http://www.eramuslim.com/berita-beda-islam-dengan-demokrasi.html


Beda Islam dengan Demokrasi
Redaksi | Minggu, 03 Juni 2012 - 00:43:56 WIB |Abul Ala Maududi 
Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Bisakah Islam bertemu dengan demokrasi 
barat?  Apakah mereka sejalan? Atau apakah demokrasibarat mengambil konsep dari 
Islam? Atau sebaliknya Islam mengambil nilai nilaidemokrasi yang telah 
berkembang di Yunani? Atau konsep nilai Islam telahberubah karena zaman sudah 
berubah pula, dan karena saat ini penduduk duniasemakin banyak hingga 
dibutuhkanlah sebuah sistem yang berguna untukmenyederhanakan dalam sistem 
pemerintahan, makanya kaum muslim bersediamenerima konsep demokrasi barat 
sebagai jalan keluar yang modern? 

Ada satu pertanyaan yang membuat berfikir berkali kali bagipenulis, kenapa 
barat (Amerika dan sekutunya) selalu mengirimkan pasukanperangnya bila ada 
suatu negara menolak sistem demokrasi barat? Dan kenapaamerika dan sekutunya 
tidak merasa perlu  mengirimkan pasukan senjata perangnya bilasuatu negara 
muslim sudah mengadopsi sistem demokrasi barat dalampemerintahannya? Apakah 
demokrasi itu merupakan cara hidup kaum barat? Dan bilaada Negara muslim 
memakai sistem tersebut , kaum barat sudah merasakan negaramuslim demokrasi 
tersebut sudah satu millah / din yang sama dengan mereka? Jaditidak perlu 
berperang? 

Beribu ribu pertanyaan yang terngiang. 

Berikut disampaikan beberapa analisis pemikir Islam, semogahal hal tersebut 
terurai sedikit demi sedikit kenapa kita harus selalu memegang harta termahal 
kita yaitu Islam. 

Abul Ala Maududi dalam bukunya Human Right in Islam,terbitan The Islamic 
Foundation, London, menjelaskan perbedaan mendasar antarkeduanya, Islam dan 
demokrasi barat. Dan ternyata tidak terdapat irisan dan titiksinggung antar 
kedua sistem tersebut. 

Singkatnya, tidak ada penyandingan yang layak antar kedua sistemtersebut, tidak 
ada Islam demokrasi. 

Demokrasi barat didasarkan atas kedaulatan rakyat . SedangIslam , kedaulatan 
hanya ada di tangan Allah, dan manusia /masyarakat hanyalahkhalifah khalifah 
atau wakil wakilnya. 

Demokrasi barat , masyarakatlah yang membuat hukum hukummereka sendiri. Sedang 
Islam, masyarakatnya harus tunduk pada hukum hukum Allah(syariat Allah) yang 
diberikanNya melalui rasulNya. 

Demokrasi barat , pemerintah memenuhi apapun kehendak rakyat.Sedang Islam , 
pemerintah dan rakyat yang membentuk pemerintahan, kedua duanyaharus memenuhi 
kehendak dan tujuan Allah. 

Demokrasi Barat adalah semacam wewenang mutlak yangmenjalankan kekuasaan 
kekuasaannya dengan cara bebas dan tidak terkontrol .Sedang Islam,  adalah 
kepatuhan kepadahukum Allah, dan melaksanakan wewenangnya sesuai dengan 
perintah perintah Allahdan dalam batas batas yang telah digariskan oleh Nya. 

Sebagai melengkapi pemahaman demokrasi barat, menurutMuhammad Assad, dalam 
bukunya Minhaj Al Islam fi al Hukumi, konsep demokrasiasli yang dimiliki oleh 
bangsa yunani, Negara penemu sistem demokrasi berawal.Bagi bangsa  yunani 
(kuno), istilahpemerintahan dari rakyat untuk rakyat , yang merupakan inti dari 
demokrasi,dimaksudkan sebagai suatu pemerintahan oligarchis , suatu 
pemerintahan yangdipegang oleh elite tertentu yang tidak mencakup seluruh 
rakyat. Di dalamnegara negara yang pernah ada pada masa mereka, istilah rakyat 
berarti warga negarasejati yang merupakan penduduk yang dilahirkan secara 
merdeka yang lazimnya jumlahnya tidak lebih dari seper-sepuluh jumlah penduduk 
yang ada. Sedangkansisanya  yang Sembilan puluh persen ituterdiri dari budak 
budak dan hamba sahaya yang tidak diberi kesempatanmelakukan aktifitas apapun 
selain pekerjaan pekerjaan fisik yang kasar, danmereka , sekalipun tetap 
diwajibkan berpartisipasi dalam pertahanan negara,sama sekali tidak diberi hak 
dalam hal kewarga negaraan. Hanya warga negarasejati itu (yang hanya 10%) 
sajalah yang memegang hak kebebasan aktif maupunpasif, yang dengan demikian 
seluruh kekuasaan politik berpusat sepenuhnya ditangan mereka. 

Sebuah sistem yang katanya menuntut persamaan , hak asasimanusia , tapi 
nyatanya persamaan dan hak asasi manusia itu semu dan hanyaberlaku bagi warga 
negara khusus antara mereka saja. Sistem  yang berlaku bila hanya kelompok yang 
mereka setujuisaja yang memenangi pemilihan umum, dan tidak berlaku bila 
kelompok Islam yangmemenangi pemilihan rakyat , lihatlah FIS di Aljazair, 
Lihatlah Hamas dipalestina…Sistem demokrasi adalah sebuah sistem jadi jadian 
mereka, jebakanpolitik, sistem yang menuruti sekehendak hawa nafsu dan syahwat 
kelompokborjuis saja, dan tidak berlaku bagi yang mereka anggap sebagai musuh 
bersama mereka. 

Semoga keterangan ini menjadi jelas adanya, dan di saat kehidupanakhir zaman 
ini, kedua sistem tersebut mengemuka dan menjadi pilihan bagi umat,nah sekarang 
kembali kepada anda, dalam kedua sistem tersebut, kembali ke andasebagai 
manusia dan hamba Allah, yang kelak semua hal yang kita lakukan diduniaini akan 
diminta pertanggung jawaban di akherat kelak, so , mana yang andayakini dan 
berniat berusaha untuk meninggikannya? (MM) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke