opini Koran Tempo
Selasa, 15 Mei 2012
Surat Pembaca
Bubarkan Perkumpulan Tionghoa
Pada 20 April lalu, delegasi rombongan Kantor Urusan Overseas Chinese dari 
Beijing berkunjung ke Jakarta, dan melakukan pertemuan dengan Perkumpulan 
Dagang Tionghoa Indonesia. Dalam sambutannya, Kepala Bidang Overseas Chinese Li 
In Zhe antara lain mengucapkan: orang Tionghoa yang tersebar di semua pelosok 
telah menciptakan untuk Tiongkok "hubungan overseas" yang baik. Inilah 
kelebihan yang tidak dimiliki bangsa mana pun. Saat ini ekonomi Tiongkok telah 
menjadi terbesar kedua di dunia. Ini tidak terlepas dari sumbangsih besar yang 
dilakukan oleh orang Tionghoa/Chinese overseas.



Dia juga mengatakan maksud kunjungan kali ini adalah membantu generasi muda 
Tionghoa/Chinese overseas dalam hal mempelajari bahasa Tionghoa. Belajar bahasa 
Tionghoa dan memahami budaya Tionghoa akan menjadi penting dalam meningkatkan 
kemasifan bangsa Tionghoa. Maka dia berharap kaum muda Tionghoa di luar negeri 
belajar bahasa Tionghoa dengan baik, memperkuat kontak hubungan dengan kaum 
muda di dalam negeri (Tiongkok), dan memperkuat pengakuan rasa kebangsaan 
bersama.



Kunjungan-kunjungan seperti itu juga didapati di kota-kota di luar Jakarta. 
Untuk kepentingan nasional kita, bangsa Indonesia, terutama dalam pembangunan 
bangsa dan character building, juga untuk mencegah penggunaan 
"perkumpulan-perkumpulan Tionghoa" sebagai alat kolone kelima. Sudah 
sepantasnya kita membubarkan dan melarang perkumpulan yang bersifat eksklusif 
"Tionghoa". Peranan ormas-ormas menjadi sangat penting untuk menyikapi hal ini, 
karena pemerintah pasti akan melakukan pembiaran, tanpa adanya tuntutan yang 
kuat dari masyarakat! Jangan biarkan reformasi kita ditunggangi kepentingan 
asing.



Sastrawinata
Jalan Benda, Cilandak Timur
Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Kirim email ke