Ref: Bagi pembaca yang tidak bisa bersama anggota DPR mengunjungi
Huaxi silahkan lihat video ini : http://www.youtube.com/watch?v=yru1C-RE7lc dan
http://www.youtube.com/watch?v=-ot21OxmMO8
Barangkali perlu diberitahukan kepada anggota DPR yang ke Huaxi,
bahwa yang sering disuarakan melalui pengeras suara bukan suara Azan a la
Tionghoa dalam bahasa Tionghoa, tetapi lagu dalam mana dikatakan bahwa langit
diatas Huaxi adalah langit Komunisme.
Monggo-monggo bapak-bapak DPR, selamat menikmati plesiran ke
luarnegeri.
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/06/20/ArticleHtmls/Anggota-DPR-Pelesir-Lagi-ke-Luar-Negeri-20062012006012.shtml?Mode=0
Anggota DPR Pelesir Lagi ke Luar Negeri
JAKARTA
Mereka pergi di tengah masa sidang.
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat kembali jalan-jalan ke luar negeri.
Jalan-jalan dengan kemasan kunjungan kerja di antaranya dilakukan oleh anggota
Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Penyiaran Komisi Bidang Pertahanan dan
Keamanan. Mereka berangkat ke Amerika Serikat dan Inggris pada Sabtu lalu dan
dijadwalkan balik ke Indonesia pada Sabtu, 23 Juni nanti. Anggota Panja, Roy
Suryo, menyatakan kepergian mereka di tengah masa sidang untuk efisiensi.
“Kami berempat plus ketua rombongan, dan agenda kami cukup padat,” katanya
kemarin.
Acara pelesir ini segera disusul perjalanan serupa lainnya oleh Komisi Bidang
Pemerintahan.
Pada 6-12 Juli nanti mereka akan berkunjung ke Jerman, Venezuela, Jepang, dan
Cina.
Mereka hendak membahas dua RUU Desa dan Pemerintah Daerah yang saat ini sedang
dibicarakan. “Untuk RUU Desa, kami akan mengunjungi Cina dan Venezuela,
sedangkan Jerman dan Jepang itu untuk RUU Pemda,“ kata anggota Panitia Khusus
dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Malik Haramain.
Menurut Roy, Panja RUU Penyiaran sengaja tak memberangkatkan semua anggota
Panja sebanyak 23 orang.
Menurut dia, Panja sengaja membentuk tim kecil agar kerja selama di Amerika
efektif.
“Kami hanya lima orang. Ada saya, Effendy Choirie, Tantowi Yahya, Mahfudz
Abdurrahman, dan ketua rombongan, Ramadhan Pohan,“ ujarnya.
Ia menampik disebut jalanjalan ke luar negeri. “Saya rasa selama itu dilakukan
dengan benar dan jadwal rapat memungkinkan, tidak jadi masalah. Kami di Amerika
juga hanya dua hari,“ katanya.
Anggota Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan, selama berada di Amerika, Panja
melakukan kunjungan, di antaranya ke FCC (Federal Communication Commission),
PBS (Public Broadcasting Station), dan NPR (National Public Radio).
“Karena memang, kalau bicara soal regulasi penyiaran, tidak ada lagi negara
selain Amerika dan Inggris yang paling baik,“ ucapnya.
Adapun Malik Haramain menyatakan kunjungan ke Cina dan Venezuela akan dilakukan
pada 6-12 Juli nanti.
Tiap rombongan berjumlah 12 orang. Kunjungan ke Jerman dan Jepang rencananya
akan dilakukan pada September mendatang. “Tapi itu juga belum pasti. Yang sudah
pasti ke Cina dan Venezuela,“ katanya.
Dalam studi banding ke Cina, Malik menyatakan rombongan akan mengunjungi Desa
Huaxi, yang merupakan desa terkaya di Cina. Menurut dia, ada keunikan di desa
tersebut yang patut dipelajari. Desa itu berhasil membuat perusahaan
multi-industri dengan pendapatan 1.000 euro per tahun.
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran membeberkan total anggaran yang
dibutuhkan untuk kunjungan ke Cina, Jepang, Jerman, dan Venezuela. Menurut
koordinator investigasi dan advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, jika merujuk
pada Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya tahun anggaran 2012,
total anggaran yang dibutuhkan untuk kunjungan ke empat negara tersebut Rp 2,1
miliar.“Alokasi anggaran ini hanya untuk anggota Dewan, tidak termasuk staf
anggota Dewan yang akan ikut,“ ujarnya.
FEBRIYAN | ANGGA SUKMA WIJAYA | SUNUDYANTORO
[Non-text portions of this message have been removed]