Dahlan: Program Pro-Beras Akan Berhasil
Sutarmi | Glori K. Wadrianto | Rabu, 13 Juni 2012 | 10:35 WIB 

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan optimistis program pro-beras 
BUMN atau proyek food estate akan berhasil. Ia mengklaim program gerakan 
produksi pangan sistem korporasi hingga saat ini berjalan efektif. 

"Biasanya bulan Februari hingga Mei ada keputasan impor, tapi sampai saat ini 
belum ada keputusan impor. Rapat dua kali, diputuskan belum perlu impor beras. 
Kalau masa tanam kedua dari program pro-beras hasilnya bagus, saya optimistis, 
tidak ada impor-impor beras," kata Dahlan Iskan dalam kunjungan kerjanya di 
Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (13/5/2012). 

Dahlan juga tidak peduli dengan cibiran berbagai kalangan bahwa program 
pro-beras tidak akan berhasil karena program ini sudah lama, sejak kepemimpinan 
sebelum dia. "Program pro-beras sudah lama sekali. Pelak, program pro-beras 
sangat ditakuti pejabat. Kalau takut disoroti, diomeli dan dicibir, tidak bisa 
berbuat apa. Jangan takut," ajak Dahlan. 

Dahlan memberikan apresiasi kepada petani Dusun Seworan, Wates, Kulon Progo, 
yang telah berhasil memproduksi gabah yang sangat banyak di luar target Bulog. 
"Salah satu petani mengatakan kepada saya, biasanya, setiap musim tanam kedua, 
hasil panennya merosot hingga 40 persen. Penurunan produksi ini karena unsur 
hara tanah telah diserap pada musim tanam pertama. Dengan program pro-beras, 
karena manajemennya baik, hasil panen hanya turun 0,3 persen atau turun tiga 
kilogram per hektar. Program pro-beras dilanjutkan dan dikembangkan secara 
nasional," kata Dahlan. 

Lebih lanjut, Dahlan mengaku mendukung Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan 
petani cabai untuk terus memproduksi cabai. Kementerian BUMN akan 
memfasilitasinya dengan modal kredit Kliring Berjangka Indonesia. "Saya tidak 
janji ini. Tapi BUMN punya alat dengan baik. Ke depannya tergantung sikap 
petani cabai," tutur Dahlan.  


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke