http://www.lampungpost.com/index.php/buras/39038-indeks-negara-gagal-posisi-indonesia-memburuk-drastis.html
Indeks Negara Gagal, Posisi Indonesia Memburuk Drastis!
Jumat, 22 June 2012 00:00
"POSISI Indonesia terus memburuk secara drastis pada indeks negara gagal
(failed state index) dari peringkat 87 pada 2009 ke peringkat 63 pada 2012,
atau merosot 24 tingkat dalam tiga tahun!" ujar Umar. "Dalam indeks ini semakin
kecil angka peringkatnya makin buruk. Peringkat terakhir itu diumumkan, Senin
(18-6), di Washington DC, AS, oleh lembaga riset nirlaba The Fund for Peace dan
majalah Foreign Policy yang meneliti di 178 negara!"
"Peringkat 63 itu masuk kelompok berbahaya (in danger), apalagi dengan
laju kemerosotan setajam itu!" timpal Amir. "Peringkat satu indeks negara gagal
(ING) ditempati Somalia. Disusul posisi dua Republik Demokrasi Kongo! Tempat
terjauh dari ancaman gagal, peringkat 178, diduduki Finlandia!"
"Dari sekian variabel yang diteliti, tiga faktor diangkat sebagai pemicu
utama kemerosotan drastis ING Indonesia!" tegas Umar. "Pertama tekanan penduduk
(demografis) akibat degradasi lahan serta tergusurnya warga karena masalah
lingkungan! Kedua, ketidakpuasan kelompok karena banyak demonstrasi dan
kekerasan terhadap kelompok-kelompok minoritas! Ketiga tekanan sosial akibat
semakin lebarnya jurang antara si kaya dan si miskin!"
"Merinding bulu kuduk mendengar penyebab terpacunya kita menuju negara
gagal!" timpal Amir. "Tekanan penduduk atas tanah dengan ancaman Hukum
Malthus—penduduk meningkat dengan deret ukur sedang produksi pangan naik dengan
deret hitung—ditimpa involusi pertanian Clifford Geertz setiap petak tanah
dibebani menghidupi jumlah penduduk yang terus makin besar, kini muncul pula
degradasi lahan dan penggusuran! Betapa ngeri arti negara gagal itu bagi bangsa
kita!"
"Miris boleh saja melihat ancaman negara gagal berpacu mendekati kita,
tapi harapan rebound tetap terbuka!" tegas Umar. "Sebab, sebelum disalip
Finlandia dari peringkat 178, pada 2010 posisi itu ditempati Bosnia-Herzegovina
(Wikipedia), yang seperti Indonesia, mayoritas penduduknya muslim! Artinya,
kita punya dasar keyakinan yang sama untuk menjauh dari ancaman kegagalan
negara yang terus menguat itu!"
"Cuma, dari segi apa kita harus belajar dari Bosnia untuk menciptakan
arus balik buat negara kita agar bergerak menjauh dari sedotan 'lubang hitam'
kegagalan?" tanya Amir.
"Dari laporan media tentang Bosnia, sebagai bangsa bernyawa saringan sisa
pembantaian massal (genocide), mereka hidup di garis ajaran secara letterlijk!"
jawab Umar. "Artinya, mereka hidup lurus, tak munafik, dan mengekang maksimal
syahwat korupsi! Cobalah tempuh cara hidup yang sama, semua pendorong bangsa ke
jurang kegagalan akan bisa dihentikan!" ***
[Non-text portions of this message have been removed]