Jakarta adalah Supermarket Bencana
Hidayatul Fajri | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Senin, 11 Juni 2012 | 16:34 WIB 

JAKARTA, Kompas.com - Bencana alam, bencana non-alam, dan bencana sosial, 
ternyata masih menghantui Jakarta. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang 
Pencegahan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI 
Jakarta, Danang Susanto dalam Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Manajemen 
Penanggulangan Bencana Kepada Masyarakat di Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta 
Utara, Senin (11/6/2012). 

Ia mengatakan, bencana alam yang mengancam Jakarta yakni banjir dan puting 
beliung, bencana non alam seperti kebakaran dan macet, serta bencana sosial 
yaitu teroris dan konflik antarkelompok. "Jakarta adalah supermarket bencana," 
ujarnya. 

Namun, bencana yang sering mengancam Jakarta adalah banjir dan kebakaran. 
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, saat ini terdapat 62 titik banjir yang ada 
di DKI Jakarta. "Itu berkurang dari 78 titik yang ada," ujar Danang. 

Dia mengakui, masih banyaknya bencana di DKI Jakarta karena memiliki 
sumber-sumber bencana, di antaranya Jakarta dilewati 13 aliran sungai, 
dikelilingi oleh 12 subduksi dan sesar, RTH yang belum mencapai 13 persen, 
serta 40 persen dataran rendah mengalami penurunan muka tanah 6 sampai 18 
sentimeter per tahun. 

"Belum lagi kepadatan penduduk yang tinggi dan tingkat kesadaran masyarakat 
yang masih rendah," kata Danang. 

Besarnya ancaman bahaya bencana alam di DKI Jakarta tersebut membuat Pemerintah 
Provinsi DKI Jakarta melakukan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Manajemen 
Penanggulangan Bencana bagi masyarakat. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan 
bekerjasama antara BPBD, Damkar dan PB, serta Basarnas. 

Sosialisasi tersebut dilakukan agar masyarakat memahami bahaya ancaman bencana 
alam yang ada. Selain itu, hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas 
masyarakat dalam menghadapi bencana. 

"Dengan memahami ancaman tersebut, masyarakat semakin kuat dan menjadi tidak 
panik dalam menghadapi bencana. Masyarakat bisa menolong dirinya sendiri dan 
orang lain, sehingga mengurangi korban jiwa," ujar Danang. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke