Ref: Ide pak menteri pasti bagus dan oleh sebab itu kebal hukum sekalipun bersalah.
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/30/ArticleHtmls/PERLUASAN-PROYEK-HAMBALANG-WAFID-ITU-IDE-PAK-MENTERI-30052012001006.shtml?Mode=0 PERLUASAN PROYEK HAMBALANG WAFID: ITU IDE PAK MENTERI JAKARTA Istilahnya, ya, nilai tambah Bukit Hambalang bukan hanya sekolah. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (nonaktif), Wafid Muharam, mengungkapkan, ide perluasan proyek Hambalang berasal dari Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Menurut dia, ide tersebut muncul setelah sertifikat Hambalang rampung pada 2010. “Nah, berkembanglah ide (Hambalang) bukan hanya untuk sekolah, tapi juga untuk diklat (pendidikan dan pelatihan). Ide nya Pak Menteri. Jadi istilahnya, ya, nilai tambah Bukit Hambalang bukan hanya sekolah,“ujar Wafid melalui koleganya kemarin. Wafid juga menjelaskan, setelah itu proyek Hambalang menjadi proyek multiyears. Anggaran 2010 yang semula Rp 200 miliar meningkat menjadi Rp 1,2 triliun. “Karena multiyears, pembahasan itu sebelum Anggaran Perubahan dan sudah di setujui Kementerian Keuangan,“ujarnya. Anggota Komisi Olahraga, Dedi Gumelar, menyatakan baru mengetahui proyek Hambalang merupakan proyek tahun jamak saat pembahasan Rancangan Anggar an 2012 pada Maret 2011. Saat itu Kementerian mengajukan tambahan anggaran Rp 500 miliar. Ketika itu, Dedi mengatakan, Menteri Andi menyebutkan bahwa tambahan anggaran harus disetujui karena proyek Hambalang masuk dalam proyek tahun jamak.“Saat itulah kami kaget, kok, tiba-tiba ada pembahasan proyek tahun jamak,“ujar Dedi. Adapun Menteri Andi mengatakan hanya melanjutkan kebijakan pendahulunya, Adhyaksa Dault. Saat diangkat menjadi menteri, menurut dia, di Hambalang sudah ada bangunan asrama, masjid, jalan beraspal, lapangan sepak bola, dan pagar keliling. RUSMAN PARAQBUEQ | IRA GUSLINA | SUKMA Dari Miliar ke Triliun Proyek pusat olahraga Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, menghabiskan anggaran Rp 1,2 triliun. Padahal anggaran awal hanya Rp 125 miliar. Ini alasannya: A. Versi Wafid Muharam, SEKRETARIS KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA Dalam APBN 2010 diusulkan anggaran proyek olahraga di Bukit Hambalang Rp 200 miliar. Usul ini dibahas Kementerian bersama Dewan Perwakilan Rakyat. Tapi saat itu diberi tanda bintang karena sertifikat lahan Hambalang belum jadi. Usulan APBN Perubahan untuk proyek tahun jamak Rp 1,2 triliun. Rencana ini diusulkan kepada Kementerian Keuangan dan mendapat persetujuan sekitar November 2010. CATATAN: Sertifikat Hambalang sudah rampung pada Januari 2010 dan Kementerian mengusulkan pengembangan kawasan Hambalang menjadi pusat olahraga. B. Versi M. Nazaruddin, BEKAS BENDAHARA PARTAI DEMOKRAT Pembahasan proyek Hambalang sudah dimulai sekitar Mei 2009 dalam pertemuan di kawasan Casablanca, Jakarta Selatan. Peserta: Anas Urbaningrum (kader Demokrat), pejabat dari PT Duta Graha Indah, dan Nazaruddin. Pembahasan berlanjut di kantor Kementerian pada awal 2010. Pertemuan itu juga membahas Wisma Atlet SEA Games Palembang. Peserta: Ketua Komisi Olahraga DPR Mahyuddin; anggota Komisi Olahraga, Angelina Sondakh; Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng; M. Nazaruddin; dan Sekretaris Kementerian Wafid Muharam. C. Versi Dedi Gumelar, ANGGOTA KOMISI OLAHRAGA DPR Saat pembahasan APBN Perubahan 2010, proyek Hambalang disebut sebagai pembangunan sekolah olahraga. Komisi menyetujui anggaran senilai Rp 275 miliar. Anggaran 2011, Kementerian Olahraga kembali mengajukan tambahan anggaran Rp 400 miliar. Komisi Olahraga menganggap tambahan itu sebagai alokasi biasa. Saat pembahasan RAPBN 2012 pada Maret 2011, Kementerian kembali mengajukan tambahan anggaran Rp 500 miliar. NASKAH DAN BAHAN: IRA G I ANGGA S W | RUSMAN P | EVAN (PDAT) | SUKMA SUMBER: TNR DAN WAWANCARA (DIOLAH [Non-text portions of this message have been removed]
