PBB Diminta Turun Tangan Hentikan Kejahatan Kemanusiaan di Papua
Created on Thursday, 07 June 2012 19:55 |  |  | Hits: 4 
Jayapura (Koran-Cyber.com) - Kekerasan dan kejahatan kemanusiaan di Tanah Papua 
yang mengorbankan warga sipil maupun aparat keamanan dalam bulan Mei dan Juni 
2012 meningkat tajam dengan jumlah signifikan. Kenyamanan dan ketenangan hidup 
umat beragama di Tanah Papua benar-benar terusik. 

“Hak hidup rakyat sipil dan aparat keamanan dihilangkan tanpa alasan. Aksi-aksi 
kekerasan dan penembakan yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) atau Orang 
Terlatih Khusus (OTK) ini sangat menyayat dan memilukan hati kita semua,” ujar 
Socratez Sofyan Yoman, Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-gereja 
Baptis Papua dalam siaran persnya Kamis (7/6/2012).

Dia menyebutkan, Jayapura adalah ibu kota Provinsi Papua yang merupakan 
barometer atau tolok ukur kemajuan dan keamanan Tanah Papua telah 
memperlihatkan kekacauan dan tidak terkendali. Contoh nyata yang terlihat 
adalah penembakan dan pembunuhan sejumlah warga dan aparat yang menyayat hati 
masyarakat.

“Melihat beberapa kasus kekerasan dan kejahatan kemanusiaan di Papua, pelaku 
kekerasan yang pertama adalah Orang Tak Dikenal atau Orang Terlatih Khusus 
(OTK), dan kedua adalah oknum aparat keamanan dan ketiga adalah masyarakat 
sipil yang melakukan demonstrasi untuk menuntut keadilan dan hak mereka diakui 
oleh Pemerintah Indonesia,” katanya.

Ditambahkan, sedangkan dilihat dari korban adalah kebanyakan masyarakat sipil 
dan aparat keamanan non-Papua. Sedangkan penduduk asli Papua ditangkap, 
ditembak, disiksa, muka dihancurkan dan leher dipatahkan dengan kejam.

“Kejahatan kemanusiaan di Papua sudah melewati batas-batas kemanusiaan,” 
ungkapnya.

Yang disayangkan, lanjut Socratez, semua kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua 
beberapa tahun yang lalu dan dalam bulan ini, belum ada satu kasus pun diungkap 
pelakunya. Dia berharap agar segala kejahatan kemanusiaan di Papua dapat segera 
diungkap dan pelakunya ditangkap.

Dia juga meminta, untuk membantu mengungkap pelaku kekerasan dan kejahatan 
kemanusiaan yang dilakukan oleh OTK dan Petrus, sudah merupakan kebutuhan 
sangat mendesak menghadirkan Misi Kemanusiaan dan Perdamaian Perserikatan 
Bangsa-Bangsa (PBB) di Tanah Papua. 

“Supaya ada netralitas dalam menjaga keamanan dan kedamaian dan mengungkap 
kasus-kasus kekerasan dan kejahatan kemanusiaan di Tanah Papua,” tambahnya. 

[rel/han]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke