Rabu, 13 Juni 2012 | 08:44 WIB Pertemuan Cikeas Jawab Kerisauan Kader Demokrat TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan pertemuan Ketua Dewan Pembina Demokrat dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Seluruh Indonesia malam ini, 13 Juni 2012, di Puri Cikeas Bogor merupakan pertemuan biasa. Selain ajang silaturahmi, pertemuan juga untuk memotivasi pengurus DPD agar tetap solid memperjuangkan partai.
"Ini semacam suntikan vitamin dari Ketua Dewan Pembina," kata Nurhayati saat dihubungi, Selasa, 12 Juni 2012. Menurut Nurhayati, pertemuan dengan seluruh pengurus DPD ini sangat penting untuk mengembalikan semangat kader Demokrat. Apalagi, kata dia, dalam dua tahun terakhir partai berlambang mercy ini sering diterpa isu tak sedap. Selain dugaan korupsi partai juga diisukan sering dihadapkan pada perpecahan. "Jadi ini pertemuan konsolidasi, menjawab kerisauan kader dan membuat solid suara partai." Banyaknya masalah yang dihadapi Demokrat, kata dia, turut menyumbang turunnya elektabilitas partai. Hal ini terlihat dari beberapa survei yang dilakukan lembaga survei suara Demokrat tak pernah berada di posisi puncak. Padahal pada pemilu 2009 lalu, Demokrat merupakan partai pemenang pemilu dengan suara di atas 20 persen. Nurhayati mengatakan hasil survei akan menjadi salah satu bahan yang akan diingatkan SBY dalam pertemuan itu. Hasil survei juga akan menjadi perhatian besar partai untuk didalami dan dicarikan solusi. "Hasil survei ini tidak bisa diabaikan, kalau naik saja kami sikapi apalagi turun seperti sekarang. Tapi kami tetap optimistis." Meski begitu, Nurhayati memastikan tidak ada agenda besar yang akan dilakukan partai dalam pertemuan malam ini. Begitu juga dengan pertemuan dengan Forum Pendiri dan Deklarator Partai. Menurut dia, kedua pertemuan ini dipastikan untuk menguatkan partai dan meningkatkan soliditas. Senada dengan Nurhayati, Sekretaris Dewan Pengawas Demokrat, Suaidi Marasabessy, mengatakan salah satu agenda yang akan dibahas dalam pertemuan Forum Silaturahmi Pendiri dan Deklarator adalah upaya mengembalikan popularitas partai seperti pada Pemilu 2009. "Tekad kami menjadi partai yang dipercaya masyarakat dan memenangkan hati rakyat." IRA GUSLINA SUFA [Non-text portions of this message have been removed]
