http://www.mediaindonesia.com/read/2012/05/14/319658/284/1/Ada-Perbedaan-Frekuensi-Sinyal-Sukhoi-dengan-Terminal-Penerima


Ada Perbedaan Frekuensi Sinyal Sukhoi dengan Terminal Penerima 
Penulis : Donny Andhika AM
Senin, 14 Mei 2012 17:01 WIB     a.. JAKARTA--MICOM: Lamanya waktu penemuan 
lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 ternyata dipengaruhi frekuensi 
pemancar sinyal lokasi atau emergency locator transmitter (ELT) di pesawat 
berbeda dengan frekuensi penerima (receiver) yang dimiliki Basarnas. 

Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo, ELT Sukhoi menggunakan 
frekuensi lama sehingga sinyalnya mengalami gangguan saat diterima satelit. SSJ 
100, kata Daryatmo, menggunakan frekuensi 121.5, 203 MHz. Sedangkan, gelombang 
receiver atau penerima berada di frekuensi 121.5, 406 MHz. 

"ELT frekuensi 121.5 dan 203 (MHz) tidak memancarkan sinyal," kata Daryatmo, 
saat jumpa pers di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (14/5). 

Namun, ia tidak mengetahui dengan pasti bagaimana kondisi ELT tersebut. Apakah 
ELT memang mengalami kerusakan atau tidak. 

Pada saat itu, Basarnas tidak dapat langsung menangkap sinyal yang semestinya 
dikeluarkan alat tersebut seperti biasanya, pada saat terjadi kondisi luar 
biasa seperti jatuh atau tabrakan. Basarnas sendiri sempat mempertanyakan 
sinyal ELT yang tidak terdeteksi itu. 

Sebelumnya, juru bicara Basarnas Gagah Prakoso mengungkapkan seharusnya setiap 
pesawat komersial seperti Sukhoi memancarkan ELT jika terjadi kecelakaan. 

"Sukhoi tidak memancarkan sinyal, mengapa di era teknologi serbacepat dan 
canggih seperti ini?" ungkap Gagah di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (9/5) 
lalu. 

Bahkan, Gagah sempat mengungkapkan dua satelit di Singapura dan Australia 
sebagai back up untuk mendeteksi sinyal pesawat jatuh tidak berhasil mendeteksi 
sinyal SSJ 100 tersebut. 

Sementara itu Ketua Sub-Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Udara KNKT, 
Masruri, mengatakan pihaknya belum mau memastikan perbedaan frekuensi sinyal 
tersebut. Pasalnya, KNKT belum memeriksa secara langsung. "ELT yang ditanyakan 
itu saya belum lihat, jadi saya belum bisa komentar," kata Masruri, saat 
ditemui. (OX/OL-10) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke