Lhaaa, iyaalaah, ... bagaimana tidak tidak terjadi begitu? Dunia sudah 
terbalik! Bukankah kasus-kasus pembunuhan, penghilangan terhadap orang yang 
tidak disukai, pelanggaran HAM-BERAT yang terjadi selama ini dinegeri sendiri, 
TOKOH-utama yang harus bertanggungjawab bukan saja tidak dijatuhi sanksi-HUKUM, 
malah akan dinobatkan PAHLAWAN NASIONAL, kok!

Sungguh sangat memprihatinkan dan menyedihkan, ...!

Salam,

ChanCT

http://www.suarapembaruan.com/nasional/sudah-bunuh-tki-kokpolri-mau-kasih-penghargaan-ke-kepala-polisi-malaysia/20045

Menuai Kecaman
Sudah Bunuh TKI, Kok…Polri Mau Kasih Penghargaan ke Kepala Polisi Malaysia
Kamis, 10 Mei 2012 | 14:33

 Neta S Pane [google]


[JAKARTA] Indonesia Police Watch (IPW) memprotes dan mengecam rencana Polri 
akan memberikan gelar Bintang Bhayangkara Utama kepada "Kepala Kepolisian  
Malaysia".

Gelar yang diberikan tersebut berupa Bintang Bhayangkara Utama kepada dua 
petinggi polisi Malaysia, yakni Ketua Police Negara Police Diraja Malaysia 
("Kapolri Malaysia") Tan Sri Ismail bin Omar dan KSAD Jenderal Edi Pramono.

“Pemberian gelar tersebut dijadwalkan, di ruang Ruang Rupatama Mabes Polri, 
Jakarta, Kamis (25/5). Diberikan gelar itu berkaitan dgn Hari Bhayangkara Polri 
pada 1 Juli mendatang. Ketua Panitia Hari Bhayangkara Komjen Sutarman yang juga 
Kabareskrim sdh menandatangani persetujuan pemberian gelar bagi “Kapolri 
Malaysia” ini,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada SP, Kamis.

Menurut Neta, IPW memprotes dan mendesak rencana gelar tersebut dibatalkan. 
Pemberian gelar kepada Kapolri Malaysia ini akan sangat melukai hati nurani 
bangsa Indonesia, dan menzalimi rasa keadilan rakyat Indonesia, khususnya para 
TKI dan TKW.

Sebab belum lama ini tiga TKI di Malaysia tewas akibat diberondong tembakan 
polisi Diraja Malaysia. Ironisnya fakta ini tidak menjadi perhatian Polri yang 
kemudian tega-teganya memberi gelar Bintang Bhayangkara Utama buat “Kapolri 
Malaysia”.

“Apakah membantai TKI di Malaysia dianggap sebagai  sebuah prestasi oleh Polri, 
sehingga Kapolri Malaysia hrs diberi gelar Bintang Bhayangkara Utama. Untuk itu 
IPW mendesak rencana tersebut patut dibatalkan,” kata Neta . [G-5]

Kirim email ke