http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/07/03/ArticleHtmls/Lampung-Selatan-Rusuh-Jalur-Sumatera-Diblokade-03072012009021.shtml?Mode=0


Lampung Selatan Rusuh, Jalur Sumatera Diblokade 
LAMPUNG SELATAN 
Mereka membakar ban-ban bekas dan menghalangi jalan.

Ribuan warga Lampung Selatan kemarin mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas 
umum. Amuk itu dipicu ucapan Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza yang dinilai 
melecehkan lembaga adat setempat. “Semestinya, sebagai seorang pemimpin, tidak 
sembarangan berucap. Dia terlalu arogan,” kata Ketua Liga Mahasiswa Nasional 
Demokratik, Zailani. 
Hingga kemarin malam, massa masih bertahan di jalan lintas Sumatera ruas 
Bakauheni-Bandar Lampung. Ban-ban bekas dibakar dan puluhan pohon ditempatkan 
melintang di tengah jalan di Simpang 

Gayam. Akibatnya, lalu lintas macet sepanjang hampir 30 km. 
Kepala Kepolisian Resor Lampung Selatan Ajun Komisaris Besar Harry Muharram, 
yang memimpin pasukan, berusaha bernegosiasi dengan warga. Negosiasi buntu, dan 
warga tetap bertahan dengan menenteng senjata tajam. 

Mereka menuntut polisi membebaskan warga yang ditahan, mengobati warga yang 
terluka, dan mengembalikan kendaraan roda dua yang disita dalam kerusuhan 
beberapa jam sebelumnya. 

Dari pengamatan Tempo, ratusan anggota Polres Lampung Selatan, Satuan Brigade 
Mobil Polda Lampung, Brigif Marinir Piabung, dan Batalion 143 bersiaga. “Sebisa 
mungkin kami menghindari tindak kekerasan. Negosiasi harus tetap jalan,” kata 
Harry Muharram. 

Awalnya, ribuan warga di Lapangan Radin Intan, Kalianda, mendengarkan kata maaf 
dari Rycko Menoza. Putra sulung Gubernur Lampung Sjachroedin Zainal Abidin 
Pagaralam itu menyanggupi tuntutan warga. “Saya sampaikan permintaan maaf dari 
hati yang paling dalam atas keteledoran dan kesalahan ucap yang telah menyakiti 
warga Lampung Selatan. Saya minta maaf,” kata Rycko, tergetar. 
Seusai pidato, mendadak ratusan warga melempari Bupati Lampung Selatan itu 
dengan berbagai botol minuman dan batu. Ketua Dewan Pengurus Daerah KNPI 
Lampung itu dievakuasi oleh puluhan anggota polisi dan TNI. 

Lima pemuka marga Lampung Selatan, yaitu marga Dantaran, Ketibung, Legun, Ratu, 
dan Rajabasa, yang berusaha menahan 

amarah warga, malah jadi sasaran kekesalan massa. Sebelumnya, massa yang 
tergabung dalam Forum Warga Lampung Selatan itu juga terlibat dalam penumbangan 
patung Zainal Abidin Pagaralam, yang merupakan kakek dari Rycko Menoza. 
“Saya sayangkan peristiwa itu. 

Bupati sudah meminta maaf dan secara kesatria menyampaikan secara langsung di 
muka umum,” kata Zainal Abidin, pemuka adat marga Dantaran. Muharram juga 
sangat heran. “Agaknya ada agenda lain. Kemarahan warga tidak wajar. 

Kami akan mengusut insiden ini.” Warga diduga menjadi beringas setelah aparat 
keamanan menyerang mereka yang tidak terlibat aksi unjuk rasa. Dua orang anak 
terkena gas air mata dan harus dilarikan ke rumah sakit. 

NUROCHMAN ARRAZIE

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke