan. 

Apalagi ketika menyakinkan pihak keluarga, AS memberikan uang sekitar Rp1 juta 
kepada setiap orang tua tujuh perempuan itu. Selanjutnya mereka dibawa ke Medan 
menggunakan pesawat terbang dan ditempatkan di lokasi penampungan di kawasan 
Pinang Baris. 

Mereka belum curiga ketika diajak membuat pas foto untuk keperluan membuat 
paspor. Namun salah seorang penghuni penampungan berinisial Di mengaku pernah 
dipekerjakan di Malaysia tetapi tidak pernah digaji. 

Pengalaman Di membuat wanita asal NTT tersebut takuut, sehingga berupaya 
melarikan diri agar tidak dikirim ke Malaysia. Akhirnya, dengan alasan akan 
mencetak foto untuk pembuatan paspor, sejumlah wanita di penampungan itu 
berhasil keluar dan mengadu kepada masyarakat. (Ant/OL-01) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke