Laporan



Oleh: Socratez Sofyan Yoman 


Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua 







“Peristiwa Kekerasan dan Kejahatan Kemanusiaan di Papua Bulan Mei-Juni 2012 
Meningkat Tajam”


<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Terloji Weya (23) mahasiswa STIE Port 
Numbay ditembak mati oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada 1 Mei 2012 jam 20.00 ( 
8.00) malam di depan kantor Perwakilan Koramil Wamena di Abepura Jayapura pada 
waktu pulang setelah aksi demo damai dari KNPB yang menolak aneksasi Papua ke 
dalam wilayah Indonesia.


<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Arkilaus Rafutu (45/laki-laki) 
ditembak mati di bagian kepala oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di Mulia, Puncak 
Jaya pada 19 Mei 2012. Dan Teringgen Murip luka pada bagian paha kiri. 


<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Paulus Tandiesse (20/laki-laki) 
ditikam mati oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di Taman Skyline Jayapura pada 22 Mei 
2012. Pada saat itu Paulus sedang berpacaran dengan teman wanitanya. 


<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Syaiful Bahri (24/laki-laki), dibunuh 
dan dibakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dalam mobil Toyota Avansa DS1711 AK di 
dekat Pemakaman Umum, Waena, Jayapura pada Selasa, 22 Mei 2012.


<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Kaharudian (laki-laki), tukang ojek 
ditikam mati oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di lingkaran Abepura, pada Kamis, 24 
Mei 2012. Anthon Aruang Tandila, guru Sekolah Dasar Inpres Dondopaga, kampung 
Kulirik, distrik Mulia, Puncak Jaya, ditembak mati oleh Orang Tak Dikenal (OTK) 
pada 29 Mei 2012.


<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Pieper Dietmar Helmut (55/lak-laki) 
warga Negara Jerman ditembak oleh Orang Tak Dikenal OTK) di Pantai Base G pada 
29 Mei 2012. Yang dituduh adalah orang yang “berambut kribo dan brewok???”. 
Pieter dalam keadaan kritis sedang mendapat perawatan medis intensif di Rumah 
Sakit Singapura. 


<!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Ajud Jimmy Purba (19/laki-laki) 
mahasiswa Fakultas Teknik Sipil Universitas Cenderawasih. Dikeroyok dan ditikam 
9 tikaman di seluruh tubuh oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada 3 Juni 2012 di 
depan Rumah Makan Kiamang, Perumnas 3 Waena, Jayapura. 


<!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->Pada 4 Juni 2012, pada jam pukul 
22.00 WIT, di Entrop, Jayapura, Orang Tak Dikenal (OTK) menembak anggota TNI 
Pratu Doengki Kune dari kesatuan Denzipur 10 yang mengenai bagian bawah dagu 
sebelah kanan tembus ke sebelah kiri dan tulang dagu pecah. 


<!--[if !supportLists]-->9. <!--[endif]--> Pada 4 Juni 2012, jam 22.10, di 
Jalan Samratulagi Jayapura, dengan kantor perhubungan Provinsi Papua yang 
berjarak sekitar 30 meter dari Markas Polda Papua,OTK mengikuti dan menembak 
Iqbal dan Ardi Jayanto dengan 1 (satu) kali tembakan mengenai pinggang dan 
tembus ke perut kanan dan ke pinggang belakang Ardi. 


<!--[if !supportLists]-->10. <!--[endif]-->Pada 4 Juni 2012 massa Komite 
Nasional Papua Barat (KNPB) yang berangkat dari Sentani dengan 9 (Sembilan) 
truk dan beberapa kendaraan bermotor menuju ke Jayapura dengan tujuan demo 
damai untuk mempertanyakan kematian warga asing dari Jerman, Pieter Dietmar 
Helmut (55) yang ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) dan massa ini dihadang oleh 
aparat kepolisian dan anggota BRIMOB di Waena dan menimbulkan kemarahan massa 
KNPB. Polisi menangkap, menyiksa sebanyak 43 orang ditangkap. Saksi mata yang 
bernisial (PM) menyatakan: “polisi memukul dan memperlakukan rakyat sipil yang 
ditangkap itu seperti hewan. Saya berusaha membela rakyat sipil yang sedang 
dipukul dan disaksi itu tapi saya dimarah dan diusir pulang oleh aparat yang 
melakukan kekerasan itu. Saya melihat ada dua orang dalam bak truk polisi yang 
sudah tidak berdaya dan babak belur.” 


<!--[if !supportLists]-->11. <!--[endif]-->Yesaya Mirin (21/laki-laki) 
mahasiswa Universitas Cenderawasih ditembak mati dan lehernya dipatahkan dan 
mukanya dihancurkan oleh aparat keamanan kepolisian Indonesia pada 4 Juni 2012 
di Sentani, Jayapura.


<!--[if !supportLists]-->12. <!--[endif]-->Imanuel Piniel Taplo (20) mati di 
Rumah Sakit Yowari, Jayapura, pada 6 Juni 2012 akibat disiksa dan mukanya 
dihancurkan oleh aparat kepolisian Indonesia pada 4 Juni 2012 dan bahu sebelah 
kirinya luka serius dan mengeluarkan darah banyak sehingga nyawanya tidak 
tertolong. 


<!--[if !supportLists]-->13. <!--[endif]-->Gilbert Febrian Mardika, (16), siswa 
SMA Kalam Kudus ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) di Skyline Jayapura, pada 4 
Juni 2012. Korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Jayapura dan dalam keadaan kritis. 


<!--[if !supportLists]-->14. <!--[endif]-->Pada Rabu, 6 Juni 2012, pada 12. 30 
WIT, dua anggota TNI dari Infanteri (Yonif) 756/WMS pada saat melewati Jalan 
Raya Hone Lama, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, menabrak seorang anak 
kecil Wanimbo. Kedua anggota TNI berusaha untuk menghindar dan masyarakat 
(orang tua) anak yang ditabrak marah dan terlibat perkelahian dengan dua 
anggota TNI. Seorang anggota TNI yang bernama Pratu Ahmad Sahlan mati di tempat 
karena mengalami luka tusuk di dada tembus jantung. Sementara anggota TNI 
bernama Serda Parloi Pardede dalam keadaan kritis karena pukulan benda keras di 
seluruh bagian tubuh dan sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wamena. 


Aksi pembalasan dari pasukan TNI Batalyon 756 dengan sangat brutal dan tak 
terkendali menyerang, menyiksa, membunuh dan melukai warga sipil dan membakar 
rumah warga sipil sebagai berikut: 

Korban jiwa masyarakat sipil. 


<!--[if !supportLists]-->(a) <!--[endif]-->Elinus Yoman (30) ditembak bagian 
kepada dan ditikam dengan sangkur dan mati di tempat. 

<!--[if !supportLists]-->(b) <!--[endif]--> Pikinus Wenda (45) ditikam dengan 
pisau sangkur sebanyak 7 kali dalam keadaan kritis berada di Rumah Sakit 
Wamena. 

<!--[if !supportLists]-->(c) <!--[endif]-->Enos Lokbere (42) anggota Dewan 
Perwakilan Rakyat Kabupaten Nduga kepalanya dan bahu kirinya ditikam dengan 
pisau sangkur dalam keadaan kritis di RSUD Wamena.

<!--[if !supportLists]-->(d) <!--[endif]-->Berton Gwijangge (35) ditikam dengan 
pisau sangkur pada saat berada di rumahnya.

<!--[if !supportLists]-->(e) <!--[endif]-->Yermias Kogoya (25) ditikam dengan 
pisau sangkur.

<!--[if !supportLists]-->(f) <!--[endif]-->Denius Kogoya (20) ditembak bagian 
kepalanya tetapi ia tunduk dan melarikan diri.

<!--[if !supportLists]-->(g) <!--[endif]--> Ponius Kogoya (21) ditembak bagian 
perut/badan tetapi mengenai jaketnya hingga robek.

<!--[if !supportLists]-->(h) <!--[endif]-->Pikinus Wenda (35) ditikam dengan 
pisau sangkur di kepala bagian dan kanan. 

<!--[if !supportLists]-->(i) <!--[endif]-->Lenius Wenda (32) telinganya 
terputus mengenai pisau sangkur. 


<!--[if !supportLists]-->14.2.<!--[endif]--> Kerugian harta benda masyarakat 
sipil :


<!--[if !supportLists]-->(1) <!--[endif]-->Delapan belas (18) rumah terdiri 
dari 10 rumah modern milik warga dan 8 honai rumah tradisional dibakar. 

<!--[if !supportLists]-->(2) <!--[endif]--> Satu kantor desa dan rumah kepala 
desa Honai Lama, Leo Kossay (45) dibakar rumah.

<!--[if !supportLists]-->(3) <!--[endif]-->Dua mobil : Mobil Jeep milik Anton 
Wanimbo (46) dan Mobil milik Isael Mom Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Puncak 
Jaya dibakar. 

<!--[if !supportLists]-->(4) <!--[endif]-->Tiga motor nilik Benny Kossay, 
Marthinus Logo dan satu motor belum diketahui pemiliknya dibakar.

<!--[if !supportLists]-->(5) <!--[endif]-->Surat-surat berharga seperti Ijazah, 
sertifikat tanah ikut terbakar. 

<!--[if !supportLists]-->(6) <!--[endif]-->Satu gundang milik pengusaha tukang 
becak milik orang non Papua juga dibakar. 300 unit becak, ijazah milik karyawan 
dan sertifikat tanah ikut terbakar.



<!--[if !supportLists]-->15. <!--[endif]-->Pada Rabu,6 Juni 2012, jam 21.20 di 
Jalan Raya dekat Kantor Walikota Jayapura, OTK menembak seorang Pegawai Negeri 
Sipil Kodam XVII/Cenderawasih, Arwan Apuan, dibagian leher sebelah kiri dan 
tembus sampai leher bagian kanan. 


<!--[if !supportLists]-->16. <!--[endif]-->Pada Kamis, 7 Juni 2012, pada jam 
4.00 pagi dini hari, aparat kepolisian Indonesia menghancurkan rumah keluarga 
David Kaiba dan aparat keamanan melakukan penembakan dan keluarga menyelamatkan 
diri dan belum diketahui keberadaan mereka sekarang. Latar belakannya ialah 
pagi jam 2.00 dini hari, terjadi penembakan di kantor Polsek Angkaisera, Serui 
dan seorang anggota polisi bernama Aldi A. tertembak di bagian perut. Untuk 
memastikan peristiwa penembakan ini, pada jam 7.30 pagi, Ketua Dewan Adat 
Yapen, Apolos Mora, datang ke Rumah Sakit dengan tujuan untuk memberikan 
dukungan moral dan solidaritas. Tapi sayang, Apolos datang dengan keinginan 
suci dalam spirit kemanusiaan ini dibentak dan diusir kasar oleh Sumadji, 
Kapolsek Angkaisera dengan menunjuk-nunjuk jarinya ke wajah Apolos dengan 
mengatakan: “bapak segara pulang, pulang, pulang, segera pulang ”. 


<!--[if !supportLists]-->17. <!--[endif]-->Teyu Tabuni (20) ditembak mati 
dibagian kepala oleh anggota polisi pada 7 Juni 2012 di Dok 5 Jayapura. 
Alasannya Teyu melakukan pemalangan atau melakukan pemblokiran jalan umum.


<!--[if !supportLists]-->18. <!--[endif]-->Pada Kamis, 7 Juni 2012, aparat 
keamanan Indonesia menangkap Buktar Tabuni, Ketua Umum KNPB dengan alasan 
demonstrasi yang dipimpinnya tidak mendapat ijin dari pihak polisi Indonesia 
dan dituduh mengajak, menghimbau dan menghasut sekelompok massanya untuk 
anarkis dan melanggar hukum. 


Pertanyaan-Pertanyaan:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Mengapa peristiwa kekerasan dan 
kejahatan kemanusiaan ini terjadi dan dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK)? 


<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]--> Siapa sebenarnya Orang Tak Dikenal 
(OTK) itu?


<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Mengapa aparat keamanan tidak mampu 
menangkap Orang Tak Dikenal (OTK) itu? 


<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]--> Tujuan apa warga asing, orang 
pendatang dan penduduk asli Papua menjadi korban ketidakadilan dan kekerasan 
dari Orang Tak Dikenal (OTK)?


<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]--> Apakah ini sebagai bukti Pemerintah 
dan aparat keamanan Indonesia sudah gagal dan lumpuh di Papua?


<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]--> Mengapa pemberitaan dalam media 
massa sangat diskriminatif dan tidak menyampaikan kejahatan dan kekerasan yang 
dilakukan oleh aparat keamanan terhadap massa KNPB dengan penangkapan, 
penyiksaan, pembunuhan kejam dan dengan cara-cara biadab itu? 


<!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Mengapa demonstrasi damai yang 
dipimpin oleh KNPB dilarang dan diblokir dengan penangkapan, penyiksaan dan 
pembunuhan yang dilakukan oleh aparat keamanan Indonesia? 

<!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->Mengapa dan tujuan apa, aparat 
keamanan dari TNI dan POLRI sekarang membunuh penduduk asli Papua dengan 
menggunakan pisau dan sangkur? 


Analisa Masalah:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Penembakan warga asing dari Jerman, 
Dr. Dietmar Pieper Helmut (55) adalah untuk membangun opini internasional bahwa 
perjuangan rakyat dan bangsa Papua Barat adalah perjuangan yang identik 
kekerasan. Supaya simpati dan dukungan serta solidaritas kemanusiaan dari 
masyarakat internasional dibelokkan menjadi antipati kepada rakyat dan bangsa 
Papua yang selama ini berjuang dengan pendekatan damai. Dan juga menutup akses 
media internasional untuk Papua dengan alasan wilayah Papua tidak aman dari 
kunjungan-kunjungan warga Asing dan media asing di Papua.


<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Membangun citra antipati dari 
orang-orang pendatang terhadap perjuangan rakyat dan bangsa Papua Barat. 
Membangun dan menanamkan rasa kebencian dan meruntuhkan semangat kebersamaan 
yang sudah terbangun dan terbina selama ini antara para pendatang dan penduduk 
asli Papua. Menciptakan konflik horizontal antara orang asli Papua dan 
pendatang dengan melihat Orang Terlatih Khusus (OTK) melakukan pembunuhan 
terhadap kaum pendatang. Kekerasan dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan 
oleh OTK mengarah para penciptaan konflik seperti Timor Leste.


<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Orang Terlatih Khusus atau Orang Tak 
Dikenal (OTK) mau memperlihatkan kepada masyarakat Internasional bahwa yang 
menjadi korban pelanggaran HAM di Papua bukan hanya penduduk asli Papua tetapi 
juga orang pendatang menjadi korban kekerasan dan kejahatan kemanusiaan. 


<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Ada misi dan target terhadap 
tokoh-tokoh Papua untuk diculik dan ditembak mati dan akan dijadikan alasan 
bahwa pembunuh adalah Orang Tak Dikenal (OTK). Bisa dikatakan kekerasan 
kemanusiaan ini adalah skenario seperti pembunuhan Arnold Clemens Ap yang 
dikembangkan isu oleh Intelijen adalah “ibu Sumiyati” sedang berjalan dan 
setiap orang yang melihatnya langsung meninggal dan pada saat itu rakyat 
dilarang keluar malam. Dan pada saat penculikan dan pembunuhan Theodorus Hiyo 
Eluay dikembangkan isu bahwa ada “drakula” sedang berkeliaran di Papua dan 
rakyat dilarang keluar malam. Sekarang ini,ada kelompok yang tidak 
bertanggungjawab telah mengembangkan isu ”Orang Tak Dikenal” (OTK) menembak dan 
membunuh rakyat sipil di Tanah Papua. Jadi, pertanyaannya ialah siapa yang 
menjadi target penculikan dan pembunuhan dengan isu “Orang Tak Dikenal” (OTK) 
yang terus meneruskan dipelihara dan dilestarikan ini? 


<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Pemblokiran dan penghadangan massa 
demo KNPB yang dilakukan oleh aparat keamanan kepolisian dan BRIMOB pada 4 Juni 
2012 dengan alasan tidak ada ijin adalah dengan tujuan memancing emosi dan 
memprovokasi rakyat untuk menciptakan konflik dan perlawanan kekerasan rakyat 
sipil terhadap aparat keamanan supaya menjadi bahan kampanye di tingkat 
nasional dan internasional bahwa perjuangan rakyat dan bangsa Papua Barat 
adalah perjuangan kekerasan dan juga melawan aparat keamanan Negara. Tetapi, 
puji Tuhan. Rakyat dan bangsa Papua diberikan hikmat oleh Tuhan dan mereka 
menghindari jebakan-jebakan kekerasan dan konflik yang dibangun oleh aparat 
keamanan Indonesia. Rakyat dan bangsa Papua tetap mempertahankan perjuangan 
damai tanpa kekerasan. 


<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Rasional ialah aparat keamanan tidak 
perlu memblokir dan melarang KNPB menyalurkan pikiran dan pendapatnya melalui 
saluran demonstrasi damai kepada penguasa, namun aparat keamanan sendiri yang 
seharunsya melindungi dan menjaga rakyat melakukan kesalahan fatal dengan 
melarang dan memblokir massa dan dilanjutkan dengan penyerangan, penangkapan, 
penyiksaan dan pembunuhan yang kejam dan tidak manusiawi. Akibatnya dua orang 
meninggal dunia dan 43 orang ditahan dengan perlakukan yang sangat tidak adil 
dan tidak manusiawi. 


<!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Orang Tak Dikenal (OTK) lebih 
berkuasa dan mendominasi di Tanah Papua dan terus menghilangkan nyawa manusia 
yang tak berdosa membuktikan bahwa Pemerintah dan aparat keamanan telah gagal 
dan lumpuh dan tidak mampu lagi mengayomi dan melindungi warga sipil di Tanah 
Papua. 

<!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->Kekerasan dan kejahatan kemanusiaan 
yang terjadi di Papua ini kalau dituduh kepada penduduk asli Papua atau rakyat 
sipil yang dituduh dan dicitrakan selama ini anggota Organisasi Papua Merdeka 
(OPM) sebagai pelaku, maka pertanyaannya ialah mengapa OPM katanya ada 
dihutan-hutan tidak pernah membunuh orang pendatang sebagai Transmigran yang 
ada di dekat hutan-hutan Papua? Mengapa orang asli Papua tidak pernah membunuh 
orang asing sebagai Missionaris dan turis asing yang selalu berada di 
kampung-kampung dengan masyarakat asli Papua? Semua kasus pelanggaran HAM di 
Tanah Papua beberapa tahun yang lalu dan dalam bulan ini, belum ada satu kasus 
pun diungkap pelakunya. Aparat penegak hukum juga sulit dipercaya karena mereka 
juga adalah pelaku pelanggar HAM. Untuk mengungkap kekerasan dan kejahatan 
kemanusiaan yang dilakukan oleh Orang Terlatih Khusus atau Orang Tak Dikenal 
(OTK) atau Penembak Misterius (Petrus), saya percaya aparat kepolisian bisa 
mengungkap pelakunya, tapi polisi sendiri tidak bisa mengumumkan itu. Paling 
terjadi dua hal: pertama, Kapoldanya dipindahkan untuk menghilangkan jejak 
kasus itu. Kedua, orang asli Papua dijadikan “kambing-hitamkan” sebagai pelaku 
kekerasan dan kejahatan. Tapi patut dipertanyakan adalah senjata yang digunakan 
adalah senjata berkaliber dunia “canggih”. Apakah penduduk asli Papua mempunyai 
kemampuan untuk membeli itu? 


Rekomendasi:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Sudah waktunya dan sangat mendesak 
dukungan dan kehadiran misi kemanusiaan dan perdamaian dari Perserikatan 
Bangsa-Bangsa (PBB) di Tanah Papua untuk memberikan perlindungan,kenyamanan dan 
menangkap Orang Tak Dikenal (OTK) yang sedang berkuasa di Tanah Papua sekarang 
ini dan yang tidak mampu ditangkap oleh aparat keamanan Indonesia.


<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Perlu adanya Pelapor Khusus PBB di 
undang dan datang ke Papua untuk menyelidiki kasus-kasus pelanggaran HAM yang 
terjadi selama ini di Tanah Papua.


<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Perlu adanya kehadiran Pemantau dan 
Wartawan Asing untuk meliput seperti peristiwa yang terjadi lebih kredibel dan 
berimbang dalam menciptakan rasa keadilan dalam pemberitaan peristiwa-peristiwa 
kekerasan dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi selama ini di Tanah Papua.


<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Kelompok-kelompok yang menyamar 
sebagai Orang Tak Dikenal (OTK) harus menghentikan aksi-aksi kekerasan 
kemanusiaan yang mengorbankan rakyat sipil yang tidak bersalah. 


<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Kelompok-kelompok intelijen yang 
menyamar sebagai wartawan disetiap kegiatan demo dan seminar harus dihentikan 
karena sudah diketahui umum bahwa ada wartawan “gadungan” yang beroperasi di 
Tanah Papua.


<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Aparat keamanan selama ini dalam 
mengintai dan mengawal demo damai masyarakat Papua sudah diketahui membawa 
pisau-pisau untuk menikam pada saat terjadi bentrok antara massa demo dan 
aparat keamanan, maka aparat keamanan diminta harus tinggalkan cara-cara kerja 
gandungan dan penjahat yang membawa-bawa pisau ke tempat demo damai. Ini 
terlihat dan terbaca sebagai salah satu cara untuk menghilangkan jejak 
keterlibatan aparat keamanan dari penembakan dengan peluru atau senjata api.


<!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Aparat TNI sudah banyak terlihat 
dalam kegiatan-kegiatan demo damai yang dilakukan oleh rakyat sipil. Ini 
memperlihatkan aparat keamanan dari TNI dan POLRI sedang menghadapi penduduk 
sipil dengan alat kekuatan Negara. Aparat TNI diharapkan tidak terlibat 
langsung dalam mengawasi kegiatan-kegiatan demo damai dari rakyat sipil. 


Jayapura/Numbay, Papua, 8 Juni 2012

Socratez Sofyan Yoman

Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke