Ref: Punya model Keuangan inklusif dengan hutang luarnegeri US$ 235,—milyar? 
(http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/803B720F-4639-407B-9FD8-EF990FD6F45F/26391/FinalisJuni2012_Web.pdf).
 



http://www.shnews.co/detile-3434-sby-indonesia-sudah-punya-model-keuangan-inklusif.html


SBY: Indonesia Sudah Punya Model Keuangan Inklusif 

Selasa, 19 Juni 2012 - 09:06:58 WIB

Dibaca : 85 


(Foto:dok/presidenri.go.id)

Indonesia tidak perlu mengadopsi model keuangan dari negara manapun.LOS CABOS - 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Indonesia telah memiliki model 
untuk menerapkan sistem keuangan inklusif, sehingga tidak perlu untuk 
mengadopsi model dari negara manapun juga.

"Kita sudah punya model sendiri, apa yang dilakukan BRI itu luar biasa dan juga 
bank-bank yang lain. Kita sampaikan pada dunia tidak perlu kita mengadopsi 
model negara manapun, kita sudah punya," kata Presiden Yudhoyono saat 
memberikan keterangan pers di Los Cabos, Meksiko, Selasa dini (19/6) hari atau 
Senin waktu setempat.

Namun, kata Presiden, menimba dan berbagi pengalaman dengan negara-negara lain 
akan selalu ada gunanya. Oleh karena itu, Kepala Negara secara khusus mengajak 
Putri Maxima dari Belanda untuk bekerjasama di bidang keuangan inklusif.

"Saya ajak untuk berkolaborasi bekerjasama dengan demikian ada benefit bagi 
kita, dan kita mempelajari best practices sehingga bisa makin baik," katanya.

Sebelumnya Putri Maxima dari Belanda mengapresiasi Indonesia sebagai salah satu 
negara yang memberikan perhatian tinggi terhadap kredit bagi UMKM dan rakyat 
kecil dalam bentuk kredit usaha sebagai salah satu bentuk dari praktek keuangan 
inklusif.

Putri Maxima, menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, 
juga meminta Indonesia untuk membuat suatu mekanisme koordinasi yang baik dalam 
penyelenggaraan kredit usaha itu.

Namun, menurut Hatta, selama ini Indonesia telah memiliki mekanisme yang 
berjalan dengan baik dibawah koordinasi Menko Perekonomian.

Putri Maxima yang merupakan istri Pangeran Willem-Alexander, putra Ratu 
Beatrix, adalah Penasehat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan 
Inklusif bagi Pembangunan.

Ia mempromosikan keuangan inklusif terutama dalam praktik terbaik dan kebijakan 
yang dibutuhkan untuk meningkatkan akses terhadap modal terutama individu lokal 
dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) guna meningkatkan kesejahteraan dan 
mengurangi kemiskinan.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke